Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 73


__ADS_3

Laura yang baru saja sampai di rumahnya dengan sigap langsung memeriksa kondisi mamanya.


"Gimana kak, Mama ga kenapa kenapa, kan kak?" tanya Aliya yang dari tadi sangat panik.


"Alhamdulillah, cuma darah tinggi Mama tadi naik makanya sampai pingsan," jawab yang kemudian memegang tangan Echa dengan kedua tangannya.


"Alhamdulillah, kalau gitu Aliya tinggal bentar ya kak mau ngerjain tugas tugas Aliya dulu." Ucap Aliya dengan raut wajah yang sangat lelahnya.


"Iya Al, Mama biar kakak aja yang jagain, kamu selesaikan aja dulu tugas tugas kamu!" perintah Laura sambil tersenyum ke arah Aliya.


"Makasih ya kak," jawab Aliya yang ikut tersenyum melihat pengertian Laura kepadanya dan Aliya pun memeluk tubuh Laura dari samping.


"Iya sama sama Al. Kalau kamu sukses nanti, kan kakak juga pasti bangga sama kamu," ucap Laura sambil mengelus tangan Aliya yang melingkar di lehernya.


"Yaudah kalau gitu Aliya tinggal dulu ya kak," jawab Aliya sambil melepaskan pelukannya dan melangkah pergi meninggalkan Laura yang sedang duduk disamping balkon Mamanya.


Jujur saja sebenarnya Laura sangat lelah hari ini, tapi ia tak mau memperlihatkan kelelahannya kepada Aliya. Laura yang melihat Echa terbaring lemah seperti ini hanya bisa berdoa di dalam hati sambil mengelus tangan kiri Echa.


"MAMA," ucap Laura yang terkejut melihat Echa yang tiba-tiba terbangun.


"Mama ga kenapa kenapa, kan?" tanya Laura dengan terus memegang tangan kiri Echa dengan kedua tangannya.


"Cuma sedikit pusing aja kok Ra," jawab Echa yang berusaha untuk bangkit dari tidurnya.

__ADS_1


"Kata Aliya tadi Mama kepleset, kok bisa sih Ma?" tanya Laura yang sangat panik.


"Tadi Mama pusing kali Ra. Pas Mama jalan, Mama keinjak tumpahan minyak jadi Mama kepleset. Setelah itu Mama ga ingat apa-apa lagi." Jawab Echa menjelaskan kronologis kejadian yang menimpa dirinya sore tadi.


"Duh Ma, lain kali Mama harus lebih hati-hati lagi dong Ma. Laura khawatir banget sama Mama." Ucap Laura sambil mengelus-elus bahu Echa.


"Iya Ra, maafin Mama ya jadi ngerepotin kamu," jawab Echa dengan menatap kedua bola mata Laura.


"Laura sama sekali ga ngerasa Mama repotin kok Ma. Malah Laura senang banget bisa bantuin Mama." Ucap Laura sambil memeluk tubuh Echa.


"Makasih ya Ra. Kamu dan Aliya selalu ada buat Mama," jawab Echa sambil membalas pelukan Laura. Mendengar ucapan Echa, Laura hanya bisa tersenyum.


****


"Yeah, udah habis," ujar Laura dengan wajah cemberutnya.


"Yaudah deh beli lagi aja," ucap Laura lagi. Laura pun berjalan menuju tempat pedagang yang berada tak jauh dari tempat istirahatnya.


"Buk, air mineralnya satu ya," ucap Laura dan seorang pria tampan yang baru saja datang itu secara bersamaan. Laura yang terkejut pun sontak melirik ke pria itu sedangkan pria itu hanya tersenyum kearah Laura.


"Yang dingin ya, Buk." Lanjut Laura dan pria itu lagi secara bersamaan.


"Kompak banget sih Mbak sama si Mas nya," ledek ibuk pedagang tersebut.

__ADS_1


"Cuma kebetulan aja kok Buk," jawab Laura dan pria itu lagi dengan serentak.


"Kayaknya Mbak sama Masnya jodoh deh, habisnya kompak banget sih," ledek ibuk pedagang itu lagi. Laura dan pria itu hanya tersenyum mendengar ucapan Ibuk pedagang tersebut.


"Ini Mas, Mbak air mineralnya," ucap Ibuk pedagang tersebut. Pria itu pun mengeluarkan uang senilai lima puluh ribu rupiah kepada Ibuk pedagang tersebut untuk membayar minumannya.


"Nih, buk sekalian sama minuman dia," ucap Pria itu sambil melirik Laura.


"Eh ga usah gue bayar sendiri aja!" perintah Laura yang kemudian langsung mengeluarkan uang dua puluh ribu rupiah.


"Udah ga apa-apa kok," jawab pria itu.


"Makasih ya," ucap Laura sambil memasukkab kembali uangnya.


Laura pun akhirnya berjalan meninggalkan pria itu. Namun tanpa sepengetahuan Laura, pria itu berjalan mengikutinya dari belakang.


Kira-kira siapakah pria itu? 🤔


Hai guys, terimakasih yang masih setia dengan novel ini, jangan lupa klik tanda love nya ya, like dan komentnya juga ya guys.


TERIMAKASIH.....


IG : @febiayeni

__ADS_1


FB : Febi Ayeni


__ADS_2