Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 2


__ADS_3

“Kok kalian tau sih kita disini?” tanya Laura.


“Tau dong, kan ini hari libur,” jawab Aliya.


“Kalian berdua ngapain sih disini?” tanya Randy ketus, “gangguin kita aja,” lanjutnya.


Angga menyenggol lengan Randy pelan, “idiihh, pede banget sih lo,” jawab Angga dengan memberikan tatapan sinisnya, “ini kan tempat umum, ya suka-suka kita dong mau kesini,” lanjutnya.


“Iya, kenapa Kak Randy jadi sewot,” sambung Aliya seraya membela Angga suaminya.


“Kak Laura aja ga masalah kan, Kak?” tanya Angga sambil memberikan kode kepada Laura.


Laura tersenyum, “iya iya, kalian boleh kok disini,” jawab Laura.


“Kok kamu belain mereka sih yank?” tanya Randy kesal.


Laura kembali tersenyum seraya menatap kedua bola mata Randy, “biarin aja lah yank, kan seru ramai-ramai,” jawab Laura.


“Tu dengarin,” tukas Angga seraya menjulurkan lidahnya kepada Randy. Randy yang merasa terpojokkan hanya dapat menunjukkan ekspresi kesalnya karena tak ada yang membelanya.


Aliya kemudian berdiri dan langsung merangkul tangan Angga yang masih duduk disamping Randy. “Yank, kesana aja yuk!” ajak Aliya seraya menunjuk sebuah jembatan.


“Yaudah yok,” jawab Angga yang kemudian berdiri.


Setelah Angga dan Aliya pergi, Laura tersenyum melihat Randy yang masih merengut. Laura kemudian memeluk Randy dari samping lalu berkata, “jangan cemberut gitu deh,” ledek Laura sambil mencubit pipi Randy.


Randy lalu memberikan isyarat agar Laura mencium pipinya. Laura tersenyum malu dan kemudian melepaskan pelukannya. Randy terkejut saat Laura melepaskan pelukannya, “lho kok di lepas...” Randy terdiam sejenak saat Laura mengecup pipinya secara tiba-tiba, “sih yank?” lanjut Randy dengan ekspresi terkejutnya.


Laura lalu tersenyum malu seraya memandang lurus ke depan. Senyum bahagia terlukis jelas di bibir Randy ketika mendapati perlakuan romantis dari Laura. Randy mengelus-elus pipinya, “ga bakalan gue cuci sampai seminggu,” ujar Randy yang sedang dilanda kebahagian yang hakiki saat ini.


Laura menatap sinis kedua bola mata Randy, “ih kok jorok banget sih kamu yank?” tanya Laura.


“Biarin aja, yang penting bekas ciuman kamu ga luntur,” jawab Randy terkekeh.


“Idiih, yaudah kalau gitu kamu tidur di sofa aja entar!” ancam Laura.


“Lah kok gitu sih yank?” tanya Randy kecewa.


“Abisnya kamu jorok sih,” jawab Laura santai.


Randy kemudian menghadapkan Laura agar bisa berpapasan dengannya.

__ADS_1


Laura lalu menatap kedua bola mata Randy dengan tatapan kebingungan.


“Yank!” panggil Randy.


“Apaan?” tanya Laura bingung.


“Yank, kamu ga bakalan ninggalin aku, kan?” tanya Randy yang membuat Laura benar-benar terkejut.


“Kenapa kamu nanyain itu?” jawab Laura dengan kembali melontarkan pertanyaan.


“Yank, kalau kamu ingin pergi ninggalin aku, tolong beritahu aku, agar aku bisa menyiapkan sekotak keikhlasan untuk melepaskanmu lagi!” pinta Randy dengan tatapan penuh harapan.


Randy lalu mengecup kedua tangan Laura seraya menundukkan kepalanya dan berkata, “please jangan pergi lagi dari ku, beri aku kesempatan untuk menjadi isi dari kotak kebahagian kamu, yank!” pinta Randy lagi. Tanpa sengaja Randy meneteskan air matanya yang dari tadi terbendung.


Laura kemudian menegakkan kepala Randy dengan sangat lembut. Laura menatap kedua bola mata Randy dalam-dalam, “kenapa harus kotak?” tanya Laura seraya tersenyum.


