Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 50


__ADS_3

"Oh ya Ra, gue ada sesuatu nih untuk lu!" Ucap Chika sambil mengeluarkan sebuah kertas undangan.


"Lu datang ya, jangan sampai ga datang ya Ra plus bawa partner ya😉" Lanjut Chika sambil menepuk pelan pundak Laura dua kali.


"Bye Laura, sampai jumpa minggu depan ya!" Ucap Chika sambil melambaikan tangannya kearah Laura yang masih terdiam di depan rumahnya.


Laura kini tak bisa berkata - kata lagi saat melihat Cover depan undangan yang Chika berikan kepadanya bertuliskan "Chika & Randy". Dengan ragu - ragu Laura membuka undangan itu berharap ini bukan mimpi buruknya. Laura memejamkan matanya sambil membuka lembaran kertas undangan tersebut kemudian ia membuka kedua matanya dengan perlahan - lahan.


"ACARA TUNANGAN CHIKA & RANDY"


Ketika membacanya ada sedikit ketenangan yang Laura rasakan karena ini hanya undangan Pertunangan antara Chika dan Randy saja bukan undangan pernikahan yang Laura takutkan. Jujur saja Laura masih sangat berharap Randy kembali lagi kepadanya, namun kembali lagi Laura terpaksa mengambil keputusan dengan cara mengorbankan perasaannya demi persahabatannya karena bagi Laura, Chika bukan sekedar sahabat melainkan seperti saudara kandungnya sendiri dimana ketika Laura sedang bersedih Chika selalu ada untuknya meskipun Chika tidak pernah mengetahui bahwa terkadang Laura bersedih karena melihatnya bersama Randy, tetapi Laura selalu berusaha merahasiakan perasaannya demi menjaga persahabatan ini.


Seketika air mata Laura menetes hatinya begitu sakit harus menerima kenyataan yang pahit ini.


"Ya Allah, kenapa hidup hamba harus sesulit ini!" Ucap Laura sambil menangis.


"Hiks.. Hikss, hamba ga kuat harus pura - pura bahagia terus, hamba juga lelah menjalani hidup seperti ini terus ya Allah, panggil saja hamba ya Allah, hiks... hikss!" Ucap Laura lagi dengan isak tangis yang semakin menjadi - jadi.

__ADS_1


Aliya yang sedang asik nonton TV pun mulai kehilangan konsentrasinya di akibatkan suara tangis yang berasal dari depan pintu rumahnya. Aliya yang penasaran langsung berjalan menuju pintu memastikan pendengarannya benar atau salah. Aliya menempelkan telinganya di depan pintu dan ternyata benar di depan pintu rumahnya memang ada suara orang menangis. Aliya pun membuka pintu dan ternyata suara tangis itu tak lain adalah suara Laura yang sedang duduk di teras sambil menangis terisak - isak.


"Kak, kakak kenapa?" Tanya Aliya sambil memeluk Laura yang sedang menangis.


"Hiks... Hikss.... Hikss..." Laura sama sekali tidak menghiraukan pertanyaan dari Aliya ia hanya memberikan undangan Pertunangan itu kepada Aliya. Aliya pun mengambil undangan itu sambil melepaskan pelukannya.


"Undangan?" Tanya Aliya. Aliya yang kebingungan karena gara - gara undangan ini Laura tiba - tiba menangis sampai terisak - isak seperti ini. Aliya pun membuka undangan itu dan ternyata Laura menangis akibat isi undangan tersebut yang berisikan tentang Pertunangan Chika & Randy. Aliya pun langsung memeluk erat tubuh Laura kembali yang masih menangis terisak - isak.


"Kak, kakak yang sabar ya kak, kakak jangan sedih seperti ini terus dong kakak harus bisa lupain kak Randy, kak!" Ucap Aliya sambil mengelus - elus punggung Laura.


Laura yang mendengar ucapan Aliya yang begitu mudahnya melontarkan kata sabar langsung melepaskan pelukan Aliya dengan kasar dan berkata :


"Kamu ga ngerti Al, kamu hanya bisa bilang sabar sabar dan sabar, kamu kira kata sabar aja udah cukup bagi kakak untuk ngelupain semua kenangan - kenangan kakak sama Randy dulu?" Ucap Laura lagi dengan nada yang semakin tinggi.


"Kak, aku memang ga ngerasain apa yang kakak rasain saat ini tapi kakak seharusnya lebih bersyukur lagi dong, banyak orang yang peduli sama kakak sedangkan aku apa kak?" Ucap Aliya sambil menangis.


"Kak, jujur aku pengen sakit kayak kakak biar aku lebih di peduliin sama semua orang. Apa kakak pernah tau aku pernah menangis karena Mama lebih memperhatikan kakak dari pada aku!" Lanjut Aliya dengan nada yang mulai meninggi sehingga Echa yang berada di dalam rumah keluar karena mendengar ada keributan dari luar rumahnya.

__ADS_1


"Ada apa ini ribut - ribut?" Tanya Echa yang melihat Laura dan Aliya sudah menangis.


"Mama tanya aja sendiri sama anak kesayangan Mama itu!" Jawab Aliya sambil menghapus air matanya dan pergi memasuki rumah dan mengurung dirinya di dalam kamarnya.


"Laura kenapa ini?" Tanya Echa sambil memegang bahu Laura.


"Jawab Laura?" Tanya Echa lagi dengan nada yang mulai meninggi.


"Laura yang salah kok Ma!" Jawab Laura sambil berjalan memasuki rumahnya meninggalkan Echa yang masih berada di teras.


Coret - coret dibawah dong guys biar author semangat lanjutinnya😉.


Terimakasih guys yang sudah berpartisipasi. Jangan lupa terus like, dan koment novel saya ya guys dan yang belum masukkan novel saya ke favorite segera masukkan ya guys biar kalian ga ketinggalan update ceritanya.


Dan kasih bintang 5 nya juga ya guys di bagian deskripsi novel saya.😉


Ig : @febiayeni

__ADS_1


fb : Febi Ayeni


__ADS_2