
Angga lalu melepaskan pelukannya, “kamu tenang aja ya, anak kita baik-baik aja kok,” jawab Angga seraya tersenyum manis.
“Kamu tau, anak kita kembar,” lanjut Angga kegirangan.
Aliya tersenyum bahagia, “Seriusly?” tanya Aliya tak menyangka.
Angga lalu mengganggukkan kepalanya, “aku bawain kesini dulu ya!” pinta Angga yang langsung keluar dari ruangan Aliya.
“Aliya, kalau gitu Mama pulang dulu ya, mau ngambilin baju ganti kamu dan Angga!” pinta Echa sambil mencium kening Aliya.
“Iya Ma, maaf ya Ma, Aliya jadi ngerepotin Mama.”
Echa tersenyum, “kamu itu anak Mama Aliya, jadi ga mungkin ngerepotin Mama.”
“Mama sama Papa juga mau pulang dulu ya Al, udah bau nih belum mandi,” sambung Dewi seraya terkekeh.
“Iya Ma, Pa, makasih ya Ma Pa, udah temanin Aliya,” sahut Aliya.
“Iya sama-sama,” jawab Dewi yang kemudian mengecup kening Aliya, “kamu jangan sampai kecapean ya!” perintah Dewi. Aliya pun menganggukan kepalanya.
Kini hanya tersisa Aliya dan Aulia saja. Aliya lalu tersenyum manis kepada Aulia. Aulia pun membalas senyuman itu.
“Mbak,” panggil Aliya.
“Ya,”
“Menurut Mbak, Aliya bisa ga ya ngerawat kedua bayi Aliya dan Mas Angga?” tanya Aliya dengan menatap lekat kedua buah bola mata Aulia.
Aulia lalu memperbaiki posisi duduknya. Aulia kemudian mengelus lembut tangan Aliya, “Mbak yakin kalau Aulia pasti bisa kok. Karena menurut Mbak, Aliya itu yang sangat kuat.”
Deg, mendengar ucapan Aulia, seketika membuat hati Aliya begitu tenang. Perlakuan Aulia kepadanya membuat Aliya semakin yakin untuk tetap menjadikan Aulia sebagai istri kedua Angga. Entah mengapa Aliya merasa begitu tenang ketika ada Aulia di dekatnya.
“Apapun yang terjadi nanti sehat ataupun enggaknya, Aliya tetap akan berusaha untuk menyatukan Mbak Aulia dengan Mas Angga.” Ucap Aliya dalam hati.
__ADS_1
15 menit kemudian....
Angga baru saja sampai di ruangan Aliya dengan napas yang tersengal-sengal. Ya bagaimana tidak? Angga terpaksa harus ke lantai atas dengan menggunakan tangga, karena lift rumah sakit ini sedang dalam masa perbaikan.
“Kamu kenapa yank?” tanya Aliya.
“huff... huff... lift nya rusak jadi harus pakai tangga huff... huff...” jawab Angga yang masih di depan pintu.
“Anak kita satu lagi mana Mas?” tanya Aliya lagi.
Angga lalu berjalan menghampiri Aliya, “masih di atas yank, bentar lagi aku jemput ya!” pinta Angga yang terlihat begitu kelelahan.
“Oh yaudah yang satu lagi biar aku aja yang bawa!” sahut Aulia, “siapa namanya?” tanya Aulia.
“Azzura Salshabila Al Farabi,” jawab Angga sambil memberikan putranya kepada Aliya.
“Azzura Salshabila Al Farabi, oke kalau gitu aku ke atas dulu,” tanpa pikir panjang Aulia langsung keluar dari ruangan Aliya.
“Kalau si ganteng yang comel ini kamu kasih nama siapa yank?” tanya Aliya seraya mencolek hidung mungil bayi laki-lakinya yang sedang tertidur pulas.
“Tapi kenapa yang satu lagi kamu tambahin Salshabila yank?” tanya Aliya.
Angga tersenyum, “biar Azzura bisa jadi seperti bundanya,” jawab Angga sambil mencubit lembut pipi Aliya.
“Kamu bisa aja.”
