
Angga yang tak ingin menambah masalah untuk Aliya, karena kedekatannya dengan Aliya saat ini pun hanya bisa mengirim pesan dari What'sApp.
2 pesan baru,
💬Mr. Galak
Assalammu'alakum Al, ✔️✔️ 10.12
💬Mr. Galak
Al, lagi ada kelas ga? ✔️✔️ 10.12
"Ngapa ni orang, tumben ngechat," ucap Aliya dalam hati.
💬Aliya
Wa'alaikumsalam,
Nanti sih ada, ✔️✔️ 10.15
💬Mr. Galak
Jam berapa? ✔️✔️ 10.15
💬Aliya
13.00 Pak, kenapa emangnya? ✔️✔️ 10.16
💬Mr. Galak
Bisa minta tolong ga? ✔️✔️ 10.16
💬Aliya
Minta tolong apa Pak? ✔️✔️ 10.16
💬Mr. Galak
Bantuin isikan nama tamu untuk undangan kak Laura dan kak Dimas, ✔️✔️ 10.17
💬Aliya
Kapan? ✔️✔️ 10.17
💬Mr. Galak
Sekarang bisa? ✔️✔️ 10.17
💬Aliya
Bisa, tapi perginya sendiri-sendiri aja ya pak, ✔️✔️ 10.18
💬Mr. Galak
Oke, kamu tunggu di cafe move on aja ya, aku mau ambil undangannya dulu! ✔️✔️ 10.18
💬Aliya
Iya, tapi jangan lama-lama ya! ✔️✔️ 10.19
__ADS_1
💬Mr. Galak
Siap Nona Batagor☺ ✔️✔️ 10.19
"Nona Batagor," ucap Aliya sambil tersenyum.
💬Aliya
Iya Raden Batagor,🙄 ✔️✔️ 10.20
"Bisa aja lo balasnya Al," ucap Angga sambil geleng-geleng.
Aliya kemudian segera bersiap-siap menuju cafe move on. Aliya langsung memasukkan bukunya yang masih berada di atas meja ke ranselnya. Ya Aliya tadi ada kelas sekitar jam 8 pagi sampai jam 9 pagi dan akan dilanjutkan dengan mata kuliah lain sekitar jam 1 siang nanti. Aliya langsung menyandang ranselnya dan berjalan melewati Dona. Ingin sekali rasanya ia menyapa Dona, namun apalah daya saat ini diam adalah cara terbaik, karena tak menutup kemungkinan jika Aliya menyapa duluan akan ada bendera perang yang akan berkibar.
"Sorry Don, saat ini gue ga bisa nyapa lo dulu, gue belum siap untuk nambah masalah," ujar Aliya dalam hati dan kemudian Aliya pun pergi meninggalkan Dona yang masih berdiam diri.
"Al, gue kangen sama lo, tapi gue takut lo salah paham lagi sama gue, maafin gue ya Al," ucap Dona dalam hati.
Aliya pun langsung memesan ojek online untuk mengantarnya ke cafe move on. Sekitar 20 menit kemudian akhirnya Aliya sampai di cafe move on. Angga sudah dari 5 menit yang lalu duduk di cafe move on menunggu Aliya datang. Angga kira Aliya akan duluan sampai makanya ia buru-buru ambil undangannya, eh ternyata yang ia anggap tidak bakalan ngaret malah ngaret.
"Aduh Pak Angga, sorry-sorry saya terlambat," ucap Aliya sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Saya paling ga suka yang namanya terlambat, silahkan skot jump 10 kali!" perintah Angga yang membuat Aliya ketakutan.
"Hah, skot jump 10 kali? disini? yang benar aja Pak? rame kayak gini lagi," tanya Aliya bertubi-tubi.
"Iya," jawab Angga santai.
"Seriusan?" tanya Aliya sambil melirik sekelilingnya.
"Iya serius," jawab Angga.
"Udah lakuin aja siapa suruh telat!" perintah Angga. Dengan sangat terpaksa Aliya pun meletakkan kedua tangannya di belakang lehernya untuk memulai aksinya. Disaat Aliya mau loncat, Angga pun langsung menengur Aliya.
"Eeits, mau ngapain?" tanya Angga.
"Tapi mau skot jump," jawab Aliya polos.
"Udah-udah duduk kamu!" pinta Angga yang membuat Aliya kebingungan. Aliya yang tak mau membuat Angga berubah pikiran pun langsung duduk di depan Angga.
"Gimana Al, keren ga akting aku?" tanya Angga.
"Jadi yang tadi itu akting?" jawab Aliya dengan pertanyaan kembali.
"Iya, udah cocok ga jadi aktor?" tanya Angga sambil menaik turunkan alis matanya.
"Udah deh Pak Angga ga usah sok-sokan jadi aktor segala deh, buat orang badmood aja." Jawab Aliya kesal.
"Udah sini mana undangan sama nama-nama tamu yang mau di undangnya!" pinta Aliya yang benar-benar badmood dibuat Angga.
"Nih, semuanya ada di situ," jawab Angga sambil memberikan undangan dan daftar tamunya.
