Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 97


__ADS_3

"Pak Angga mau kemana sih?" tanya Sinta sambil cengengesan tidak jelas.


"Bukan urusan kamu," jawab Angga cuek.


"Yaudah kemana pun Pak Angga pergi pokoknya aku ikut," ucap Sinta sambil cengengesan tidak jelas. Angga sama sekali tidak mau merespon Sinta lagi karena ia tau semakin ia merespon Sinta maka sinta akan semakin menjadi-jadi.


"Loh loh loh, kok ke rumah sakit sih Pak, Pak Angga sakit apa?" tanya Sinta namun Angga sama sekali tidak menjawabnya.


"Pak Angga sakit apa sih?" tanya Sinta lagi dan lagi-lagi Angga hanya diam tak bergeming sama sekali.


"Ihh Pak Angga jawab," rengek Sinta sambil menghadang langkah Angga sehingga Angga terpaksa menghentikan langkahnya.


"Saya ga sakit, sebenarnya kamu ngapain sih ngikuti saya mulu?" tanya Angga yang mulai emosi.


"Ya aku cuma mau nemani kamu aja kok," jawab Sinta dengan sangat manja. Angga yang mendengar ucapan Sinta pun langsung mengambil jalan lain untuk menghindari Sinta.


"Pak Angga dengarin aku dulu," rengek Sinta yang kembali menghadang jalan Angga.


"Dengarin apa lagi, saya lagi buru-buru ini," jawab Angga sambil menahan emosinya.


"Aku suka sama kamu, kamu mau kan jadi pacar aku?" tanya Sinta dengan sangat manja.


"Tiga hal yang saya mau bilang sama kamu, yang pertama saya tidak mau pacaran, yang kedua saya tidak suka sama kamu dan yang ketiga saya sudah punya calon istri.


"Hah calon istri, siapa?" tanya Sinta yang tak percaya.


"Kamu ga perlu tau siapa orangnya, yang pasti dia jauh lebih baik dari kamu," jawab Angga dengan sangat tegas. Dan tanpa Angga sadari Aliya yang ingin keluar dari rumah sakit mendengar semua ucapan Angga barusan.


"Gue terlalu berharap sama lo Angga, gue terlalu percaya diri bahwa lo akan milih gue, tapi ternyata lo udah punya pilihan lo sendiri." Ucap Aliya dalam hati dan tanpa sengaja ia pun meneteskan air matanya. Aliya yang tadinya ingin keluar dari rumah sakit pun mengurungkan niatnya dan langsung kembali ke rumah sakit itu lagi meninggalkan Angga dan Sinta yang sedang berdebat.


"Jadi isu tentang Aliya mau nikah sama kamu itu benar?" tanya Sinta yang tak percaya.


"Bukan urusan kamu, saya mau nikah sama siapa yang penting bukan sama kamu," jawab Angga dengan sangat tegas dan kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan Sinta.


"Liat aja lo Al, tunggu pembalasan dari gue," ucap Sinta dalam hati.


"Lo kira lo bakalan dengan mudah dapatin pak Angga, ga Al karena pak Angga cuma milik gue, milik gue." Ucap Sinta dengan tatapan sinisnya.


Aliya pun akhirnya kembali ke tempat duduknya tanpa membawa apa-apa.

__ADS_1


"Ga jadi beli minumnya Al?" tanya Rizky yang berusaha untuk tetap tenang.


"Ga kak, tiba-tiba hausnya ilang kak," jawab Aliya berbohong padahal sebenarnya ia sangat haus sekali, namun ketika ia mendengar ucapan Angga yang sangat menyakitkan itu ia terpaksa menahan dahaganya.


"Oohh iya deh Al," ucap Rizky dengan sangat lemas.


"Nih Al, minum dulu," ucap Angga sambil memberikan air mineral kepada Aliya yang masih menundukkan kepalanya. Aliya yang terkejut karena tiba-tiba ada seorang pria yang berdiri tepat didepannya. Aliya pun perlahan mengangkat kepalanya dan melihat pria tersebut yang ternyata adalah Angga.


"Udah ambil aja, kamu udah pucat banget, nih aku juga udah beliin kamu roti," ucap Angga sambil memberikan kantong plastik putih yang didalamnya ada roti dan makanan lainnya.