Aulia yang tak ingin menjadi parasit pada keharmonisan keluarga kecil Angga pun memutuskan untuk pulang setelah memberikan Azzura kepada Aliya. Namun, disaat Aulia mau beranjak pergi tiba-tiba Aliya menahan tangan Aulia.
“Mbak tunggu!” perintah Aliya. Aulia terdiam lalu membalikkan badannya.
“Ada yang perlu di bantu lagi Al?” tanya Aulia.
“Ada,” jawab Aliya, “Aliya mohon sekali lagi kepada Mbak Aulia agar mau menjadi istri kedua Mas Angga!” pinta Aliya yang membuat Angga dan Aulia benar-benar terkejut.
__ADS_1
“Aliy—“ ucapan Angga tercekat.
“Aliya mohon Mbak!” pinta Aliya penuh harapan.
Aulia kemudian duduk di samping Aliya, “Al, kenapa kamu terus-menerus memohon hal yang sama kepada Mbak sama Angga?” tanya Aulia.
“Mbak, Aliya ingin bahagiain Mbak Aulia dengan cara ini. Aliya tau Mbak gimana sakitnya melihat orang yang kita sayang ternyata sudah menjadi milik orang lain, dan orang lain itu teman kita sendiri. Jadi Aliya mohon, izinkan Aliya untuk menjadi jalan Mbak Aulia menuju kebahagiaan itu. Umur Aliya udah ga lama lagi Mbak, dan Aliya ingin melihat Mbak Aulia dan Mas Angga bahagia.” Mendengar permintaan Aliya seketika membuat Aulia dan Angga meneteskan air matanya.
Aulia lalu mengelus lembut tangan Aliya, “Aliya, sampai kapan pun cuma kamu yang bisa buat Angga bahagia.”
“Apa Mbak ngomong gini karena Mbak takut ga bisa ngasih Mas Angga keturunan?” tanya Aliya. Aulia hanya menundukkan kepalanya.
“Mbak, Mbak itu sama sekali ga mandul!” tegas Aliya.
“Maksud kamu?” tanya Aulia terkejut, “Mbak liat sendiri surat itu Al, ga mungkin surat itu salah dan rumah sakit itu rumah sakit terbaik jadi ga mungkin dia salah ngasih informasi seperti ini Al!” tegas Aulia tak terbantahkan.
“Mas, HP Aliya mana?” tanya Aliya. Angga kemudian memberikan ponsel Aliya.
“Mbak, mungkin Mbak ga bakalan percaya dengan omongan Aliya, tapi Aliya yakin Mbak pasti percaya dengan dia.” Ujar Aliya sambil menunjukkan sebuah video kepada Aulia.
“Aulia istriku,” mendengar ucapan itu membuat Aulia kembali menangis. Bagaimana tidak? Video itu adalah video Alex yang sedang berada di atas ranjang rumah sakit. Terlihat jelas wajah Alex yang sangat pucat dan serang infus yang berada di tangan kanannya.
“Aku tau kamu pasti sangat marah denganku karena kejadian itu. Aku bingung harus bagaimana, aku terpaksa melakukan hal yang jahat ini. Aku ga mau merepotkan kamu terus, apalagi sampai buat kamu nangis karena liat aku kayak gini. Aulia istriku, aku sangat bersyukur ketika Allah takdirkan kita untuk bersama meskipun kita harus berpisah dengan cara seperti ini. Andai saja aku ga berpenyakitan seperti ini, aku ga akan tega lakuin hal itu ke kamu.” Terlihat jelas Alex menangis sejadi-jadinya dalam video itu.
“Wajah kamu nyaris ga ada bedanya dengan Dinda. Awalnya aku masih Anggap kamu seperti Dinda, tapi seiring berjalannya waktu aku bisa mencintai kamu sebagai Aulia. Disaat aku sudah mencintai kamu sebagai Aulia, tiba-tiba saja aku di vonis mengidap penyakit Jantung. Dokter bilang umurku ga lama lagi. Saat itu aku benar-benar setres harus bagaimana, aku bingung Li. Lalu pada suatu malam....”
Halo halo guys, gimana nih tensinya makin melunjak-lunjak ga nih? 🤗
Sabar ya guys, bentar lagi kita bakalan tau apa yang akan terjadi oke 👌
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman,
__ADS_1
IG : @febiayeni21
FB : Febi Ayeni