Randy kemudian menyandarkan kepala di pundak Laura, “karena kotak itu seperti kertas. Dan kertas itu tak akan menarik ketika tak ada goresan tinta di atasnya. Kamu adalah sebuah kertas kosong, dan aku adalah sebuah tinta yang akan mengisi hari-harimu.” Air mata Randy mengalir tanpa henti dipipinya, “dulu aku pernah menyakiti kamu berulang kali,” tanpa sadar Laura juga ikut menangis seraya mengelus-elus rambut indah Randy, “tapi berulang kali juga kamu memaafkan aku.”


Laura kemudian menegakkan kepalanya Randy sambil menghapus air mata Randy, “aku benar-benar ga nyangka bisa miliki kamu seperti sekarang yank. Aku sangat bersyukur kepada Allah yang telah menyatukan kita dalam ikatan suci ini.” Lanjut Randy yang benar-benar tak kuasa menahan tangisnya.


Laura kemudian mendekap tubuh Randy, “terkadang aku merasa tak pantas menjadi pendamping hidup kamu yank,” ujar Randy.


“Yank, kamu ga boleh bilang gitu, Allah udah beri apa yang kita inginkan, itu artinya kita harus mampu menjaga, menghargainya, dan yang terpenting adalah banyak-banyak bersyukur, karena tanpa ridho-Nya kita ga mungkin bisa seperti saat ini.” Jawab Laura seraya mengelus-elus rambut Randy.


Laura tersenyum bahagia, “bimbing aku sampai ke jannah-Nya ya yank!” pinta Laura.


“Insyaallah aku akan menjadi suami yang amanah untuk kamu yank,” jawab Randy tersenyum.


“Yank, kamu lucu ya,” ujar Laura.


“Hah? lucu?” tanya Randy kebingungan.


Laura menganggukkan kepalanya, “iya lucu. Kamu tu ya di depan orang lain kelihatan sangar banget tapi aslinya malah cengeng kayak gini,” ledek Laura terkekeh.


“Siapa bilang aku cengeng?” tanya Randy.


“Buktinya tadi nangis,” jawab Laura.


“Ya itu beda lah yank,” ucap Randy, “aku nangiskan karena aku ga mau kehilangan bidadari surga ku,” tukas Randy seraya mencubit hidung Laura.


“Aww, sakit tau,” Laura meringis kesakitan.

__ADS_1


“Eh sorry-sorry kekencangan ya?” tanya Randy seraya mengelus-elus hidung Laura.


“Kamu kebiasaan amat sih nyubit-nyubit hidung aku,” jawab Laura merengek.


“Iya iya maaf deh, ga sengaja,” ucap Randy, “abisnya kamu gemesin sih,” lanjut Randy seraya tersenyum.


“Yank pulang yok udah sore nih!” pinta Laura yang melirik jam tangannya sudah menunjukkan pukul 17.05 WIB.


“Yaudah yuk,” jawab Randy yang langsung berdiri.


Laura mengulurkan kedua tangannya keatas, “tologin,” rengek Laura manja.


Randy tersenyum dan kemudian langsung menggendong tubuh Laura, “eh yank mau ngapain kamu?” tanya Laura yang terkejut melihat tingkah Randy yang tak lihat-lihat tempat.


“Mau ceburin kamu,” jawab Randy santai.


Laura mengalungkan kedua tangannya di leher Randy, “haaa, jangan!” pinta Laura merengek.


Randy terkekeh, “haha, ya ga mungkinlah aku ceburin bidadari seperti kamu ke danau yank,” jawab Randy yang membuat Laura tersipu malu, “lebih baik ke laut haha,” lanjut Randy lalu terkekeh.


Laura sontak langsung memukul-mukul pelan punggung Randy. Randy hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil ini.


“Yank aku mau turun, aku malu diliatin orang-orang!” pinta Laura seraya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Randy.


“Udah yank ga usah malu, orang yang sedang dimabuk cinta seperti kita ini dunia berasa milik berdua kok,” jawab Randy sambil terus berjalan melewati para pengunjung.


Hai-hai guys, apa kabar nih?


Sesuai janji nih aku udah up tanggal 1 ya☺


Oh ya guys, aku mau ngasih tau sesuatu nih sama kalian semua, kalau di season ini lebih dominan ke ceritanya Aliya dan Angga ya guys, jadi entar jangan ada yang protes ya kalau lebih sering muncul Aliya dan Angga daripada Laura dan Randy.


Terimakasih yang udah mau ngertiin😊


Dan untuk yang mau masuk grub WA Aku Pergi langsung chat aja ya atau juga bisa masuk di grub chat Febi Ayeni dulu. 👍


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,


IG : @febiayeni21

__ADS_1


FB : Febi Ayeni


__ADS_2