
"Mbak, bentar Mbak!" perintah pria itu yang sudah berada di depan Laura yang seketika membuat langkah Laura terhenti secara tiba-tiba.
"Ohh, sorry Mas ini uang minuman saya tadi," ucap Laura yang langsung mengambil dan menyodorkan uang dua puluh ribu rupiah dari saku celananya kepada pria tersebut.
"Saya bukan mau minta uang Mbak kok," jawab pria itu sambil menolak uang dua puluh ribu rupiah milik Laura.
"Terus ada apa ya Mas?" tanya Laura sambil memasukkan kembali uangnya.
"Perkenalkan saya Dimas Mbak," jawab Dimas pria yang dari tadi bersama Laura.
"Kalau boleh tau nama Mbak siapa ya?" tanya Dimas dengan sangat sopan.
"Nama saya Laura Mas," jawab Laura sambil tersenyum.
"Kalau gitu saya pergi dulu ya Mas, Assalammu'alakum." Sambung Laura sambil tersenyum dan melangkah pergi meninggalkan Dimas yang masih berdiri ditempat itu.
"Wa'alaikumsalam," jawab Dimas yang begitu terpukau dengan keramahan Laura.
"Laura, nama yang indah seperti orangnya." Gumam Dimas yang setia memperhatikan Laura yang sudah menjauh darinya.
KRIIIIINGGGGG.....
Telpon genggam milik Dimas berdering tanda ada panggilan masuk.
"Halo Ma," ucap Dimas santai.
"Kamu lagi dimana Dim?" tanya Mama Dimas
"Aku lagi di taman Ma," jawab Dimas, "emangnya kenapa Ma?" tanya Dimas.
"Papa masuk rumah sakit lagi Dim, kamu cepat kesini ya di rumah sakit yang biasa!" perintah Mama Dimas dengan nada bicara yang menunjukkan ke khawatirannya terhadap suaminya.
__ADS_1
"Oke Ma, Dimas kesana sekarang." Jawab Dimas yang mulai panik.
Dimas yang begitu khawatir dengan Papanya pun berlari ke arah parkiran. Dimas yang tidak terlalu memperhatikan sekelilingnya pun tanpa sengaja menabrak seorang wanita.
"Ehh, maaf Mbak saya ga sengaja," ucap Dimas yang berada tepat didepan wanita yang terjatuh olehnya.
"Lain kali hati-hati dong Mas," jawab wanita tersebut sambil membersihkan pakaiannya yang terkena pasir.
"Sekali lagi saya minta maaf ya Mbak, saya buru-buru soalnya," ucap Dimas lagi sambio menjulur tangannya memberikan bantuan kepada wanita tersebut. Saat wanita tersebut menoleh ke arahnya, Dimas pun terkejut karena ternyata wanita tersebut tak lain adalah Laura.
"LAURA," ucap Dimas yang tak menyangka.
"Mas Dimas," ucap Laura yang juga terkejut melihat seorang pria yang membuatnya terjatuh.
"Sekali lagi saya minta maaf ya Ra," ujar Dimas lagi dengan wajah yang sangat kebingungan.
"Iya ga apa-apa kok Mas," jawab Laura sambil berdiri tanpa menyentuh tangan Dimas sama sekali.
"Iya Mas, ga apa-apa kok." jawab Laura sambil tersenyum.
"Assalammu'alakum," ucap Dimas yang kemudian pergi meninggalkan Laura.
"Wa'alaikumsalam," jawab Laura yang tersipu melihat ketampanan Dimas.
"Mas Dimas ternyata tampan juga ya," gumam Laura yang tersenyum-senyum malu.
"Gue harap Mas Dimas adalah orang yang gue cari selama ini." Gumam Laura lagi.
Laura yang begitu bahagia karena bertemu dengan Dimas di taman membuatnya tersenyum sendiri. Terlihat senyum yang merekah lebar dibibir Laura membuat Aliya kebingungan, karena Laura sudah jarang sekali menunjukkan keceriaannya semenjak banyaknya masalah-masalah yang hadir di kehidupan Laura yang membuatnya sering kali melamun seorang diri.
"Ih kak Laura, kenapa sih kok senang banget?" tanya Aliya yang penasaran.
__ADS_1
"Mau tau aja atau mau tau banget?" tanya Laura kembali dengan tersenyum bahagia.
"Ihh kak Laura, kasih tau dong," ucap Aliya sambil mengikuti langkah kaki Laura yang berjalan menuju kamarnya.
"Jadi tadi kakak ketemu orang dia tu sopan banget," jawab Laura yang sudah berada diatas tempat tidurnya sambil memeluk boneka Doraemon pemberian dari Chika ketika ia masih duduk di bangku SMA.
"Pasti cowok, kan?" tebak Aliya sambil tersenyum.
"Emm, kayaknya bukan deh," jawab Laura sambil mendorong pelan punggung Aliya agar keluar dari kamarnya.
"Lah, jadi bencong maksud kakak?" tanya Aliya dengan wajah polosnya.
"Ya bukan, tapi laki-laki." Jawab Laura sambil tertawa karena berhasil membuat Aliya bertanya-tanya.
"Ihh kakak, kebiasaan deh ngerjain Aliya kayak gitu," ucap Aliya dengan muka cemburutnya.
"Biarin, week😋" ejek Laura yang langsung menutup pintu kamarnya dan membiarkan Aliya berada di luar kamarnya.
"Ihh kakak, bukain dulu pintunya Aliya belum selesai nanya!" perintah Aliya dengan nada merengek sambil menggedor-gedor pintu kamar Laura.
"Adek ku yang super kepo, nanti aja ya ceritanya kakak mau mandi dulu," ujar Laura yang membuka sedikit pintu kamarnya sambil mencubit pelan pipi cubby Aliya.
"Iih kak Laura," rengek Aliya yang dibuat kesal oleh Laura yang tak kunjung menjawab pertanyaannya dengan serius. Aliya yang kesal pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
Hai guys, sorry ya up nya cuma sedikit, lama lagi upnya sorry ya. Oh ya saya ada target nih untuk bulan maret mau upnya 1 sampai 2 episode perhari maka dari itu saya ga bisa up banyak dulu bulan ini maaf ya guys.
Makasih juga ya yang masih setia nunggu novel ini up. Sekali lagi saya minta maaf🙏🙏
TERIMAKASIH.....
IG : @febiayeni
__ADS_1
FB : Febi Ayeni