
Flashback off,
“Yaudah aku masuk dulu ya yank,” ucap Laura yang sudah berada di depan pintu ruangan kerjanya.
Randy kemudian mencium kening Laura dan mengelus-elus lembut kepala Laura, “kamu hati-hati kerjanya!” perintah Randy dengan penuh kelembutan.
Laura lalu mencium punggung tangan kanan Randy, “iya, kamu juga hati-hati ya yank,” jawab Laura.
“Aku berangkat dulu ya, Assalammu’alakum,” ucap Randy yang langsung berjalan meninggalkan Laura.
“Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,” jawab Laura, “eh yank tunggu dulu!” perintah Laura yang seketika menghentikan langkah kaki Randy.
Randy berbalik, “kenapa lagi yank?” tanya Randy.
“Masalah Aulia tadi jangan di kasih tau Aliya dulu ya!” pinta Laura seraya menundukkan kepalanya, “aku takut Aliya jadi ga fokus ngerjain skripsinya,” lanjut Laura.
Randy tersenyum, “iya, kamu tenang aja. Ada waktunya Aliya akan tau masalah ini semua,” jawab Randy.
Randy kemudian kembali mengelus kepala Laura, “udah jangan terlalu dipikirin!” pinta Randy, “kita liat aja nanti kedepannya gimana. Kalau seandainya Aulia menggangu dan Angga terima begitu aja, kita akan langsung turun tangan. Untuk sementara waktu ini, kita diam aja dulu,” lanjut Randy dengan bijak.
Laura lalu tersenyum, “makasih ya yank,” ucap Laura.
****
Malam ini Aliya benar-benar tidak bisa tidur karena skripsi miliknya masih belum selesai. Angga yang kelelahan terbaring di atas tempat tidur dengan posisi menghadap ke arah Aliya yang sedang bergelut dengan laptopnya.
“Yank!” panggil Angga dengan mata mengantuk.
“Hmm,” Aliya hanya berdehem.
“Kamu kok belum tidur sih?” tanya Angga seraya mengubah posisinya menjadi duduk.
“Ini belum kelar yank,” jawab Aliya yang masih fokus dengan laptopnya.
Angga kemudian berjalan menghampiri Aliya, “ga bisa dilanjutin besok emang?” tanya Angga yang kemudian melingkarkan kedua tangannya di leher Aliya.
“Bisa sih yank, tapi lagi pengen aja ngerjain sekarang,” jawab Aliya santai.
Angga lalu duduk disamping Aliya, “mau aku bantuin?” tanya Angga menawarkan bantuan.
“Emang bisa?” jawab Aliya yang kembali melontarkan pertanyaan.
Angga menatap kedua bola mata Aliya dengan tatapan sinisnya, “kamu lupa aku dosen apa?” tanya Angga ketus.
__ADS_1
Aliya terkekeh, “hehe, aku taunya kamu dosen kiler doang,” jawab Aliya santai.
Angga lalu mencubit pipi cubby Aliya gemas, “aku ini udah jadi suami kamu masih aja di bilang dosen kiler.”
“Aww, sakit yank,” ucap Aliya meringis kesakitan. Angga kemudian melepaskan cubitannya.
“Kamu kalau dirumah aja sok romantis kayak gini coba di luar mana ada seromantis ini,” ledek Aliya.
Angga menatap kedua bola mata Aliya sinis, “ngajak gelut kamu ya,” tukas Angga.
Aliya sontak langsung menyimpan tugas skripsinya, “ga ih, sensi amat sih, lagi dapet ya,” ledek Aliya lagi.
Aliya kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.
“Mau ngapain kamu?” tanya Angga.
“Mau tidur lah,” sahut Aliya dari dalam kamar mandi.
“Kamu mau tidur di kamar mandi yank?” tanya Angga lagi.
Aliya sama sekali tidak menjawab pertanyaan Angga sampai ia benar-benar selesai berwudhu.
“Kamu mau tidur di kamar mandi yank?” lagi-lagi Angga menanyakan hal yang sama.
