
Akhirnya setelah sekian lama di perjalanan Rizky dan Laura sampai juga di tempat yang begitu indah yang membuat lelah selama perjalanan tadi hilang begitu saja setelah melihat Telaga Warna yang begitu sangat memanjakan mata yang terletak di kawasan puncak Bogor. Namun Laura justru malah merasa bingung, kenapa tidak? Rizky yang tadinya mengatakan kepadanya ingin mengantarkannya ke rumah adik - adiknya ehh malah ia di bawa ke tempat indah seperti yang ada di depan matanya.
"Kak, kok kita ke tempat ini sih?" Tanya Laura yang kebingungan.
"Tapi kita mau ke tempat adik - adik saya!" Jawab Rizky santai.
"Tapi kok di tempat kayak gini sih kak?" Tanya Laura yang masih kebingungan.
"Udah kamu diam ada nanti kamu juga tau!" Ucap Rizky santai. Laura pun kini hanya diam dan mengikuti langkah kaki Rizky berjalan.
Setelah beberapa menit berjalan akhirnya mereka sampai di sebuah danau yang begitu indah, dan di tepi danau tersebut ada 6 orang anak yang duduk melingkar di atas rumput di tepi danau tersebut. Laura bingung saat melihat anak - anak kecil yang beberapa di antara 6 orang tersebut tidak memiliki rambut sama sekali atau yang sering disebut botak. Anak - anak kecil tersebut asik bermain antara satu dengan yang lainnya. Ada yang bermain boneka dan ada juga yang bermain mobil - mobilan. Rizky yang kini sudah berada di antara anak - anak kecil itu.
"Haiiii, adik - adik kak Rizky yang kakak sayangi!" Ucap Rizky dengan senyuman yang begitu tulus.
"Haii juga kak Rizky!" Jawab anak - anak kecil tersebut.
"Apa kabar?" Tanya Rizky sambil memeluk semua anak - anak itu sambil berdiri dengan kedua lututnya agar tingginya menyamain anak - anak tersebut.
"Baik kak!" Jawab anak - anak tersebut.
__ADS_1
"Kakak punya kejutan nih buat kalian, mau tau ga kejutannya apa?" Tanya Rizky.
"Mauuu!" Jawab Anak - anak tersebut.
"Coba kalian lihat kebelakang!" Perintah Rizky dan anak - anak tersebut pun melihat Laura yang masih berdiam diri di situ.
"Kakak cantik itu akan jadi guru kalian selama kakak kerja!" Lanjut Rizky.
"Kak Salsha ayo kesini gabung sama kita!" Ucap Rizky memanggil Laura yang dari berdiam diri disitu.
"Ehh iya iya!" Jawab Laura yang terkejut mendengar namanya di panggil. Kemudian Laura pun berjalan menuju Rizky dan anak - anak kecil itu berada.
"Haiii juga kak Salsha!" Jawab anak - anak tersebut.
"Adik - adik kak Rizky semuanya duduk yang rapi ya biar kak Salsha nya perkenalkan diri dulu ya!" Perintah Rizky kepada anak - anak kecil tersebut dan mereka pun menuruti perintah Rizky dengan baik.
"Haii semuanya nama kakak, Laura Salshabila. Adik - adik semua bisa panggil kakak, kak Salsha ya!" Ucap Laura dengan sangat ramah.
"Oke adik - adik kak Risky semuanya silahkan lanjutkan mainnya ya, kak Rizky mau bicara dengan kak Salsha nya dulu ya!" Ucap Rizky sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya kak!" Jawab anak - anak kecil tersebut sambil melanjutkan mainnya.
"Nah, kamu pasti bingung dengan mereka semua kan?" Tanya Rizky dan Laura pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Nah, saya sengaja bawa kamu kesini biar kamu lebih menghargai hidup kamu lagi!" Lanjut Rizky.
"Maksudnya?" Tanya Laura kebingungan dengan ucapan Rizky.
"Mereka semua mengidap penyakit kanker, 3 diantaranya kanker paru - paru, 3 anak lagi mengidap kanker darah atau Leukemia sama seperti kamu!" Jawab Rizky sambil melihat anak - anak kecil itu bermain.
"Itu namanya Lala dan kembarannya bernama Lili. Lala mengidap penyakit Leukemia dari umur 2 tahun. Lala Lili itu anak kembar, awalnya Lili tidak ada gejala - gejala Leukemia tapi seiring berjalannya waktu ternyata di umur 3 tahun Lili positif di diagnosa mengidap penyakit Leukemia juga yang berasal dari Lala kembarannya!" Lanjut Rizky yang membuat Laura menangis tanpa henti.
"Lalu kemana orang tua mereka?" Tanya Laura sambil menahan suara tangisnya agar tidak menggangu anak - anak kecil itu bermain.
"Lala dan Lili memiliki keluarga broken home, Papa selingkuh saat kondisi ibu mereka sedang mengandung anak ketika. Ibunya setres dan frustasi sehingga janinnya meninggal saat di kandungan. Saat itu Lala baru saja di diagnosa dokter mengidap penyakit Leukemia tingkat awal. Ibunya bingung harus bagaimana karena pada saat itu ekonominya sangat buruk ditambah lagi ia baru di ceraikan sama suaminya. Ibunya yang begitu setres memikirkan itu semua pun jatuh sakit hingga pada akhirnya ia meninggal. Dan sebelum ia meninggal ia menitipkan kedua putrinya kepada saya yang pada saat itu saya baru menjadi dokter spesialis kanker!" Ucap Rizky yang membuat Laura tak mampu menahan suara tangisnya lagi sehingga Laura pun berlari meninggalkan Rizky.
Oke guys Terimakasih banyak ya yang sudah baca novel saya sampai sekarang. 😊
Dan buat yang ingin tau kelanjutan ceritanya jangan lupa klik tanda Love di bawah agar teman - teman tidak ketinggalan update nya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya ya guys. 😉