Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 102


__ADS_3

"Tadi aja bilangnya ga bakalan pingsan di kelas, tapi nyatanya apa coba," ucap Dona ketus.


"Hehe, sorry-sorry gue kira tadi gue bakalan sanggup sampai 1 jam kedepan," jawab Aliya sambil cengengesan.


"Udah dong jangan cemberut gitu, jelek tau," ledek Aliya sambil mencolek dagu Dona.


"Biarin aja, habisnya lo ngeselin sih," ucap Dona sambil melipat kedua tangannya diperut.


TOK... TOK... TOK...


"Assalammu'alakum, makanan kesukaan tuan putri sudah datang," ucap Angga sambil membawa sebungkus Batagor. Aliya dan Dona sontak sangat terkejut melihat sikap Angga yang sangat beda dari biasanya. Aliya dan Dona seketika membelalakkan matanya kepada Angga yang membuat Angga kebingungan.


"Kalian berdua kenapa sih, liatnya gitu amat?" tanya Angga yang kemudian meletakkan Batagor yang ia beli ke atas meja.


"Al, Al cubit gue kayaknya gue mimpi deh!" pinta Dona dengan kedua bola matanya masih terfokus melihat Angga. Aliya sontak langsung mencubit Dona kuat-kuat.


"Aaaaggghh," teriak Dona yang kesakitan efek cubitan Aliya yang tidak diragukan lagi dahsyatnya.


"Sakit tau Al," ucap Dona sambil mengelus-elus tangannya yang Aliya cubit.


"Siapa suruh minta dicubit," jawab Aliya tnpa merasa bersalah sedikit pun.


"Aliya ini Batagor untuk kamu," ucap Angga sambil memberikan Batogornya ke tangan Aliya.


"Terimakasih Pak," jawab Aliya yang kemudian memegang Batogor yang Angga berikan.


"Sama-sama, Syafakillah ya Al," ucap Angga dengan diiringi senyuman yang manis menawan. Aliya hanya membalas ucapan Angga dengan tersenyum.


"Ya udah kalau gitu saya kembali ke kantor dulu, masih banyak tugas yang harus saya kerjakan, Assalammu'alakum." Lanjut Angga yang kemudian berjalan keluar dari UKS.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab Aliya sambil tersenyum.


"Wa'alaikumsalam," jawab Dona dengan ekspresi masih sangat syok melihat tingkah laku Angga terhadap Aliya.


"Al Al," ucap Dona sambil menepuk-nepuk pelan lengan Aliya.

__ADS_1


"Apaan sih Don?" tanya Aliya yang sedang fokus membuka bungkus dari Batagor.


"Itu benaran Pak Angga ya Al?" jawab Dona dengan pertanyaan kembali.


"Ya jadi siapa lagi coba kalau bukan Pak Angga, udah ah gue mau makan Batagor dari Pak Angga dulu," ucap Aliya yang mulai kesal dengan Dona yang mengganggunya makan Batagor.


"Tapi gue jadi curiga deh sama Pak Angga," ujar Dona yang masih bingung dengan sikap Angga.


"Curiga apa sih, Don?" tanya Aliya sambil menyantap sepotong Batagor kedalam mulutnya.


"Aliya kok lo langsung makan aja sih pemberian dari Pak Angga?" tanya Dona yang mulai emosi.


"Nanti kalau ada apa-apanya gimana? kalau nanti lo dipelet gimana? atau nanti diracun gimana Al?" tanya Dona sambil mengambil Batagor di tangan Aliya.


"Iihh Dona apa-apaan sih," ucap Aliya yang kesal karena telah mengambil Batagor yang sedang ia nikmati.


"Aliya gue ga mau lo kenapa-kenapa Al," jawab Dona sambil meletakkan Batagor Aliya di meja yang cukup jauh dari jangkauan Aliya.


"Gue ga bakalan kenapa-kenapa kok hanya gara-gara Batagor doang," jawab Aliya yang mulai kesal dengan Dona yang tiba-tiba prosesif seperti ini.


"Ini bukan masalah Batagornya Aliya, tapi ini masalah siapa yang ngasih Aliya," ucap Dona dengan tegas.


