
Malam ini adalah malam minggu yang bertepatan dengan malam dimana Randy dan Chika akan bertunangan. Acara 15 menit lagi sudah harus dimulai namun Chika belum melihat Laura ada di antara tamu - tamunya yang datang.
"Laura kok belum datang ya?" Tanya Chika dalam hati sambil melihat kanan dan kiri mencari keberadaan Laura.
"Yank nyari siapa sih?" Tanya Randy yang tiba - tiba menepuk pundak Chika dari belakang.
"Hmm, ga nyari sahabat aku yank dia belum datang!" Jawab Chika yang masih mencari keberadaan Laura.
"Mungkin bentar lagi juga datang yank!" Ucap Randy sambil merangkul Chika.
"Yaudah yuk siap siap acaranya udah mau di mulai nih!" Lanjut Randy.
"Yaudah yuk!" Jawab Chika yang sedikit kecewa karena Laura sampai sekarang belum juga datang.
Akhirnya tiba juga acara yang dinanti - nanti semua orang yang berada disana. Pertukaran cincin antara Chika dan Randy sudah dimulai.
Laura yang baru saja datang bersama Aliya terpaksa harus menyaksikan moment menyakitkan ini. Laura berusaha tersenyum melihat Chika dan Randy yang resmi bertunangan. Setelah pertukaran cincin acara selanjutnya adalah pesta yang dinanti para tamu undangan.
Chika yang sudah melihat Laura pun segera menghampiri Laura dan Aliya berada dengan mengajak Randy untuk berkenalan dengan Laura.
"Laura, kenalin ini Randy yang sekarang udah resmi jadi tunangan gue!" Ucap Chika sambil tersenyum bahagia.
"Hai, gue Randy!" Ucap Randy sambil menjulurkan tangan kanannya. Laura terkejut dengan sikap Randy yang seolah - olah sama sekali tidak mengenalnya.
"Laura!" Jawab Laura sambil menjabat tangan Randy dan kemudian langsung melepaskannya.
"Emm, Chika gue ke toilet bentar ya!" Ucap Laura.
"Oh iya Ra, nanti kita cerita - cerita lagi ya!" Jawab Chika sambil tersenyum.
Laura pun langsung berlari kecil ke arah kamar kecil untuk menenangkan dirinya. Mata Laura sudah mulai berkaca - kaca tak sanggup dengan apa yang ia lihat hari ini. Laura meluapkan semua rasa sakitnya saat ini dengan menangis. 15 menit kemudian Laura pun keluar dari kamar mandi tersebut agar Chika tak curiga. Laura yang sedang asik merapikan gaunnya pun terkejut karena seorang pria tiba - tiba mendekatinya yang membuat Laura perlahan - lahan berjalan mundur hingga langkah Laura terhenti saat punggungnya sudah menabrak dinding.
__ADS_1
"Randy, lu mau ngapain?" Tanya Laura ketakutan. Ya pria itu adalah Randy.
"Ra, kenapa lu pergi ninggalin gue waktu itu disaat gue benar - benar membutuhkan lu?" Tanya Randy kembali dengan menatap kedua bola mata Laura begitu tajam seperti ingin menerkam Laura pada saat itu juga.
"Guu.. ee!" Jawab Laura gugup.
"Jawab Laura!" Ucap Randy lagi dengan suara yang mulai meninggi.
"Gue ga bisa jelasin sekarang!" Jawab Laura sambil mendorong tubuh Randy untuk menjauhinya.
"Kenapa Laura, atau lu mau jelasin ke mereka semua yang ada di sana?" Tanya Randy sambil menunjuk tempat pesta pertunangannya berlangsung.
"Gue ga bisa jelasin sekarang Ran, lu harus ngertiin posisi gue sekarang!" Jawab Laura yang langsung berjalan meninggalkan Randy.
"Gue tunggu lu besok jam 4 sore di taman Pelangi, kalau lu ga datang gue bongkar semua rahasia ini ke Chika!" Ucap Randy yang membuat langkah Laura seketika terhenti.
"Oke gue pasti datang!" Jawab Laura dan kemudian melanjutkan langkahnya menuju pesta pertunangan Chika dan Randy.
"Ya ampun Laura lama kali sih lu di toilet ngapain sih?" Tanya Chika sambil merangkul pundak Laura.
"Kita lanjutin ngobrol - ngobrolnya di sana yuk Ra, sambil duduk biar ga pegel berdiri mulu!" Ucap Chika dan Laura pun hanya tersenyum.
"Oh ya Ra, kenalin ini kakak sepupu gue!" Ucap Chika.
"Hai, Shofia!" Ucap Shofia kakak sepupu Chika.
"Laura!" Jawab Laura sambil menjabat tangan Shofia.
"Nah, kalau ini kak Rizky tunangan kak Shofia!" Ucap Chika sambil menunjuk Rizky yang sedang mengunyah brownis.
"Udah kenal kita!" Jawab Rizky santai.
__ADS_1
"Lho, kok bisa yank?" Tanya Shofia terkejut.
"Iya dia itu cucu dari Bapak angkat dari Papa aku yank!" Jawab Rizky.
"Kok kamu ga cerita sih yank?" Tanya Shofia lagi sambil memukul - mukul tangan kiri Rizky.
"Aku aja baru tau yank, yank!" Jawab Rizky santai.
"DOORRR!" Ucap Randy yang datang tiba - tiba.
"Apaan sih kamu yank datang - datang ngagetin aja!" Ucap Chika sambil memukul pelan tangan kanan Randy.
"Biar ga garing lho yank!" Jawab Randy yang kemudian duduk disamping Chika.
"Oh ya guys, tau ga tadi gue jumpa orang pas mau ke toilet terus gue pelotin kayak gini!" Ucap Randy sambil mempraktekkannya.
"Emangnya gue nyeremin ya, sampai - sampai di lari ketakutan lho!" Lanjut Randy. Laura terkejut saat Randy mengatakan hal yang baru ia alami tadi.
"Hahaha😂"
"Memang parah lu Ran, Ran!" Ucap Rizky sambil tersenyum.
Laura pura - pura tertawa mendengarkan lelucon Randy yang sebenarnya menyakitkan buat Laura, tetapi Laura mencoba menutupi kejadian yang sebenarnya agar mereka semua tidak mengetahuinya. Malam ini adalah malam terindah bagi Chika namun kebalikan untuk Laura.
Kira - kira gimana ya kalau Chika tau Laura masih menginginkan Randy?
Coret - coret dibawah dong guys biar author semangat lanjutinnya😉.
Terimakasih guys yang sudah berpartisipasi. Jangan lupa terus like, dan koment novel saya ya guys dan yang belum masukkan novel saya ke favorite segera masukkan ya guys biar kalian ga ketinggalan update ceritanya.
Dan kasih bintang 5 nya juga ya guys di bagian deskripsi novel saya.😉
__ADS_1
Ig : @febiayeni
fb : Febi Ayeni