Angga kemudian memeluk tubuh Aliya, “kok meluk-meluk sih?” tanya Aliya kebingungan.
“Tadi kamu bilang dingin,” jawab Angga polos.
Aliya lalu menoyor pelan hidung Angga, “minta dimanja bilang, ga usah modus dong,” ledek Aliya terkekeh.
“Biarin aja, kan modusnya berfaedah,” jawab Angga yang tak mau kalah.
“Ya ya ya ya,” sahut Aliya yang tak mau debat. “Oh ya yank, besok anterin aku cek kandungan dong!” pinta Aliya seraya tersenyum lebar.
“Jam berapa?” tanya Angga yang kemudian melepaskan pelukannya.
“Jam 9 bisa?” jawab Aliya yang kembali melontarkan pertanyaan.
“Jam 9 ya?” tanya Angga lagi, Aliya lalu menganggukkan kepalanya, “emm, bisa kok. Kebetulan aku besok ngajarnya siang sampai sore kok,” lanjut Angga seraya merekahkan senyumannya.
Angga kemudian membopong tubuh Aliya begitu saja sehingga membuat Aliya benar-benar terkejut.
“Apaan sih yank pakai acara digendong segala,” ucap Aliya.
__ADS_1
“Besok pagi kita kan mau cek kandungan jadi kamu harus istirahat sekarang!” perintah Angga.
“Tapi yank aku boleh request rumah sakitnya ga?” tanya Aliya penuh semangat.
Angga lalu menurunkan tubuh Aliya tepat di atas tempat tidurnya, “ya boleh lah yank,” jawab Angga seraya merekahkan senyuman termanisnya.
“Yaudah kalau gitu aku mau kita ke rumah sakit tempat kita pertama kali tau kalau aku lagi ngandung,” ucap Aliya begitu sangat antusias.
Deg, jantung Angga serasa mau copot ketika Aliya memintanya untuk kembali ke rumah sakit itu. Rumah sakit yang membuatnya teringat akan masa lalunya lagi. Angga terdiam mendengar ucapan Aliya.
“Kenapa harus ke rumah sakit itu sih? Emangnya kamu ga tau ya, kalau dokter kandungannya itu mantan aku? Emangnya kamu ga tau cewek yang kamu cemburuin beberapa waktu yang lalu itu dia? Emangnya kamu ga takut kalau aku di peluk sama dia lagi?” pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam benak Angga yang tak pernah mampu untuk ia ungkapan secara langsung kepada Aliya.
Angga benar-benar takut kalau seandainya Aliya tau bahwa dokter kandungan itu adalah mantannya, Aliya bakalan setres dan akan mmpengaruhi kondisi janinnya nanti.
Aliya lalu mencubit pelan perut Angga, “kok malah diam sih yank?” tanya Aliya kebingungan.
Angga tersenyum paksa, “hehe, ga kok yank aku ga apa-apa,” jawab Angga gugup.
“Kamu kenapa sih yank kok gugup gitu?” tanya Aliya.
“Emm, ga apa-apa kok yank,” jawab Angga yang kemudian naik ke atas tempat tidurnya.
“Kamu mau kan ke rumah sakit itu lagi?” tanya Aliya lagi.
“Emangnya kenapa harus ke rumah sakit itu sih yank? Kenapa ga rumah sakit lain aja?” tanya Angga.
“Aku suka tau cara dokter itu menjelaskan,” jawab Aliya seraya tersenyum manis.
“Namanya juga dokter yank, ya harus bisa menjelaskan dengan baik dong,” jawab Angga yang berusaha untuk biasa-biasa saja.
Hai guys, Aliya balik lagi nih, mana nih suaranya yang pada kangen sama Aliya? 😁
Setelah beberapa hari Aliya cuti gimana nih perasaan kalian?
Oh ya btw maaf ya guys belum bisa balas komentar kalian satu-satu, tapi aku selalu baca kok cuma belum bisa balas aja, taulah ya untuk membalasnya butuh jaringan yang bersahabat☺ eh malah curhat😁😁
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman,
IG : @febiayeni21
FB : Febi Ayeni
__ADS_1