
Keesokan harinya...
Tepat pukul 03.40 WIB Laura terbangun dari tidurnya. Laura melirik Randy yang tidur dengan memeluk badannya. Laura tersenyum lalu mengelus-elus rambut Randy dengan sangat lembut. Laura kemudian melepaskan tangan Randy dari perutnya perlahan-lahan.
Laura berjalan menuju kamar mandi dengan membawa handuk. Setelah selesai mandi dan memakai baju, Laura tak lupa membangunkan suaminya untuk segera mandi agar segera menunaikan shalat malam dan shalat fardhu.
Laura menggoyang-goyangkan tangan Randy, “sayang, bangun yuk!” perintah Laura.
“Hmm,” Randy hanya berdehem dan mengubah posisi tidurnya membelakangi Laura.
Laura kemudian menarik kedua tangan Randy hingga pada akhirnya Randy duduk, akan tetapi kedua bola matanya enggan untuk terbuka.
“SAYAAAANG, AYO BANGUN MANDI!” perintah Laura dengan meninggi volume suaranya.
“Emmm, masih ngantuk,” jawab Randy seraya mengecap-ngecapkan lidahnya seperti orang sedang mengunyah makanan.
“Ada bidadari di depannya kok ga mau bangun sih?” tanya Laura kesal, “kalau kamu ga mau bangun aku cari pangeran lain nih!” ancam Laura yang sontak membuat kedua bola mata Randy langsung terbuka lebar.
Randy tersenyum melihat Laura yang sedang cemberut membangunkannya. Laura mengerutkan alis matanya melihat Randy tersenyum sendiri seperti ini, “kenapa?” tanya Laura.
Randy seketika langsung memeluk tubuh Laura. Laura kebingungan melihat tingkah aneh suaminya ini, “kenapa sih yank?” tanya Laura lagi.
“Bidadari hehe,” jawab Randy cengengesan.
Laura lalu melepaskan paksa pelukan Randy, “gaje deh kamu,” cetus Laura, “udah mandi buruan entar telat lagi shalatnya!” tegas Laura.
Randy kemudian turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi tanpa membawa handuk. Laura yang menyadari itu langsung berlari kecil untuk mengambil dan memberikan handuk suaminya itu.
“Yank, handuknya,” ucap Laura yang tak lupa merekahkan senyuman.
Randy tersenyum seraya mengelus-elus rambut Laura, “terimakasih sayangku,” ujar Randy.
Setelah selesai mandi dan menganti pakaian. Randy dan Laura akhirnya shalat malam berjama’ah setelah berwudhu.
“Barang siapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat secara bersama, maka mereka berdua akan digolongkan ke dalam laki-laki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah.” (HR Ibnu Majah, al-Nasa`i, al-Baihaqi, dan al-Hakim).
__ADS_1
Randy dan Laura lalu melanjutkan untuk menunaikan shalat fardhu yaitu subuh berjama’ah. Sungguh pemandangan yang menyejukkan bukan? Melihat sepasang suami istri mengerjakan ibadah secara bersama-sama.
Selepas itu Laura kemudian menyiapkan sarapan dan bekal untuk suaminya ke kantor hari ini. Laura yang sedang memasak nasi goreng, tiba-tiba saja mendapati pelukan hangat dari sang suami.
“Wangi banget sih masakan kamu yank,” puji Randy yang menimbulkan senyuman manis Laura merekah dibibirnya.
“Emangnya kamu yang bau mulu,” ledek Laura dengan sangat santai.
“Enak aja, kamu tuh yang bau ya,” balas Randy yang tak ingin kalah.
Laura tertawa kecil, “haha, bohong aja kamu,” ujar Laura, “kalau aku bau, ga mungkin kamu meluk-meluk aku gini,” lanjutnya.
Randy lalu mencolek hidung Laura, “bisa aja kamu,” jawab Randy yang kemudian melepaskan pelukannya dan berdiri disamping Laura.
“Butuh bantuan ga?” tanya Randy.
“Udah kamu duduk aja dulu, aku bisa kok sendiri,” jawab Laura.
Randy menatap kedua bola mata Laura dengan tatapan sinisnya, “yakin?” tanya Randy.
Laura tersenyum lalu mencubit pipi Randy, “iya yakin sayangku cintaku,” jawab Laura gemes.
Urwah berkata kepada Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ia bersamamu (di rumahmu)?” Aisyah berkata, “Ia melakukan (seperti) apa yang dilakukan oleh salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sendalnya, menjahit bajunya, dan mengangkat air di ember” (HR Ibnu Hibban).
Laura sontak langsung meninggalkan masakannya untuk mengejar Randy yang mau mengambil alih tugas rumahnya. Laura memegang lengan Randy, “ga usah yank ini tugas aku!” pinta Laura.
Randy tersenyum dan melepaskan tangan Laura dengan lembut dari lengannya, “udah ga apa-apa yank, sekali-kali juga,” jawab Randy.
“Tapi yank, ini udah tugas aku sebagai istri,” ucap Laura yang tak mau merepotkan suaminya itu.
“Kamu tau kan bahwa istri harus menaati perintah suami?” tanya Randy.
Laura menundukkan kepalanya tak tau harus bagaimana lagi saat ini. Sebenarnya Laura senang kalau Randy mau membantunya mengerjakan tugas rumah, akan tetapi ia takut merepotkan suaminya ini.
“Iya aku tau, aku minta maaf,” jawab Laura yang kemudian kembali ke dapur untuk lanjut memasak.
__ADS_1
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga *********** (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Randy yang melihat Laura berjalan menuju dapur dengan kepala menunduk jadi merasa iba terhadap istrinya itu. Randy yang tak tega kepada Laura langsung cepat-cepat menyelesaikan setrikaan lalu menghampiri istrinya yang sedang menyiapkan sarapan.
Randy mendekati Laura dan kemudian memeluk tubuh Laura dari belakang, “sayang maafin aku ya,” ucap Randy yang bersandar di pundak Laura.
Laura tersenyum, “kok jadi kamu yang minta maaf sih?” tanya Laura seraya memegang pipi Randy.
“Gara-gara aku, kamu jadi cemberut kayak tadi deh,” jawab Randy.
Laura kemudian melepaskan pelukan Randy lalu memegang pipi Randy dengan kedua tangannya, “sayang aku cuma merasa ga enak aja sama kamu.”
Randy akhirnya tersenyum, “tapi aku juga mau suami yang baik buat kamu sayang,” ucap Randy.
“Kamu itu sudah menjadi suami terbaik untuk aku yank,” jawab Laura yang tak lupa merekahkan senyuman termanisnya.
“Yaudah sekarang kita makan yuk!” ajak Laura.
Randy tersenyum dan langsung duduk di salah satu kursi yang ada didekatnya.
“Oh ya yank, aku mau nanya boleh?” tanya Randy.
Laura tertawa kecil, “apaan sih kamu yank pakai izin segala,” jawab Laura, “tanya aja kali, ga usah pakai izin-izin segala kayak anak sekolahan aja.”
Randy terkekeh mengingat ucapannya sendiri, “hehe, iya juga ya ngapain izin dulu yak?”
Laura menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah lucu suaminya ini.
Kira-kira Randy mau nanya apa ya? 🤔
Yuk guys, coret-coret di kolom komentar dong, 😉
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman,
__ADS_1
IG : @febiayeni21
FB : Febi Ayeni