
“Gimana tu?” tanya Aliya penasaran.
Randy melirik kesekelilingnya untuk memastikan bahwa tak ada orang yang mencurigakan. “Menurut gue sih gini aja Al, kan hari ini gue mau jalan nih sama Laura, jadi nanti bakalan ada orang suruhan gue yang bakalan fotoin gue dan Laura, nah nanti fotonya gue kirim ke Angga. Jadi intinya seolah-olah Laura ga setia gitu.” Ucap Randy menjelaskan.
“Tapi Kak Randy dekatin kak Laura bukan mau mainin perasaan kak Laura kan?” tanya Aliya yang sedikit khawatir.
“Ya ga lah Al, ga mungkin lah gue nyakitin cewek yang gue sayang,” jawab Randy dengan meyilangkan kedua tangannya didada.
“Al udah jam berapa?” tanya Randy.
“Jam 10.45 kak,” jawab Aliya polos.
“Telat dong gue,” ucap Randy sambil meletakkan uang 50 ribuan di bawah minumannya.
“Santai aja kali kak, kak Laura pasti nungguin kok,” jawab Aliya yang kemudian menyeduh Lemon Tea miliknya.
“Yaudah kalau gitu gue berangkat dulu ya Al, Assalammu’alakum.” Ucap Randy yang sangat terburu-buru.
“Wa’alaikumsalam,” jawab Aliya.
Randy yang baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba kembali menghampiri Aliya yang masih duduk santai. “Oh ya Al, tempat yang Laura pengen kunjungi apa sih?” tanya Randy.
“Emm, danau Sanghyang Heuleut sih yang pengen banget kak Laura kunjungi tapi belum kesampaian.” Jawab Aliya.
“Pas banget,” ucap Randy yang kemudian pergi meninggalkan Aliya.
“Ga jelas banget sih kak Randy, apanya coba yang PAS?” tanya Aliya sambil menggelengkan kepalanya heran.
Back,
“Oh ya Kak, gimana soal pernikahan kakak sama mas Angga, masih berlanjut?” tanya Aliya dengan sangat hati-hati.
__ADS_1
Laura yang sedang asik bebaring sambil mengkhayal pun langsung bangkit mendengar pertanyaan yang Aliya lontarkan. “Oh iya Kakak belum cerita ya sama kamu?” tanya Laura.
Aliya menggelengkan kepalanya, “belum, kakak ga ada cerita ke Aliya kok.” Jawab Aliya.
“Kalau seandainya kakak sama Angga tetap nikah kamu bakalan sedih ga?” tanya Laura sambil menatap kedua bola mata Aliya.
Sejenak Aliya menundukkan kepalanya dan berkata, “ ya mau gimana lagi kak, namanya juga takdir, mungkin Aliya aja yang terlalu berharap.” Jawab Aliya yang mulai sedih.
Melihat Aliya yang sedih, Laura langsung memeluk tubuh Aliya seraya berkata, “Aliya sebelumnya kakak minta karena kakak baru ngomong sekarang,” ucap Laura yang di hadiahi dengan ekspresi kaget dari Aliya. Aliya sontak melepaskan pelukan Laura.
“Jadi kakak udah mulai suka sama mas Angga?” tanya Aliya terkejut, Laura menganggukan kepalanya.
Laura berjalan dan menghentikan langkahnya tepat di jendela kamarnya, “cewek mana sih yang ga suka sama cowok seperti Angga, iya sih Angga cukup cuek tapi entah kenapa cueknya dia itu berkomitmen dimana dia ga mau ngebaperin banyak cewek.” Jawab Laura yang membuat mata Aliya mulai berkaca-kaca.
“Terus kenapa kakak tetap mau di ajak jalan sama kak Randy?” tanya Aliya yang menatap punggung Laura.
“Karena kakak ingin sejenak menenangkan diri,” jawab Laura tersenyum.
“Kalau gitu Aliya minta maaf kak, Aliya ga bakalan ganggu hubungan kakak dengan mas Angga lagi,” ucap Aliya sambil menghapus air matanya.
