Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 28


__ADS_3

“Yank!” panggil Angga.


“Hmm,” jawab Aliya yang tengah asyik menyantap spaghetti di depannya.


“Kamu kenapa sih ngajak Aulia dinner bareng kita?” tanya Angga.


Aliya lalu menatap lekat kedua buah bola mata Angga, “ya aku seneng aja berteman sama mbak Aulia, yank.”


“Tapi kan kamu udah tau kalau aku ga suka kamu berteman sama dia!” tegas Angga.


Aliya kemudian menggenggam erat tangan kanan Angga, “sayang, kamu kenapa sih selalu larang aku berteman sama mbak Aulia? Bukannya mbak Aulia baik?” tanya Aliya.


“Yank, dari mana kamu tau dia baik?” jawab Angga yang kembali melontarkan pertanyaan kepada Aliya.


“Matanya,” jawab Aliya singkat.


“Apa yang kamu liat?” tanya Angga dengan menatap kedua bola mata Aliya tajam.


“Belek hahaha,” Aliya terkekeh dengan ucapannya sendiri.


“Sok lucu kamu,” cetus Angga yang seketika badmood.


Aliya lalu tersenyum dan duduk disamping Angga. Aliya merangkul tangan kanan Angga dan bersandar dipundak Angga. Angga benar-benar terkejut melihat tingkah Aliya yang tak biasanya ini. Aliya yang tak biasanya mau bermanja-manja dengannya ditempat umum seperti ini, tiba-tiba saja malam ini ia melihat langsung sang istri tengah bermanja-manja kepadanya.


“Yank, are you ok?” tanya Angga curiga.


Aliya tersenyum seraya mengganggukkan kepalanya.


“Ada yang ga beres sama Aliya,” gumam Angga dalam hati.


Angga lalu mengelus lembut tangan Aliya, “yank!” panggil Angga lembut.


“Hmm,” Aliya hanya berdehem seraya memejamkan kedua buah bola matanya.


“Oke aku izinin kamu berteman sama Aulia—“ perkataan Angga tercekat, Aliya seketika langsung berteriak histeris.


“HOREEEE!!!” teriakan Aliya membuat para pengunjung cafe menatap sinis ke arah mereka berdua.


Tiba-tiba saja seorang wanita menyumbatkan kue yang ada di atas meja ke mulut Aliya. Aliya dan Angga sontak terkejut.


“Berisik banget sih,” ucapnya sinis.


Hanya dalam hitungan detik saja, raut wajah Aliya yang tadinya seperti baru saja di hadiahi uang satu miliyar cas di depan mata, seketika berubah menjadi orang habis gulung tikar. Uang satu miliyar yang ia dapatkan seolah-olah hangus begitu saja karena ternyata ada kesalahan teknis dalam penulisan nama pemenang.


Kesal, itulah yang mengambarkan keadaan Aliya saat ini. Aliya mengunyah kasar kue yang ada di dalam mulutnya itu.


Angga terkekeh melihat ekspresi lucu istrinya ini.

__ADS_1


“Kamu kok malah ketawa sih?” tanya Aliya ketus.


Angga lalu menyandarkan kepala Aliya ke pundak sambil mengelus lembut kepala istrinya itu.


“Aliya kenapa sih, Ngga?” tanya wanita itu seraya mengambil kue yang ada di atas meja.


“Iya, seneng amat, kayak habis menang undian aja,” sambung suami wanita itu.


“Tadinya sih uang 1M nya udah di depan mata tapi gara-gara lo, hangus deh,” cetus Aliya yang menatap sinis wanita itu.


Angga kembali terkekeh melihat ekspresi lucu istrinya ini. Angga memeluk kepala Aliya untuk menyembunyikan ekspresi lucu Aliya yang membuatnya tak kuasa menahan tawa.


“Mmm.... Maaass,” desis Aliya yang berusaha keluar dari dekapan Angga.


Angga lalu melepas pelan Aliya, “makanya tu muka biasa aja, ga usah sok imut gitu,” ucap Angga seraya tersenyum.


“Biarin aja, kan emang imut,” jawab Aliya dengan percaya dirinya.


“Idiihh, imut? Imutan juga gue weeekk,” sahut wanita itu seraya menjulurkan lidahnya mengejek Aliya.


