Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 153


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Laura dan laki-laki pilihan mamanya sekaligus hari ulang tahunnya. Hari ulang tahun yang seharusnya menjadi hari yang paling dinanti-nanti oleh setiap orang, namun seolah-olah menjadi ulang tahun terburuk bagi Laura. Laura yang baru saja selesai di dandani terlihat begitu cantik dan anggun bak bidadari dari kayangan, namun kecantikan Laura hari ini sama sekali tidak membuatnya begitu bahagia bagaimana tidak ia harus menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak ia kenal, bahkan saking tak pedulinya ia dengan hidupnya lagi ia tidak menanyakan siapa nama laki-laki yang akan menemaninya menjalani hidup nanti.


Laura yang masih memakai cincin pemberian Randy, dengan sangat berat hati harus melepaskannya. “Ran, gue ga tau apakah gue akan bisa melupakan lo, melupakan semua kenangan indah kita yang telah kita lalui selama ini gue ga tau Ran.” Air mata Laura seketika mengalir membasahi pipinya.


“Bahkan untuk mencoba melupakan lo aja gue ga berani Ran. Gue juga ga tau apa jadinya rumah tangga gue nanti.” Ucap Laura sambil menatap cincin pemberian Randy.


Acara akad yang mau di mulai pun menambah suasana pilu di hati Laura. Aliya akhirnya masuk ke kamar mamanya tempat Laura didandani, ya Laura sengaja memilih kamar mamanya karena ia tak ingin duduk disamping orang yang belum menjadi suaminya.


“Kak, akadnya udah mau di mulai, apa kakak udah siap?” tanya Aliya sambil memeluk erat tubuh Laura.


“Insyaallah kakak udah siap Al, Insyaallah ini baik.” Jawab Laura sambil tersenyum, meskipun senyum yang terlukis di bibirnya bukan senyum termanis yang Laura miliki.


Ijab kabul pun akhirnya dimulai, Laura hanya bisa menatap wajahnya tanpa memperdulikan orang diluar. Namun, nyatanya Laura tetap mendengar jelas saat laki-laki itu mengatakan :


“Saya terima nikah dan kawinnya Laura Salshabila Wijaya binti Panji Wijaya dengan mas kawin tersebut dibayar TUNAI!” jawab laki-laki itu dengan satu tarikan napas.


“Bagaimana saksi sah?”


“SAH”


“Alhamdulillah,”


Laura yang tak dapat menahan lagi bendungan air matanya, dengan perlahan bulir-bulir mutiara itu pun tumpah sehingga membasahi pipinya. Hari ini Laura sudah sah menjadi istri seorang laki-laki pilihan mamanya sendiri. Laura yang tadinya masih memegang cincin dari Randy, akhirnya meletakkan cincin tersebut diatas meja rias.


“See you Randy, you are my first love yang ga mungkin bisa tergantikan, Sorry Ran.” Laura menghapus air matanya dan kemudian menggandeng tangan Aliya untuk menuntunnya menemui suami sahnya saat ini.


Laura berjalan dengan jantung yang terasa mau copot, ia hanya berharap “semoga suami ku akan menjadi penghapus lukaku saat ini”. Betapa terkejutnya Laura ketika ia melihat sosok laki-laki yang menjadi suaminya saat ini adalah sosok seorang laki-laki yang sangat ia kenal. Bahkan sejak ia masih duduk di bangku SMP.


“Assalammu’alakum tulang rusukku,” ucap laki-laki itu dengan senyuman termanisnya.


Tangis Laura kembali pecah saat ia tau bahwa laki-laki itu adalah Randy Pratama, cinta pertamanya Laura. Laura duduk bersimpuh di hadapan Randy tak kuasa ia menahan air mata harunya. Randy mengelus bahu Laura dengan sangat lembut, “mulai sekarang kamu istriku dan kamu harus ikuti perintah ku!” pinta Randy yang kemudian memeluk tubuh Laura.


Randy pun melepaskan pelukannya dan kemudian menghapus air mata Laura, “gitu aja nangis,” ledek Randy yang mendapatkan pukulan kecil dari Laura.


“Lagian siapa suruh bilangnya pergi, kan aku jadi sedih.” Jawab Laura sambil menghapus sisa air matanya.


Randy kemudian menggenggam kedua tangan Laura, “Ra, bukan aku pergi untuk meninggalkan mu tapi aku pergi untuk menunggalkan-Nya,” lanjut Randy tersenyum.


“Ini pasti ulah kalian semua juga kan?” tanya Laura sambil menunjuk Angga, Aliya, Dona, Dimas, Rizky dan juga Chika. “Ini sebenarnya ide siapa sih?” tanya Laura lagi.


Aliya, Dona dan Chika mengangkat tangan kanannya, “hehehe, ide kita bertiga,” ujar Aliya cengengesan.


