Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 126


__ADS_3

Note: Sebelum mulai baca, download dulu tuh lagu Virgon - Move On, biar ikut nyanyi bareng😊


"Aliya, kamu ngapain disitu?" tanya Echa yang kemudian menghampiri Aliya yang masih berdiri di balkon kamar Laura.


"Kakak kamu mana Aliya?" tanya Echa terkejut melihat apa yang Aliya lihat.


"Kak Laura kabur Ma," jawab Aliya yang langsung memeluk tubuh Echa.


"Kabur?" tanya Echa terkejut.


"Iya Ma, kak Laura kabur karena Aliya Ma. Maafin Aliya ya Ma," jawab Aliya dengan mata yang mulai berkaca-kaca, dan kemudian Aliya pun melepaskan pelukannya.


"Yaudah kamu sarapan dulu sana, habis itu kita cari kakak kamu!" pinta Echa.


"Ga usah Ma, kak Laura butuh waktu sendiri dulu Ma, kalau kak Laura udah tenang pasti dia pulang kok," jawab Aliya sambil menghapus air matanya yang terjatuh.


"Yaudah, tapi kamu tetap cari tau dimana Laura ya Al, Mama ga mau anak Mama kenapa-kenapa!" pinta Echa sambil mengelus kepala Aliya.


"Iya Ma, Aliya pasti tetap cari tau kak Laura dimana," jawab Aliya sambil tersenyum.


****


💬Laura


Assalammu'alakum Mas. ✔️✔️ 12.15


💬Mas Dimas


Wa'alaikumsalam Ra,


Ada apa Ra? ✔️✔️ 12.16


💬Laura


Mas sibuk ga siang ini? ✔️✔️12.16


💬Mas Dimas


Ga, kenapa ya Ra? ✔️✔️12.16


💬Laura


Makan siang di cafe move on yuk, Laura mau cerita, ✔️✔️12.17


💬Mas Dimas


Yaudah, kita jumpa di sana ya. ✔️✔️ 12.17


💬Laura


Iya Mas. ✔️✔️12.17


Laura pun langsung bersiap-siap untuk segera pergi ke cafe move on, dan ternyata Dimas sudah terlebih dahulu sampai disana.


"Mas, maaf ya Laura telat," ucap Laura yang kemudian duduk didepan Dimas.


"Iya ga apa-apa kok," jawab Dimas sambil tersenyum.


"Yaudah pesan dulu aja makanannya!" pinta Dimas sambil menunjuk daftar menu.


"Iya Mas," jawab Laura.


Setelah Laura dan Dimas memesan makanan akhirnya Laura pun mulai bercerita tentang keluhannya.


"Mas, kenapa sih urusan percintaan Laura selalu rumit gini?" tanya Laura.

__ADS_1


"Ra, semuanya pasti ada hikmahnya kok, mungkin aja Allah lagi mempersiapkan surprise untuk kamu," jawab Dimas yang kemudian tersenyum.


"Ini mbak, mas pesanannya," ucap pelayan cafe move on.


"Iya makasih mbak," jawab Laura dan Dimas bersamaan.


"Udah ah cerita sedih-sedihnya nanti dulu deh, Mas laper soalnya," ucap Dimas cengengesan.


"Mas ini bisa aja buat Laura gagal nangis," jawab Laura yang kemudian tersenyum.


Disaat Laura dan Dimas sedang asik bersenda gurau, Randy yang ternyata juga ada di cafe move on pun langsung naik ke panggung untuk menyumbangkan suaranya.


Virgon - Move On


Di sini bersama hati yang tak mengerti


Kau bukan milikku lagi


Kau di sana bersama cintanya yang tak sempurna


Namun dirimu bahagia


Ku mencari sosok yang selalu aku bandingkan dengan dirimu


Kau temukan dia yang tak lebih baik dariku


Namun dia bahagiakanmu


Aku sadar betapa bodohnya diriku


Yang sia-siakan kamu


Dan ku menyesal saat kau melangkah tuk pergi


Tinggalkan aku sendiri di sini


Aku memang belum move on (aku belum move on)


Dari kamu yang selalu terima kekuranganku


Aku memang belum move on (aku belum move on)


Aku belum bisa move on (aku belum move on)


Berdamai dengan diriku atas semua salahku


Aku belum bisa move on (aku belum move on)


Dari pertengkaran malam itu saat kau pergi dari hidupku


Aku belum bisa move on…


Aku sadar betapa bodohnya diriku


Yang sia-siakan kamu


Dan ku menyesal saat kau melangkah tuk pergi


Tinggalkan aku sendiri di sini


Aku memang belum move on (aku belum move on)


Dari kamu yang selalu terima kekuranganku


Aku memang belum move on (aku belum move on)

__ADS_1


Aku belum bisa move on (aku belum move on)


Berdamai dengan diriku atas semua salahku


Aku belum bisa move on (aku belum move on)


Dari pertengkaran malam itu saat kau pergi dari hidupku


Aku belum bisa move on…


Aku belum bisa move on…


Aku belum bisa move on…


Aku belum bisa move on…


Aku belum bisa move on…


Aku belum bisa move on…


Prok Prok Prok Prok...