Kini Aliya benar-benar tak mampu menahan air matanya lagi melihat sikap Angga yang terkadang buat ia marah, cemburu, tersenyum dan kadang juga bisa membuatnya terharu. Aliya pun pergi meninggalkan Rizky dan Angga yang masih kebingungan melihat Aliya yang tiba-tiba menangis.


"Aliya, kamu mau kemana?" tanya Angga yang seketika menghentikan langkah Aliya sejenak.


"Aku mau cuci muka, mataku sakit," jawab Aliya yang kemudian berlari kecil ke arah kamar mandi.


"Kak, Aliya kenapa?" tanya Angga kepada Rizky.


"Mungkin dia lagi ada masalah," jawab Rizky santai.


Saat Aliya baru saja mau memasuki kamar mandi, Aliya langsung bertemu dengan Laura yang mau keluar dari kamar mandi. Aliya langsung memeluk erat tubuh Laura dan menangis sepuasnya.


"Kamu kenapa Al?" tanya Laura sambil melepaskan pelukan Aliya.


"Aliya kamu nangis kenapa?" tanya Laura lagi sambil memegangi pipi Aliya.


"Aliya jawab kakak kamu kenapa?" tanya Laura sekali lagi namun Aliya masih belum mau menjawab pertanyaan Laura.


"Aliya mau pulang kak!" pinta Aliya sambil memeluk tubuh Laura lagi.


"Yaudah kalau gitu kita pulang sekarang ya," jawab Laura sambil mengelus-elus kepala Aliya.


"Tapi jangan bilang karena Aliya nangis ya kak sama mereka!" pinta Aliya yang kemudian melepaskan pelukannya.


"Iya, masalah itu biar kakak yang atur," jawab Laura sambil menghapus air mata Aliya.


"Yaudah kamu cuci muka dulu sana!" pinta Laura yang kemudian segera dilakukan Aliya. Setelah Aliya selesai membasuh mukanya Laura pun langsung merangkul Aliya.


"Aliya kamu ga apa-apa?" tanya Angga yang terlihat begitu khawatir dengan kondisi Aliya.

__ADS_1


"Aliya cuma butuh istirahat aja kok," jawab Laura yang kemudian tersenyum.


"Kak Rizky, kita minta maaf ya ga bisa nemanin kakak, soalnya badan Aliya panas banget," ucap Laura sambil mengelus-elus kepala Aliya.


"Kenapa ga dirawat disini aja sih kak?" tanya Angga yang membuat Rizky dan Randy mulai curiga dengan kekhawatiran Angga kepada Aliya yang berlebihan.


"Lo ngapa sih Angga, si Aliya nya ga mau di rawat dirumah sakit kok lo yang heboh sih?" tanya Randy yang membuat Angga jadi salah tingkah.


"Ya kan dirawat dirumah sakit kan lebih intensif sih Ran," jawab Angga.


"Jadi maksud lo, Laura ga mampu gitu nangani Aliya?" tanya Randy yang mulai emosi.


"Ya kan disini ada dokter yang bisa nangani Aliya," jawab Angga santai.


"Angga dengar ya, Laura itu juga dokter ya kali dia ga bisa nangani Aliya," ucap Randy kesal.


"Hah, kak Laura dokter?" tanya Angga yang begitu terkejut dengan ucapan Randy.


"Iya," jawab Randy kesal.


"Udah udah kalian berdua nih apa-apaan sih, malah berantem," ucap Laura yang kesal melihat tingkah Angga dan Randy.


"Yaudah kalau gitu kita pulang dulu ya kak Rizky, maaf ya kak," ucap Laura yang merasa tidak enak harus pulang disaat Chika yang masih belum diketahui kondisinya, namun biar bagaimana pun juga Aliya harus ia utamakan karena Aliya adalah adik satu-satunya.


"Iya ga apa-apa kok," jawab Rizky murung.


"Yaudah kita pulang dulu ya," ucap Laura sambil tersenyum.


"Gue antarin ya," ucap Randy dan Angga secara bersamaan, yang membuat Laura dan Aliya kebingungan.


"Ga usah kita naik taksi aja," jawab Laura sambil tersenyum.


"Kalian berdua mending temanin kak Rizky aja disini!" pinta Laura sambil tersenyum.


Sorry ya guys telat up nya🙏🙏


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


IG : @febiayeni

__ADS_1


FB : Febi Ayeni


__ADS_2