Laura terkejut saat Aliya berkata tak akan mengganggu hubungannya lagi, Laura membalikkan badannya menghadap punggung Aliya.
“Maksud kamu apa Al?” tanya Laura penasaran.
“Sebenarnya yang buat kak Randy telat datang ke taman itu adalah Aliya kak. Aliya pikir kak Laura masih mencintai kak Randy, jadi Aliya dan kak Randy buat rencana untuk membatalkan pernikahan itu. Setelah kakak berangkat ke taman tadi, Aliya langsung pergi ke cafe untuk ngatur rencana bareng kak Randy. Dan kak Randy bilang, dia nyuruh orang untuk fotoin kalian berduaan dan foto itu akan di kirim ke mas Angga, biar kelihatan bahwa sebenarnya kakak benar-benar ga niat nikah sama mas Angga.” Jawab Aliya yang kembali meneteskan air matanya.
Laura yang mendengar penjelasan dari Aliya, spontan langsung memeluk Aliya dari belakang.
“Aliya janji kak, Aliya ga bakalan lakuin hal yang aneh-aneh lagi. Aliya terlalu egois dengan perasaan Aliya sendiri sehingga Aliya lakuin hal-hal bodoh seperti itu. Kak Laura udah banyak berkorban buat Aliya, sampai-sampai kakak di tampar sama mama karena belain Aliya.” Ucap Aliya sambil menghapus air matanya.
Laura melepaskan pelukannya dan kemudian memutar tubuh Aliya agar dapat berhadapan dengannya. Laura memegang kedua tangan Aliya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
“Aliya, kakak sama sekali ga merasa terganggu dengan rencana kamu dan Randy untuk batalin pernikahan kakak dan Angga, justru kakak senang, karena kakak batal nikah dengan Angga.” Ujar Laura yang kemudian tersenyum.
Laura melepaskan genggaman tangannya dan berjalan menuju tempat tidur dan duduk di pinggir tempat tidurnya. “Sebenarnya pernikahan kakak dan Angga memang udah gagal,” ucap Laura yang spontan membuat kedua bola mata Aliya terbelalak.
“Hah, kok bisa?” tanya Aliya penasaran.
“Kakak cuma ga mau kamu terluka Al,” jawab Laura yang kemudian tersenyum.
“Tapi bukannya kakak udah mulai suka sama mas Angga?” tanya Aliya yang kini duduk disamping Laura.
Laura tersenyum, “bukannya suka itu relatif ya?” tanya Laura, “yang sulit untuk di ikhlaskan itu cinta, karena cinta sudah mencangkup semuanya, kalau suka hanya awal dari semuanya.” Lanjut Laura dengan tersenyum lebar.
“Coba kakak tanya sama kamu, kamu lebih baik kehilangan orang yang kamu suka atau kehilangan orang yang kamu cinta?” tanya Laura.
“Yah lebih baik kehilangan orang yang kita suka lah kak,” jawab Aliya.
“Nah kalau begitu kamu udah tau kan, kenapa kakak mau nerima tawaran Randy untuk jalan sama dia?” tanya Laura sambil mengerutkan alis matanya.
Aliya sejenak terdiam, sesaat kemudian Aliya menghapus bersih semua air matanya seraya berkata, “itu artinya kakak masih cinta dong sama kak Randy?” tanya Aliya dengan mata yang berbinar-binar.
Laura tersenyum penuh makna. “Alhamdulillah,” ucap Aliya sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
Oke guys segini dulu ya, 😊
Oh ya terimakasih banyak ya yang sampai saat ini masih setia dengan novel Aku Pergi ini. Dan saya sebagai penulis novel ini mohon maaf yang sebesar-besarnya karena saya jarang balas koment kalian semua, tapi saya liat kok dan justru malah saya tunggu-tunggu. Saya akan membalasnya ketika jaringan saya bersahabat hehehe😊.
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman,😉
IG : @febiayeni
__ADS_1
FB : Febi Ayeni