
Mendengar ucapan tantenya, Aulia pun membukakan pintu untuk tantennya itu lalu kembali menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Luna sejak tadi duduk bersandar di depan pintu Aulia terkejut saat Aulia tiba-tiba membuka pintu untuknya. Luna hampir saja terjatuh ke lantai, sebab terlalu menyandarkan tubuhnya ke pintu.
Luna lalu menghampiri Aulia yang menangis dengan wajah yang ditutupi oleh bantal. Luna lalu duduk disamping Aulia seraya mengelus-elus rambut indah Aulia.
“Li, kamu itu cantik luar dalam Li,” ucap Luna tersenyum namun matanya masih mengeluarkan air mata.
“Tante ngomong gitu karena tante ga mau kamu terluka nantinya,” lanjut Luna.
Aulia kemudian duduk menghadap tantenya itu, “tan, kenapa ya Aulia selalu ngerasa kurang bahagia?” tanya Aulia.
Luna lalu memegang kedua tangan Aulia, “kenapa kamu ngomong gitu?” jawab Luna dengan kembali melontarkan pertanyaan.
“Aulia ga punya teman di sekolah tan, ga ada yang mau berteman sama Aulia yang cupu ini,” jawab Aulia seraya menundukkan kepalanya, “Aulia berpenampilan kayak gini itu karena Aulia pengen punya teman yang tulus tan, bukan yang hanya manfaatin uang Aulia aja tan.” Air mata Aulia kemudian kembali terjatuh lagi.
Luna lalu memeluk tubuh Aulia, “maafin tante ya Li, gara-gara tante kamu jadi sedih gini,” ucap Luna.
Aulia kemudian melepaskan pelukan tantenya itu, “tante ga salah kok, yang tante omongin itu benar kok,” jawab Aulia lalu tersenyum.
“Tante boleh nanya ga?” tanya Luna. Aulia lalu menganggukkan kepalanya.
“Kamu sejak kapan berpenampilan cupu gini?” tanya Luna lagi.
Aulia kemudian berjalan menuju balkon kamarnya, “sejak papa selingkuh dan mama sibuk kerja,” Aulia menatap pemandangan di depannya dengan tatapan kosong.
Luna lalu mengikuti Aulia.
“Aulia benar-benar hancur tan, ditambah lagi tante udah di London waktu itu. Aulia benar-benar sedih tan, semua masalah seakan-akan berpihak pada Aulia waktu itu. Aulia di khianati sahabat Aulia sendiri, pacar Aulia selingkuh sama sahabat Aulia tan. Terus teman-teman Aulia pergi di saat papa pisah sama mama dan buat Aulia ga bisa seboros ketika papa belum cerai sama mama tan.” Air mata Aulia terjun bebas dipipinya mengingat kejadian menyedihkan itu.
Luna juga ikut merasakan sakit seperti apa yang Aulia rasakan saat ini, meskipun ia tau Aulia lebih terluka.
“Aulia benar-benar ga tau harus apa tan, Aulia cuma mikir bagaimana caranya agar Aulia bisa bantuin mama dengan cara belajar lebih giat lagi tan,” lanjut Aulia.
“Terus kenapa dengan penampilan kamu kayak gini sekarang?” tanya Luna.
Aulia menghapus kasar air matanya, “Aulia capek tan di khianati dan dimanfaatin laki-laki terus. Dengan penampilan Aulia yang cupu, laki-laki akan berpikir beribu kali untuk mau pacaran sama Aulia tan, jadi Aulia akan lebih fokus belajarnya,” jawab Aulia, “dan kalau pun ada laki-laki yang mau jadi pacar Aulia itu artinya dia tulus sama Aulia,” lanjut Aulia.
“Tapi satu hal yang tidak pernah terpikir oleh Aulia tan.”
“Apa itu Li?” tanya Luna.
__ADS_1
“Seperti yang tante bilang tadi, menjadi barang taruhan,” jawab Aulia.
“Li, tante hanya bisa menebak iya ataupun tidaknya aja Li,” jeda Luna sejenak, “semua kebenaran akan terbukti jika kamu mencoba mencari tau itu semua Li,” lanjut Luna.
Aulia lalu tersenyum, “besok akan Aulia buktikan tan.”
Sudah Berhari-hari Aulia mencoba mencari tau kebenarannya, namun Aulia sama sekali tidak menemukan kejanggalan yang menjadi dugaan Angga mau berpacaran dengannya. Hingga pada suatu hari di saat Aulia telah merubah penampilannya menjadi wanita berhijab, Aulia tiba-tiba mendengar sesuatu yang sangat menyakitkan bagi dirinya.