"Ini nih Pak Angga mau nyiksa saya atau gimana sih, banyak amat?" tanya Aliya sambil memegang setumpuk undangannya.
"Kak Dimas nyuruhnya segini kok," jawab Angga polos.
"Jadi menurut kamu, aku cocok ga jadi aktor?" tanya Angga sambil tersenyum.
"Ihh Pak Angga," jawab Aliya sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal itu.
__ADS_1
"Pak Angga mau di cap se-indonesia orang jahat?" tanya Aliya yang kemudian mengambil buku menu yang ada disampingnya.
"Emangnya aku jahat ya?" tanya Angga polos.
"Pak Angga tu ga jahat tapi kejam," jawab Aliya santai.
"Masa sih aku segitunya?" tanya Angga.
"Pak Angga tanya aja sendiri di kampus," jawab Aliya ketus.
"Kamu kenapa sih jutek amat dari tadi?" tanya Angga kebingungan.
"Salah Pak Angga sih udah tau orang lagi halang... " jawab Aliya terpotong.
"Halangan?" tanya Angga pelan.
"Ihh Pak Angga ngeselin amat sih. Pokoknya Aliya ga mau tau, Pak Angga harus traktir Aliya makan sama minum di sini sepuasnya, karena Pak Angga udah buat Aliya kesal!" perintah Aliya kesal.
"Iya iya, tenang aja kalau gitu. Udah pesan gih, aku juga haus!" pinta Angga.
"Oke," Jawab Aliya. Aliya pun langsung memanggil pelayan dan memesan makanan dan minuman yang ia suka.
Setelah beberapa saat kemudian pesanan Aliya pun datang. Dengan senyum yang merekah dibibir manisnya melihat makanan dan minuman yang ia pesan, tanpa aba-aba dia langsung melahap spaghetti pesanannya tanpa malu-malu.
"Aliya, makannya pelan-pelan kali nanti keselek lho!" pinta Angga.
"Saya laper Pak," jawab Aliya dengan makanan yang masih ada di mulutnya.
"Pak Angga malu?" tanya Aliya setelah menyedot minumannya.
"Aku sih ga malu, tapi kamu emangnya ga malu kalau di liatin orang-orang?" jawab Angga dengan pertanyaan kembali. Aliya pun langsung melirik kesekelilingnya dan syukurlah tak ada yang memperhatikannya.
"Iya maaf-maaf," jawab Aliya yang langsung menurunkan kecepatan makannya.
"Yaudah kamu makan lagi, biar kuat nyatatnya!" pinta Angga yang kemudian menyedot minumannya. Aliya pun kemudian melanjutkan makannya begitu juga dengan Angga. Setelah selesai makan Aliya langsung mengerjakan tugas-tugasnya yang masih menumpuk itu.
"Pak Angga," panggil Aliya sambil tetap asik menulis.
"Aliya, bisa ga panggilnya Mas aja ga usah pakai Pak segala, aku nih bukan bapak kamu!" pinta Angga yang juga ikut membantu Aliya untuk menulis nama tamu undangan.
"Iya, sorry-sorry kebiasaan," jawab Aliya, "Mas Angga, menurut Mas aku harus gimana sih sama Dona?" tanya Aliya yang menghentikan jarinya untuk menulis.
"Jadi kamu sama Dona masih belum baikkan?" tanya Angga.
"Aliya bingung Mas, harus ngomong apa sama Dona," jawab Aliya sambil menekuk wajahnya.
"Aliya, Mas kan udah pernah bilang kamu aja yang minta maaf duluan, apapun resikonya nanti kamu harus hadapi Aliya, Dona itu sahabat kamu lho, semarah apapun dia ke kamu pasti dia tetap maafin kamu. Aliya, meminta maaf duluan itu bukan berarti yang selalu salah tapi seberapa besar ia mampu melawan keegoisannya sendiri. Dan meminta maaf duluan itu, juga bukan hal yang buruk, justru akan menjadikan hati seseorang lebih lembut. Mas tau itu hal yang sulit, namun tau kah kamu, seseorang akan dikatakan pintar jika ia mampu menyelesaikan soal yang sulit baginya bukan bagi orang lain, karena ketika ia berjuang memecahkan suatu masalah yang sulit bagi dirinya sendiri, itu artinya ia berusaha untuk menjadi lebih baik dari dirinya yang sebelumnya." Ucap Angga panjang lebar.
"Kenapa Aliya ga pernah kepikiran soal itu ya Mas?" tanya Aliya.
"Karena kamu selalu berpikir bahwa kamu itu yang benar dan Dona yang salah. Tapi kalau kamu pikir-pikir lagi belum tentu di mata Dona kamu yang benar kan, maka dari itu kalian harus bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin, coba lah untuk saling mengalah." Jawab Angga yang membuat Aliya benar terharu dengan sifat asli Angga dibalik ke galakannya itu.
Oke guys segini dulu ya, jangan lupa berikan koment-koment terbaik kalian ya,😉
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman, 😉
IG : @febiayeni
__ADS_1
FB : Febi Ayeni