"Ya kan bisa aja sih Pak Angga balas dendam sama lo gara-gara lo kan pernah mempermalukan dia diruangan dosen kemaren," ucap Dona dengan wajah penuh dengan kecurigaan atas kebaikan Angga kepada Aliya.


"ASTAGFIRULLAHALADZIM DONA, KOK LO JADI SU'UDZON GINI SIH?" tanya Aliya sambil membelalakkan kedua bola matanya kepada Dona.


"Ya kan kita tetap harus hati-hati dengan orang kayak gitu Al, jaman sekarang itu orang berbuat baik hanya untuk membalaskan dendamnya aja Al," jawab Dona dengan sangat tegas.


"Terserah lo aja deh ya Don, lo mau ngomong apa gue ga peduli, yang pasti pak Angga beliin gue Batagor untuk gue itu ikhlas," ucap Aliya yang kemudian berjalan meninggalkan Dona yang masih bingung dengan Aliya.


"Lo tau dari mana kalau dia ikhlas? bisa aja, kan dia cuma modusin lo," jawab Dona yang membuat langkah kaki Aliya seketika terhenti.


"Gue ga habis pikir sama lo Don, segitu buruknya lo berpikir tentang pak Angga," ucap Aliya sambil menatap kedua bola mata Dona dengan sangat tajam. Aliya pun kemudian kembali melangkahkan kakinya keluar dari UKS.


"Al, Aliya dengarin gue dulu!" pinta Dona yang masih berdiam diri ditempat semula. Aliya sudah sangat kesal dengan Dona, Aliya sama sekali tidak menghiraukan ucapan Dona.

__ADS_1


"ALIYA!" teriak Dona yang langsung mengejar langkah kaki Aliya.


"Aliya, Aliya dengarin gue dulu!" pinta Dona sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Dengarin apa lagi sih Don? mau dengarin semua pikiran negatif lo tentang pak Angga lagi?" tanya Aliya yang sangat kesal dengan Dona.


"Tapi gue ga mau nanti lo sakit hati Al," jawab Dona.


"Ga perlu tunggu nanti Don, sekarang aja gue udah sakit hati kok," ucap Aliya sambil berjalan mendahului Dona.


"ALIYAAA!!" teriak Dona namun Aliya sama sekali tidak menghiraukan Dona.


Aliya yang baru saja sampai didalam kelasnya pun segera melanjutkan makannya yang belum sempat ia selesaikan di ruangan UKS tadi. Dona yang masih merasa bersalah pun langsung duduk di sebelah Aliya yang tengah menikmati makanannya.


"Aliya," panggil Dona sambil menundukkan kepalanya. Aliya tetap fokus dengan makanannya tanpa menghiraukan panggilan dari Dona.


"Aliya, gue minta maaf ya," lanjut Dona namun Aliya masih tidak bergeming sama sekali.


"Aliya gue minta maaf," ucap Dona lagi. Aliya masih tetap diam sambil menyuap potongan terakhir dari Batagornya. Aliya yang baru saja selesai menghabiskan Batagor pemberian Angga pun akhirnya pergi meninggalkan Dona lagi.


"ALIYA GUE MINTA MAAF!" teriak Dona yang langsung bangkit dari tempat duduknya.


"Udah simpan aja kata maaf lo," jawab Aliya dengan sangat santai.


"Aliya gue minta maaf jangan marah dong sama gue," rengek Dona yang kini sudah memegangi tangan kanan Aliya.


"Apa gue perlu berlutut dikaki lo biar lo mau maafin gue?" tanya Dona dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Ga perlu, udah lepasin gue!" pinta Aliya yang sama sekali tidak menatap Dona. Aliya pun langsung melepaskan tangan Dona yang memegang tangannya dengan erat itu. Aliya kemudian berjalan meninggalkan Dona.


"Oh jadi lo lebih milih pak Angga dari pada gue?" tanya Dona yang seketika menghentikan langkah kaki Aliya.


Sorry ya guys kalau kisahnya masih bahas Aliya, bukannya tidak menganggap Laura sebagai pemeran utamanya tapi ini kan partnya masih hari yang sama jadi mohon di mengerti ya, 😊🙏🙏


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

__ADS_1


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni


__ADS_2