Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 38


__ADS_3

"SHOFIA?" Ucap Rizky pelan dengan ekspresi kagetnya dan kemudian Rizky pun berjalan mendekati Shofia. Shofia adalah tunangan Rizky, mereka menjalin hubungan sejak masa kuliah dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk tunangan sebagai tanda pembuktian keseriusan Rizky kepada Shofia. Namun semua kepercayaan yang Shofia berikan kepada Rizky kini telah berubah menjadi kecewa.


"Hah, SHOFIA??" Tanya Laura dalam hati.


"Rizky, kamu jahat!" Ucap Shofia dengan mata yang sangat berkaca - kaca.


"SHOFIA, SHOFIA dengerin penjelasan aku dulu!" Ucap Rizky sambil memegang kedua tangan Shofia.


"Ga ada yang perlu dijelasin, Ky!" Jawab Shofia sambil melepaskan genggaman tangan Rizky dari tangannya.


"SHOFIA, SHOFIA ini ga seperti yang kamu lihat!" Ucap Rizky sambil menarik paksa tangan kanan Shofia agar membalikkan badannya ke arah Rizky.


"Aku ga butuh penjelasan apa - apa lagi dari kamu!" Jawab Shofia dengan air mata yang terus mengalir.


"Nih, anggap aja tunangan kita ga pernah terjadi!" Ucap Shofia sambil melepaskan cincin tunangan di jari manis kirinya dan meletakkan cincin itu di telapak tangan kanan Rizky. Kemudian Shofia pun pergi meninggalkan Rizky.


"SHOFIAAA!" Teriak Rizky.


Disaat Rizky ingin mengejar langkah Shofia tiba - tiba ada suara benda jatuh dari danau. Rizky pun membalikkan badannya ke arah danau di belakangnya. Dan ternyata ketika ia membalikkan badannya Laura yang berada di jembatan kayu itu sudah tidak ada di tempat itu. Rizky mulai curiga dengan suara itu dan Rizky pun segera berlari ke jembatan itu dan berhenti mengejar Laura.


Shofia yang merasa Rizky tak lagi mengejarnya pun membalikkan badannya kebelakang. Begitu hancurnya hati Shofia saat ia melihat Rizky yang justru malah sibuk mencari Wanita yang membuat hatinya hancur.


Ternyata dugaan Rizky benar yang terjatuh di danau itu tak lain adalah Laura. Rizky pun segera menolong Laura yang tercebur dan tidak sadarkan diri itu.


Rizky pun telah berhasil membawa Laura ke daratan. Rizky pun segera menekan telapak tangannya di bagian tengah dada Laura. Beberapa detik kemudian Laura pun batuk dan mengeluarkan air dari mulutnya.


"Uhuuk uhukk"


"Salsha kamu ga apa - apa?" Tanya Rizky dengan sangat khawatir.


"Aku ga apa - apa kok, uhuuk!" Jawab Laura yang masih batuk.

__ADS_1


"Kak, kejar tunangan kakak sebelum dia benar - benar marah besar!" Lanjut Laura.


"Tapi kamu gimana?" Tanya Rizky yang masih khawatir dengan kondisi Laura saat ini.


"Aku ga apa - apa kok kak!" Jawab Laura lagi.


"Yaudah nanti kamu minta baju ganti aja sama anak - anak kecil itu ya, di villa aku ada Bik Sum yang bisa bantu kamu!" Ucap Rizky.


Kemudian Rizky pun berlari mencari keberadaan Shofia, namun Rizky tak menemui Shofia dimana pun. Rizky juga mencoba menelpon Shofia berkali - kali namun Shofia tidak menjawab panggilan itu.


Tuuuuttt.... Tuuuutt..... Tuuuutttt .....


Nomor yang anda tuju tidak menjawab.


"Shofia, kamu dimana sih angkat dong telfonya!" Ucap Rizky sambil mencoba terus menghubungi Shofia.


Tuuuuttt.... Tuuuutt..... Tuuuutttt .....


Nomor yang anda tuju tidak menjawab.


Sedangkan Shofia yang berada di dalam mobilnya hanya dapat menangis tak henti - henti sambil sesekali memukul - mukul setir mobilnya.


"Aku benar - benar ga nyangka kamu tega mengkhianati aku, Ky!" Ucap Shofia.


"Kamu ingkari janji yang kamu buat!" Ucap Shofia lagi dengan air mata yang terus mengalir.


Akhirnya Shofia pun menghentikan mobilnya di depan sebuah gerbang berwarna keemasan yang bertulis nomor *C 01*. Shofia pun memasuki kehalaman rumah dengan nomor *C 01* itu setelah security membuka pintu gerbangnya.


Shofia pun buru - buru keluar dari mobilnya dan kemudian menekan bel rumah itu sampai pada akhirnya seorang salah satu pembantu yang ada dirumah itu membukakan pintu untuk Shofia.


Kleekkk!

__ADS_1


"Eh non Shofia, silahkan masuk non!" Ucap Bik Imah dengan ramah.


"Chika ada Bik?" Tanya Shofia.


"Ada non di kamarnya!" Jawab Bik Imah sambil menunjuk arah kamar Chika.


CHIKA?


Ya Chika adalah sepupunya Shofia. Mereka memang sudah akrab sejak kecil, maka tak heran jika Shofia sering keluar masuk rumah Chika begitu saja karena Chika sudah menganggap Shofia seperti kakak kandungnya Chika sendiri.


Shofia pun kini sudah menaiki anak tangga untuk menemui Chika di kamarnya. Shofia langsung membuka pintu kamar Chika yang memang tidak dikunci itu. Shofia yang melihat Chika yang sedang berbaring sambil memainkan handphone nya pun langsung duduk di samping Chika. Chika yang terkejut dengan kedatangan Shofia secara tiba - tiba pun segera duduk dan melihat wajah Shofia yang membelakanginya.


"Chika!" Ucap Shofia sambil memeluk tubuh Chika. Seketika tangis Shofia pun pecah yang membuat Chika semakin bingung dengan Shofia.


"Kak Shofia kenapa sih?" Tanya Chika sambil melepaskan pelukan Shofia dan kemudian memegang kedua bahu Shofia.


"Kakak berantem lagi sam kak Rizky?" Tanya Chika lagi karena Shofia tidak menjawab pertanyaannya dari tadi. Shofia hanya menganggukkan kepalanya yang berarti IYA.


"Kak, kakak berantem gara - gara apa lagi sih kok sampai nangis segininya kali?" Tanya Chika lagi sambil memegang kedua tangan Shofia.


Saat Chika mengelus - elus jari jemari Shofia ada yang aneh Chika rasakan. Chika pun melihat tangan kiri Shofia dan ternyata benar yang Chika cari - cari tidak ada.


"Lho cincin tunangan kakak mana?" Tanya Chika dengan ekspresi terkejutnya.


"Kakak putus sama Rizky, Chik!" Jawab Shofia dengan air mata yang terus mengalir.


Ayo guys, koment - koment di bawah ya. kira - kira Shofia dan Rizky akan tetap bersatu ga ya? 🤔


Terimakasih guys yang sudah berpartisipasi. Jangan lupa terus like, dan koment novel saya ya guys dan yang belum masukkan novel saya ke favorite segera masukkan ya guys biar kalian ga ketinggalan update ceritanya. 😉


Ig : @febiayeni

__ADS_1


fb : Febi Ayeni


__ADS_2