Suara tepuk tangan pengunjung cafe move on terdengar sangat meriah setelah mendengarkan suara Randy bernyanyi. Laura yang masih asik mengobrol dengan Dimas sama sekali tak menyadari bahwa lagu tersebut di tujukan untuk dirinya dan Dimas. Sepanjang Randy bernyanyi di atas panggung, ia hanya menatap ke satu arah dimana Laura dan Dimas duduk.


Tanpa menghiraukan Randy yang bernyanyi untuk mereka berdua, Laura dan Dimas justru memilih untuk membahas masalah mereka, karena di saat seperti ini adalah momen yang tepat untuk mereka membahas masalah ini, sebab takkan ada orang yang akan fokus dengan mereka. Laura yang merasa sangat sedih tanpa sengaja meneteskan air matanya, sehingga membuat Dimas benar-benar tidak tega. Dimas pun mencoba untuk menghapus air mata Laura dengan tangannya. Randy yang baru saja ingin memulai bernyanyi untuk kedua kalinya, melihat Dimas menghapus air mata Laura, Randy langsung turun dari panggung dan berlari untuk menepis tangan Dimas. Randy yang sangat emosi melihat Dimas menyentuh Laura pun tanpa pikir panjang langsung memukul pipi kanan Dimas.


"BRENGSEK LO, " teriak Randy yang baru saja menumbuk pipi Dimas.


"GUE UDAH PERCAYAIN LAURA KE LO TAPI APA YANG LO LAKUIN," ucap Randy yang tidak memberikan izin Dimas untuk berbicara.


"Randy, lo apa-apaan sih datang-datang langsung buat keributan gini," bentak Laura.


"Gue cuma ga mau cewek yang gue sayang disakiti sama cowok brengsek kayak dia," jawab Randy sambil menunjuk Dimas yang masih memegangi pipinya yang memar karena pukulan Randy.


"Kalau ga tau masalahnya ga usah ikut campur deh," ucap Laura dengan sangat emosi. Laura pun langsung menyandang tasnya dan meletakkan uang untuk membayar makanannya dan Dimas.


"Gue belain lo tapi kenapa lo malah marah-marahin gue?" tanya Randy nyolot.


"Gue ga butuh di belain sama orang kasar kayak lo," ucap Laura sambil menunjuk wajah Randy.


"Yok Mas kita pergi!" pinta Laura, "gue ga mau liat orang kasar kayak dia lagi," lanjut Laura dengan menatap tajam kedua bola mata Randy. Dimas dan Laura pun akhirnya pergi meninggalkan Randy yang masih berdiam diri di tempat tadi.


"Dasar cewek murahan," ucap Randy yang membuat telinga Dimas panas.


"APA LO BILANG?" tanya Dimas sambil memegang kerah baju Randy.


"Cewek lo, cewek murahan," jawab Randy santai. Sontak langsung membuat sebuah pukulan mendarat di pipi kanan Randy.


"Mas Dimas udah, ayok kita pergi!" perintah Laura sambil melepaskan tangan Dimas dari baju Randy.


"Gue ga nyangka Ran, mulut lo ringan banget ngomong itu," ucap Laura dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Gue kira lo orang baik, tapi ternyata gue salah nilai lo," lanjut Laura dengan air mata yang mulai mengalir dipipinya.


"Udah Ra, ayok kita pergi" ajak Dimas, "mas ga mau ngotorin tangan mas lagi sama orang seperti dia," lanjut Dimas yang kemudian pergi meninggalkan Randy dan Laura.


"Lo jahat Ran," ucap Laura dengan tatapan yang sangat dalam. Laura pun langsung pergi meninggalkan Randy sendirian.


Oke guys segini dulu ya, maaf ya typo😊


Gimana guys gampang ketebak ga alur ceritanya?


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,😉

__ADS_1


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni


__ADS_2