Laura spontan langsung mencubit pipi Aliya, Dona dan Chika secara bergantian, “kalian kok ga dukung gue sih?” tanya Laura yang mulai merengut.


“Abisnya kakak susah amat di bilangin,” jawab Aliya kesal.


“Pasti kamu kan yang ngasih tau semuanya?” tanya Laura dengan menunjuk wajah Aliya.


Aliya terkekeh, “iya kak, tapi yang nyuruh kakak dijodohin mereka ya,” jawab Aliya sambil menunjuk Angga, Dimas dan Rizky.


“Kalau aku mah ngikut aja,” sahut Randy sambil terkekeh.


Laura yang kesal kemudian mencubit kedua pipi Randy, “kamu juga, ga kasian apa liat aku kehujanan?” tanya Laura dengan wajah ditekuk.


“Kalau itu idenya Angga, kata Angga ‘udah ga apa-apa biar nanti kak Laura ga curiga jadi biarin aja kak Dimas yang nemuin kak Laura’ gitu katanya.” Jawab Randy polos.


Laura kemudian kembali menangis haru, “tapi makasih ya guys, karena kalian gue jadi paham artinya ngehargai.” Ujar Laura yang mendapati pelukan hangat dari Aliya, Dona dan juga Chika.


“Ra, kita sebenarnya ga maksud kok buat lo sesedih kemaren, tapi gue yakin dengan begitu lo ga bakalan berani mainin hati Randy lagi, ya meskipun maksud lo baik untuk ngetes kesetiaan dia.” Ucap Chika yang kemudian tersenyum.


“Makanya jangan sok-sokan ngeprank, jadi kena imbasnya kan, sekali pranknya dibalas nangis kan,” ledek Randy lagi sambil terkekeh.


“Ya Allah kak, masih nangis aja. Tu cincin nikahnya kapan mau dipasang?” tanya Angga yang kemudian terkekeh.


Laura dan yang lainnya akhirnya melepaskan pelukannya dan kembali ke tempat duduk masing-masing. Setelah tukar menukar cincin, Randy dan Laura pun segera menaiki pelaminan untuk menyambut para tamu undangan. Randy yang tak ingin melewati moment bahagianya tak lupa menyumbangkan sebuah lagu teristimewa untuk sang istri, Randy juga bernyanyi bersama Angga, Dimas dan juga Rizky. Mereka berempat tak lupa merangkul pundak istri masing-masing di atas pelaminan Laura dan Randy.


Aizat Amdan – Sampai Ke Hari Tua

__ADS_1


Dimas :


Jika ‘ku radio dan engkau lagunya


Dan aku putarkan hingga semua terleka


Begitulah kita ditakdirkan untuk bersama...


Randy :


Jika 'ku air wudhu mu


Menjadi seri mu


Dalam lima waktu...


Angga :


Jika kau kuat percaya


Akulah jodoh mu


Jaga mu selalu....


Randy :


Menarilah sayang di hari bahagia


Di bawah bulan bintang


Kasih kita berdua....


Berempat :


Jangan bimbang sayang


Kita harungi bersama berdua selamanya....


Sampai ke hari tua


Mencintaimu


Kaulah watak utama dalam setiap drama


Yang sering dimainkan menjadi kegilaan


Begitulah kita ditakdirkan untuk bersama....


Angga :


Jika 'ku air wudhu mu


Menjadi seri mu


Dalam lima waktu


Dimas :


Jika kau kuat percaya


Akulah jodoh mu


Jaga mu selalu


Randy :


Menarilah sayang di hari bahagia

__ADS_1


Di bawah bulan bintang


Kasih kita berdua


Berempat :


Jangan bimbang sayang


Kita harungi bersama berdua selamanya....


Sampai ke hari tua


Mencintaimu


Menarilah sayang di hari bahagia


Di bawah bulan bintang


Kasih kita berduaJangan bimbang sayang


Kita harungi bersama berdua


Sampai ke hari tua...


Dimas :


Hingga ke akhirnya...


Angga :


Engkaulah cinta terindah...


Randy :


Engkaulah satunya...


Angga :


Sampai ke hari tua


Randy :


Menjadi milikku


Hingga ke hujung nyawa


Huuu uuu uu


Mencintaimu...


Mencintaimu...


Mencintaimu...


Perjalanan cinta yang sungguh penuh rintangan yang luar biasa, menjadikan Laura dan Randy mengerti akan artinya kebahagian yang sesungguhnya. Kebahagian yang mereka dapat karena menggantungkan harapannya kepada sang Khalik, yang sama sekali tak pernah terduga-duga. Sesuai dengan firman-Nya :


“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).


~TAMAT ~


Oke guys jangan lupa bantu dukung novel ku yang ASYAQOH BILLAH ya😉. Terimakasih....


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,😉


IG : @febiayeni21

__ADS_1


FB : Febi Ayeni


WA: 0856 6669 098


__ADS_2