Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 117


__ADS_3

Setelah beberapa saat Randy pergi dengan mengemudikan mobilnya, Aliya pun langsung keluar dan mencari benda yang Randy buang tadi. Akhirnya Aliya pun menemukan benda yang Randy buang di atas rumput-rumput yang hijau tersebut. Aliya kemudian membuka kotak kecil tersebut.


"Ya Allah ini cincin berlian, itu artinya Kak Randy kesini tadi mau ngelamar Kak Laura dong," ucap Aliya yang begitu terkejut melihat cincin seindah ini yang dibuang Randy begitu saja.


"Ternyata kak Randy benar-benar cinta sama kak Laura, tapi kak Randy terlambat kak Dimas udah terlebih dahulu melamar kak Laura," ucap Aliya yang seketika meneteskan air matanya.


"Kisah cinta mereka begitu rumit, jika gue yang berada di posisi kak Laura, mungkin gue ga kan pernah bisa memilih antara kak Dimas ataupun kak Randy," ucap Aliya sambil menghapus air matanya.


"ALIYA," panggil Echa yang berjalan menghampiri Aliya. Aliya yang mendengar suara Echa pun langsung menyembunyikan cincin tersebut.


"Kamu ngapain disitu?" tanya Echa yang masih berdiri di depan pintu.


"Ga ngapa-ngapain kok Ma," jawab Aliya yang langsung berdiri menghadap Echa sambil tersenyum paksa.


"Ohh yaudah cepat masuk sana bantuin Mama nyiapin makan malam!" pinta Echa yang langsung pergi meninggalkan Aliya yang masih berdiri di hamparan rerumputan hijau.


"Iya Ma," jawab Aliya, "huff untung aja Mama ga curiga," ucap Aliya sambil mengelus dadanya.


"Hah, CURIGA? curiga apanya?" tanya Echa yang ternyata mendengar ucapan Aliya.


"Curiga, bukan curiga Ma, tadi Aliya bilang ada pencuri di kampus Aliya tadi pagi," jawab Aliya ngeles.


"Terus pencurinya udah ketangkap?" tanya Echa.


"Udah kok Ma, tenang aja Mama ga usah khawatir. Lagian Aliya kemana-mana bawa ransel kok," jawab Aliya, Echa pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Huff, hampir aja," ucap Aliya dalam hati.


Sedangkan disisi lain, Randy benar-benar seperti disambar petir berkali-kali di tengah teriknya matahari. Sampai-sampai Randy tak sadar bahwa air matanya telah mengalir deras membasahi pipinya.


"SIAL, GUE TERLAMBAT," ucap Randy sambil memukul-mukul setir mobilnya.


"Ra, kenapa lo ga mau kasih gue kesempatan sih?" tanya Randy sambil terus-terusan memukul setir mobilnya.


"Apa karena gue seburuk itu dimata lo Ra?" tanya Randy yang kemudian menginjak pedal rem mobilnya.


"Gue sayang sama lo Ra," ucap Randy sambil menyandarkan kepala diatas setir mobilnya. Randy benar-benar sedih saat ini, andai saja waktu bisa ia putar maka ia takkan pernah menyakiti hati Laura sedikit pun. Namun penyesalan selalu datang di akhir waktu, ketika nasi sudah berubah menjadi bubur.


Keesokan harinya,


Hari ini Randy benar-benar tidak niat untuk masuk kantor di karenakan hati dan pikirannya yang sangat kacau saat ini. Randy pun menelpon Dimas wakil direktur di perusahaannya.


TUUUTTT... TUUTTT... TUUTTT...


"Assalammu'alakum Dim," ucap Randy dengan nada bicara yang sangat ketus.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, ngapa lo Ran ketus amat?" tanya Dimas.


"Gue lagi ga enak badan hari ini, gue minta tolong sama lo ya. Tolong gantiin tugas gue hari ini!" perintah Randy.


"Aman itu Ran, eh Ran gue mau ngomong nih sama lo," jawab Dimas.


"Ngomong apaan?" tanya Randy.


"Gue besok ambil cuti ya," jawab Dimas cengengesan.


"Mau ngapain lo?" tanya Randy ketus.


"Biasa lah, gue besok mau tunangan." jawab Dimas cengengesan.


"Lo tunangan besok, dan gue ga lo kasih undangan?" tanya Randy yang mulai kesal.


"Salah lo juga kenapa ga kerja hari ini. Entar undangannya gue titip ke Angga aja deh ya," jawab Dimas.