“PD banget lo Don,” ujar Aliya sambil mengaduk jus miliknya. Ya, wanita yang membuat Aliya badmood parah tak lain adalah Dona.


“Udah-udah kalian berdua ini ga bisa ya kalau ketemu ga ribut!” perintah Dimas sambil melambaikan tangan kepada pelayan cafe.


“Tapi mereka unik lho kak,” sambung Angga.


“Kalau di kampus mereka akur banget tapi kalau udah ngumpul kaya gini nih,” jeda Angga seraya menatap sinis Aliya dan Dona secara bergantian, “jangan berharap banyak deh bakalan akur,” sambung Angga.


“Mbak spaghettinya 2, jus alpukatnya 2 juga ya mbak!” pinta Dimas kepada pelayan wanita itu.


“Tapi—“ belum selesai ucapan Dona, Dimas langsung memotong ucapannya.


“Jangan lama-lama ya mbak buatnya, kita udah lapar nih!” perintah Dimas.


“Baik mas,” jawab pelayan itu dan kemudian pergi menyiapkan pesanan Dimas dan Dona.


“Ihh mas Dimas apaan sih, aku kan pengen minum lemon tea,” celoteh Dona kesal.


Dimas lalu mengelus lembut kepala Dona seraya berkata, “sayang, kamu itu lagi hamil, jadi makannya ga boleh asal-asalan.”


Angga yang sedang mengunyah spaghettinya langsung menyaut ucapan Dimas, “emm, benar banget kata Kak Dimas. Wanita hamil memang ga boleh makan asal-asalan,” sambung Angga sambil melirik ke arah Aliya.


Aliya mendorong pelan lengan Angga, “kamu nyindir aku ya?” tanya Aliya dengan wajah cemberutnya.


Angga menatap kedua bola mata Aliya tanpa merasa bersalah sedikitpun, “enggak, siapa yang nyindir kamu?”


“Itu tadi barusan.”

__ADS_1


“Eh tunggu-tunggu kalian berdua bicarain apa sih?” tanya Dona dengan jiwa penasarannya yang meronta-ronta.


“Iya, atau jangan-jangan Aliya lagi hamil juga?” tanya Dimas dengan menatap lekat kedua buah bola mata Angga.


Angga menganggukkan kepalanya, “iya kak, Aliya hamil.”


“Alhamdulillah,” ucap Dimas dan Dona secara bersamaan.


“Ihh lo ga asik deh Al, masa lo ga ngasih tau gue sih?” tanya Dona dengan menekuk wajahnya.


Dengan santai Aliya mengambil spaghetti milik Angga, karena spaghetti miliknya sudah lenyap di telan bumi.


Dona yang kesal kepada Aliya langsung berdiri tepat disamping Aliya, “ihh Aliya ngeselin deh.”


“Lo kenapa sih, Don resek banget dah?”


“Abisnya lo ga jawab pertanyaan gue sih,” Dona menyilangkan kedua tangan diperutnya.


“Ya kan barusan udah dijawab mas Angga, Don.”


Dona kemudian kembali ke tempat duduknya sambil menundukkan kepalanya.


Dimas menyubit pipi kiri Dona pelan, “udah dong yank jangan cemberut gitu, mungkin Aliya lagi badmood!”


“Iya Don, Aliya akhir-akhir ini moodnya memang kurang stabil gitu,” sahut Angga seraya merangkul pundak Aliya.


“Kok sama ya Ngga, istri gue yang imut ini juga gitu,” ledek Dimas sambil mengelus lembut kepala Dona.


Dona tersenyum malu mendapat pujian dari Dimas yang selalu bisa mengembalikan moodnya.


Tanpa memperdulikan Angga, Dimas dan juga Dona, Aliya terus menyantap spaghetti milik Angga.


Aliya lalu mengangkat piring Angga, “yank spaghettinya aku habisin ya!” pinta Aliya tersenyum.


“Kamu lapar banget emang sampai harus ambil spaghetti aku segala?” tanya Angga bingung.


Eh, btw emang ibu hamil emosinya suka ga stabil gitu ya guys?


Terus nafsu makannya bertambah gitu ya?


Hahaha 😅😅, udah ah males mikirin ini, saya masih polos kak😅😅


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,


IG : @febiayeni21

__ADS_1


FB : Febi Ayeni


__ADS_2