
Setelah kejadian menyedihkan yang Aulia alami hari ini membuat ia berpikir keras bagaimana cara melunasi hutang tantenya yang begitu besar.
“HUTANG TANTE KAMU ITU 3 MILIYARAN!” bentakan rentenir itu masih ternyiang-nyiang dipikiran Aulia.
Air mata Aulia perlahan menetes membasahi pipinya saat rentenir itu meringankan hutang tantenya asalkan Aulia mau menikah dengan anaknya.
“Hutang tante kamu akan lunas apabila kamu mau nikah dengan anak saya, karena saya liat-liat kamu mirip sekali dengan Almarhumah calon istri Axel yang membuatnya depresi.”
“Kalau kamu mau menikah dengan Axel semua hutang tante kamu akan lunas!” kata-kata yang selalu ternyiang-nyiang dibenak Aulia.
“***JANGAN MAU LI JANGAN!”
“Tapi kalau kamu ga mau terpaksa tante kamu harus di penjara.”
“Oke gue mau.”
“AULIAAA!!!”
“Kapan kamu kelulusan?”
“Dua hari lagi."
“Baiklah di hari kelulusan kamu itu lah hari pernikahan kamu***.”
“AAAGGHH!!!” Aulia berteriak seraya meremas rambutnya sendiri.
“ANGGAAAA!!!” teriak Aulia dengan air mata yang bercucuran deras membasahi pipinya.
Hari ini adalah hari kelulusan bagi Aulia, namun Aulia terlihat sangat murung di sudut sekolah dengan memegang selembar kertas beasiswa. Angga yang melihat Aulia berdiam diri seperti saat ini pun datang menghampiri Aulia.
“Sayang!”
“Gimana hasilnya bagus, kan?” tanya Angga seraya merangkul pundak Aulia.
Aulia meremas kertas beasiswa itu dan menghapus kasar air matanya.
“Yank kamu kenapa?” tanya Angga yang sangat terkejut melihat Aulia tiba-tiba menangis seperti ini.
Angga lalu merampas kertas yang sudah di remas oleh Aulia secara paksa, “apa ini yank?” tanya Angga lagi.
“Bukan apa-apa,” jawab Aulia yang mencoba merebut kertas tersebut dari tangan Angga, namun Aulia gagal.
Angga lalu membuka kertas tersebut dengan sangat hati-hati. Kedua bola mata Angga seketika terbelalak melihat isi kertas tersebut.
“Yank kamu dapat beasiswa di Singapore?” tanya Angga.
Aulia kembali menangis, “kamu hebat kamu hebat,” puji Angga seraya memeluk tubuh Aulia.
Angga lalu melepaskan pelukannya ketika mendengar isak tangis Aulia.
“Are you ok?” tanya Angga seraya memegang pipi Aulia dengan kedua tangannya.
Aulia menggelengkan kepalanya, “kenapa? Kamu ga mau jauh dari aku?” tanya Angga.
“Bukan itu masalahnya,” jawab Aulia.
“Terus?” tanya Angga dengan menatap wajah Aulia yang sudah menunduk.
__ADS_1
Aulia lalu menangis lagi, Angga yang tak tega melihat Aulia menangis seperti ini kemudian menyandarkan kepala Aulia ke dada bidangnya seraya mengelus-elus kepalanya.
“Kamu ga usah takut, cerita aja Li!” pinta Angga.
“Aakuuu... akuu...” Aulia benar-benar tak mampu untuk melanjutkan ucapannya.
“Kamu kenapa?” tanya Angga.
“Aku boleh ga meluk kamu?” jawab Aulia dengan kembali melontarkan pertanyaan.
Angga lalu tersenyum, “boleh.”
Aulia kemudian memeluk erat tubuh Angga dengan tangis yang semakin menjadi-jadi. Setelah beberapa menit Aulia memeluk tubuh Angga, Aulia lalu melepaskan pelukannya.
Aulia lalu memberikan sebuah amplop yang berisi surat kepada Angga.
“Aku minta maaf,” ucap Aulia yang langsung berlari meninggalkan Angga yang masih kebingungan itu.
“Li kemana?” tanya Angga namun, Aulia sama sekali tak menjawab pertanyaan Angga itu.
Angga yang penasaran kemudian langsung membuka surat yang Aulia tulis untuknya.
Dear Angga,
Sebelumnya aku mau berterimakasih banyak kepada kamu yang selalu ada untuk aku.