"Terserah lo aja deh Dim, gue lagi badmood ngomong banya sekarang," ucap Randy.


"Kayak cewek aja lo Ran, pakai acara badmood-badmood segala," ledek Dimas sambil cengengesan.


"Bodo amat, udah ah gue mau istirahat dulu. Jangan lupa gantiin gue dulu hari ini!" perintah Randy. Tanpa menunggu jawaban apapun dari Dimas, Randy langsung mematikan telponnya.


"Yaudah ah yang penting hari ini gue fokus sama tugas gue," ucap Dimas sambil tersenyum.


Hari ini Dimas memiliki tugas kantor yang sangat menumpuk ditambah lagi Randy yang tiba-tiba tidak bisa hadir hari ini. Namun, apalah daya mau tak mau Dimas harus tetap tersenyum dalam mengerjakannya, karena baginya mengeluh hanya dapat menambah beban saja. Dimas pun menarik napas panjangnya dan kemudian perlahan-lahan menghembuskannya.


"Huff, Bismillahirrahmanirrahiim," ucap Dimas tersenyum dan kemudian mulai mengerjakan tugas-tugasnya.


Baru sekitar 20 menit Dimas memulai kerjanya, tiba-tiba ia teringat suatu hal yaitu undangan tunangannya dengan Laura yang belum sempat ia ambil.


"Astagfirullahaladzim, gue lupa undangannya kan belum gue ambil," ucap Dimas sambil menepuk keningnya.


"Ini kerjaan benar-benar ga bisa ditinggalin lagi," jawab Dimas yang mulai pusing sendiri.


"Apa gue minta tolong sama Angga aja ya?" tanya Dimas pada dirinya sendiri.


"Yaudah deh, mudah-mudahan dia bisa," jawab Dimas pada dirinya sendiri lagi. Dimas kemudian menelpon Angga.


Tuuuttt... Tuuttt... Tuuttt...


"Halo, Assalammu'alakum," ucap Dimas.


"Wa'alaikumsalam," jawab Angga.

__ADS_1


"Angga, lagi sibuk ga?" tanya Dimas.


"Kebetulan ga kak, hari ini gue cuma stand by aja," jawab Angga santai.


"Tolong ambilin undangan gue dong, gue lupa. Plus jangan lupa sekalian isikan nama-nama yang mau di undang!" perintah Dimas.


"Iya ya, cuma 100 undangan kan yang mau diundang?" tanya Angga.


"Iya, orang-orang terdekat aja!" pinta Dimas.


"Oke oke, nanti gue minta tolong sama Aliya aja untuk bantuin gue nulis nama-nama tamunya," jawab Angga santai.


"Kalau itu mah maunya lo aja," ledek Dimas.


"Yaudah kalau ga mau, ya paling gue ga jadi ngambil undangannya simple kan," jawab Angga santai.


"Perhitungan amat lo sama kakak sendiri," ucap Dimas.


"Yaelah kak Dimas, baru kemarin kak Dimas suruh gue bayar makanan sendiri, emangnya kalau itu namanya ga perhitungan juga ya?" tanya Angga yang gak mau kalah.


"Iya iya deh, pokoknya lo bantuin gue dulu, nanti gantinya gue traktir Batagor lo selama seminggu," jawab Dimas yang membuat Angga tertawa.


"Apaan sih lo kak, gue becanda kali, tapi kalau lo serius ya gue bisa apa, rejeki kan ga boleh di tolak," jawab Angga sambil cengengesan.


"Angga Angga untung aja lo adek gue satu-satunya, kalau ga udah gue jadiin kuah Batagor lo," ucap Dimas.


"Gue kuahnya lo Batagornya kan kak?" tanya Angga.


"Bodo Amat, yaudah kalau gitu jangan lupa undangannya!" pinta Dimas, "Assalammu'alakum," lanjutnya.


"Iya iya aman, Wa'alaikumsalam," jawab Angga yang langsung mematikan telponnya.


Oke guys segini dulu ya guys,😊


Terimakasih lho teman-teman berkat dukungan dari kalian saya jadi makin semangat nulisnya. Semakin banyak yang koment entah kenapa saya jadi makin semangat nulisnya. Sorry typo ya guys.🙏🙏


Sebagai tanda terimakasih saya kepada pembaca setia novel ini, saya mau minta nama FB dan IG kalian dong biar saya follow, tulis di kolom komentar ya sekalian kritik dan sarannya,😊


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya guys, 😉


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni

__ADS_1


__ADS_2