Aulia tersenyum, “gue akan berhijab mulai sekarang, gue mau jadi wanita yang baik luar dan dalam,” ucap Aulia.
Aulia berjalan dengan langkah pasti di sepanjang lorong sekolah. Setiap siswa maupun siswi yang melihat Aulia sontak tercengang-cengang melihat kecantikan Aulia dengan mengenakan hijab.
“ITU AULIA?”
“AH GA MUNGKIN, AULIA KAN CUPU.”
“TAPI ITU KAN TAS YANG BIASA AULIA PAKAI.”
“AULIA KUTU BUKU ITU, KAN?”
“YANG PACARAN SAMA ANGGA ANAK BASKET ITU, KAN?”
“GUE PASTI LAGI MIMPI.”
“KALAU TAU AULIA SECANTIK INI, GUE MAH MAU SAMA DIA.”
“DASAR LO, DULU AJA PAS DIA MASIH CUPU LO OGAH-OGAHAN SAMA DIA, SEKARANG MALAH PENGEN SAMA DIA LO!”
“BERUNTUNG BANGET YA ANGGA DAPAT PACAR SECANTIK AULIA.”
“AH ELAH LO, DULU AJA BILANGNYA ‘IH ANGGA BODOH BANGET YA MAU PACARAN SAMA CEWEK CUPU KAYAK AULIA' DASAR GA KONSISTEN LO!”
Begitulah kira-kira tanggapan dimata siswa-siswi sekolah ini yang begitu terpukau dengan kecantikan Aulia hari ini. Jujur saja Aulia sangat senang saat ini karena ia mendapatkan respon positif dari teman-temannya.
Aulia yang berjalan menuju tempat tongkrongan Angga begitu sangat tidak sabar untuk menunjukkan penampilannya saat ini. Dengan senyuman manis yang merekah dibibirnya, Aulia melangkahkan kakinya dengan sangat percaya diri. Ketika Aulia baru ingin menginjakkan kakinya di anak tangga terakhir menuju tempat tongkrongan Angga dan teman-temannya, tiba-tiba saja Aulia menghentikan langkahnya karena mendengar ucapan Angga dan teman-temannya yang sangat menyakitkan baginya.
“Eh Ngga, lo kok bisa sih naklukin hati si kutu buku itu?”
Angga mengerutkan alis matanya, “ya bisalah gue kan ganteng,” jawab Angga dengan sangat percaya diri.
__ADS_1
“Tapi lo apa ga pernah mikir repotasi lo bakalan hancur karena lo pacaran sama si kutu buku itu?”
“Santai aja kali bro, itu mah masalah kecil,” jawab Angga.
“Hahaha, keren banget sih lo Ngga bisa naklukin hati si kutu buku itu,” ucap salah satu temannya.
“Gokil emang, salut gue sama lo Ngga.”
“Segitu butuhnya lo sama ni duit Ngga, sampai-sampai lo nekat abis mau pacaran sama si kutu buku!”
“Eh kalau tiba-tiba si kutu buku itu tau kalau lo lakuin ini karena uang, kira-kira respon dia gimana ya?”
“Gue yakin dia pasti nangis, secarakan gue pernah tuh ngintip Angga sama si kutu buku itu lagi pacaran, dan tau ga guys apa yang dia bilang?”
“Apa? Kepo gue nih.”.
“Dia bilang ‘aku ga nyangka kamu mau sama cewek cupu kayak aku, dan aku janji bakalan setia sama kamu' huuuhh so sweet kan guys?”
“Co cweet bangeett.”
“Apaan sih lo pada, sampai-sampai ngintilin gue segala lagi,” ucap Angga kesal.
“Kita kan juga kepo Ngga.”
“Oke sekarang nih, sesuai kesepakatan kita bertiga, kalau lo berhasil ngajak si kutu buku itu pacaran maka uang 5 juta ini buat lo.”
“Selamat atas keberhasilan lo Ngga,” teman-teman Angga lalu bertepuk tangan dan menjabat tangan Angga secara bergantian.
Wah wah kira-kira apa ya tanggapan Aulia? 🤔
Untuk flashbacknya mungkin agak lama ya guys, soalnya ini mau nyelesaikan masa lalu Angga dan Aulia dulu. Maaf ya guys🙏🙏
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman,
IG : @febiayeni21
FB : Febi Ayeni
__ADS_1