Aku benar-benar bahagia bisa menjadi bagian dari hidup kamu.
Aku benar-benar bahagia bisa menjadi pacar kamu.
Kamu begitu tulus menyayangiku.
Kamu membuat ku menjadi lebih berharga.
Kamu selalu sabar menghadapi aku yang seperti ini.
Kamu sudah banyak berkorban buat aku.
Jujur, sebenarnya aku ga mau nyakitin perasaan kamu seperti ini.
Tapi aku harus jujur sama kamu, bahwa sebenarnya aku hamil.
“HAMIL?” tanya Angga yang benar-benar tak menyangka.
Kamu pasti terkejut kan mengetahui ini semua?
Aku mengkhianati kamu Ngga.
Aku bodoh udah nyia-nyiain orang sebaik dan setulus kamu Ngga.
Dan hari ini aku akan menikah dengan selingkuhan aku Ngga.
Aku tau kamu pasti kecewa saat mengetahui ini semua.
Tapi aku juga ga mau buat kamu lebih menyesal karena harus bertanggung jawab untuk hal yang sama sekali tidak pernah kamu lakukan.
Aku tau kamu pasti akan membenci ku setelah ini.
__ADS_1
Aku ikhlas Ngga.
Aku minta maaf telah merepotkan kamu selama ini.
Maaf Ngga.
Kamu berhak mendapatkan wanita yang lebih baik lagi dari aku Ngga.
Selamat tinggal Angga, aku mencintai kamu.
~AULIA~
Air mata Angga seketika mengalir di pipinya, “Li, kenapa Li kenapa?” tanya Angga pada dirinya sendiri.
Angga kemudian mengejar langkah Aulia yang mungkin masih berada di lingkungan sekolah ini. Angga menoleh kanan dan kiri mencari keberadaan Aulia, hingga pada akhirnya Angga menemui Aulia yang baru saja mau menaiki mobil.
“AULIA!” panggil Angga.
Aulia lalu menoleh kearah sumber suara, “ANGGA,” ucap Aulia terkejut.
“Tan, bentar ya!” pinta Aulia, Luna pun menganggukkan kepalanya.
Angga lalu memegang kedua tangan Aulia, “Li kamu bohong, kan?” tanya Angga, “kamu ga benaran hamil, kan?” tanya Angga lagi.
Air mata Aulia seketika mengalir membasahi pipinya. Aulia sama sekali tak mampu menatap kedua bola mata Angga.
“Li liat mata aku Li!” perintah Angga.
Aulia lalu menatap sejenak kedua bola mata Angga, “maafin aku ga,” jawab Aulia.
“Li, biar aku yang bertanggung jawab atas anak itu!” pinta Angga memohon.
Aulia lalu menggelengkan kepalanya, “ga Ngga, kamu ga berhak bertanggung jawab karena ini bukan kesalahan kamu,” jawab Aulia.
“Li, aku sayang sama kamu Li, aku ingin kita terus bersama-sama!” pinta Angga.
Aulia lalu melepaskan genggaman tangan Angga, “maaf ga, aku ga mau kamu terluka lagi,” jawab Aulia yang kemudian meninggalkan Angga begitu saja.
“Aulia, Aulia please!” pinta Angga yang masih mencoba menahan Aulia yang baru saja memasuki mobil.
Angga lalu memukul-mukul pelan kaca mobil Aulia, “Aulia please, aku mau bersama kamu Li!” teriak Angga.
“Jalan Pak!” perintah Aulia kepada supirnya.
Angga berteriak saat mobil Aulia sudah meninggalkannya, “AULIAAAA!!!”
Tangis Angga seketika pecah begitu saja menyaksikan kepergian Aulia. Angga benar-benar rapuh saat ini, ia benar-benar tak mampu harus apa saat ini. Angga lalu pulang dengan wajah lesunya mengendari sepeda motornya. Angga yang sedang dilanca kesedihan pun tanpa sadar ia kehilangan fokus begitu saja, hingga pada akhirnya sebuah mobil menyerempetnya.
Yang sabar ya guys, sebenarnya disini pemeran utamanya bukan 2 orang tapi 3 yaitu Angga, Aliya dan Aulia. Maaf ngasih taunya telat. Saya sengaja ngasih taunya telat, karena kalau di kasih tau dari awal ga surprise dong. Maaf ya guys🙏🙏
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman,
IG : @febiayeni21
FB : Febi Ayeni
__ADS_1