Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 128


__ADS_3

****


"Dona, terimakasih ya selama 2 hari ini udah banyak bantuin kakak," ucap Laura sambil menyeret kopernya.


"Iya kak sama-sama, kalau kak Laura butuh apa-apa kasih tau Dona aja kak, Dona pasti bantu kakak kok," jawab Dona sambil tersenyum.


"Yaudah kalau gitu kakak pulang dulu ya, Assalammu'alakum," ucap Laura yang kemudian memasuki taxi online yang sudah ia pesan.


"Wa'alaikumsalam kak, hati-hati ya kak," jawab Dona sambil membantu Laura memasuki koper Laura.


"Terimakasih juga ke mama papa kamu ya Don," ucap Laura sambil tersenyum.


"Iya kak pasti," jawab Dona sambil menutup pintu taxi tersebut.


Laura pun akhirnya pulang kerumahnya setelah 2 hari menghilang. Tak lama kemudian Laura sampai di rumahnya.


"Assalammu'alakum," ucap Laura sambil menyeret kopernya masuk.


"Wa'alaikumsalam," jawab Echa ketus.


"Dari mana aja kamu kok baru pulang?" tanya Echa ketus, padahal tak seperti biasanya ia berbicara seperti itu kepada Laura.


"Dari rumah teman Ma," jawab Laura sambil menundukkan kepalanya.


"Penikahan kamu dan Angga dipercepat jadi 2 minggu lagi, jadi kamu harus persiapkan mental kamu mateng-mateng!" pinta Echa yang membuat Laura benar-benar terkejut.


"Hah, kenapa di percepat Ma?" tanya Laura kaget.


"Mama sama keluarganya Angga sengaja mempercepat proses pernikahan kalian berdua biar kamu ga kabur-kaburan lagi," jawab Echa tegas sambil berjalan menuju kamarnya.


"Tapi Ma, Laura juga tetap harus pikirin ini mateng-mateng Ma," ucap Laura yang kemudian mengikuti Echa yang berjalan menuju kamar.


"Apanya lagi yang mau di pikirin Laura, Angga kurang apa sama kamu, Angga baik, shaleh, pintar, mapan apa lagi yang kamu cari Laura?" tanya Echa dengan menaikkan volume suaranya.


"Ma, Angga sama Laura juga baru kenal Ma, Laura belum paham betul tentang Angga Ma," jawab Laura yang mencoba untuk menyakinkan Echa agar tidak mempercepat pernikahannya dengan Angga.


"Dulu kamu sama Dimas juga baru kenal kan tapi kenapa kamu mau?" tanya Echa tegas.

__ADS_1


"Itu beda Ma, Laura ga harus nyakitin Aliya kan Ma, tapi kalau Angga udah pasti Laura nyakitin Aliya Ma," jawab Laura sambil memegang kedua tangan Echa.


"Aliya belum boleh nikah Laura, dia masih terlalu muda untuk itu," ucap Echa yang kemudian melepaskan tangan Laura.


"Kalau Aliya ga boleh nikah di usia muda, Laura juga berhak dong Ma untuk nolak, Laura juga ga ingin nikah sama orang yang sama sekali ga Laura cinta Ma, umur Laura juga masih muda kok," jawab Laura membantah argumen Echa.


"Jadi kamu mau buat Mama malu di hadapan orang karena kamu ga jadi nikah?" tanya Echa dengan tatapan tajamnya.


"Mama egois, Mama lebih rela biarin anaknya ga bahagia dari pada harus malu dengan omongan orang lain, Mama tega." Jawab Laura tegas.


PLAKK...


sebuah tamparan mendarat di pipi Laura. Tamparan pertama kali yang Echa berikan kepada Laura di sepanjang hidup Laura selama ini. Laura langsung memegang pipinya yang barusan di tampar Echa. Seketika Echa terdiam dengan apa yang ia lakukan kepada Laura barusan. Dengan tatapan kecewa Laura langsung pergi meninggalkan Echa.


"Laura, maafin Mama," ucap Echa sambil menahan tangan Laura.


"Lepasin Ma, Laura butuh waktu sendiri!" pinta Laura dengan air mata yang mulai menetes di pipinya. Mendengar permintaan Laura Echa langsung melepaskan genggamannya.


"Laura Mama minta maaf, Mama ga sengaja," ucap Echa dari bawah tangga. Laura pun langsung membalikkan badannya menghadap Echa.


"Mama yang Laura kira bisa menjadi pelindung Laura, tapi ternyata justru malah menyakiti perasaan Laura, Mama jahat." Ucap Laura yang kemudian berlari menuju kamarnya.


Sesampainya Laura di kamar, ia langsung menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Laura menangis sejadi-jadinya di kamar dengan pintu yang ia kunci dari dalam agar tidak ada yang menggangunya. Sakit bukan karena tamparan dari Mamanya, tapi sakit ketika mama yang ia kira menjadi pelindungnya justru malah menjadi sebaliknya. Aliya yang baru keluar dari kamarnya ternyata mendengar jelas perdebatan antara kakaknya dan juga mamanya.


"Kak, gara-gara perjuangin aku kakak jadi ditampar mama, padahal kalau dipikir-pikir lagi ini juga salah ku karena terlalu memaksakan hati." Ucap Aliya sambil menatap ke arah kamar Laura.


"Sebenarnya apa sih yang gue perjuangin, gue udah nyakitin banyak orang padahal orang yang gue perjuangin belum tentu perjuangin gue juga," lanjut Aliya. Aliya yang tak ingin menambah masalah akhirnya memutuskan untuk segera pergi kuliah. Dengan sangat merasa bersalah, Aliya menuruni satu persatu anak tangga dengan sangat lesu. Aliya kemudian langsung pergi kuliah tanpa berpamitan dengan mamanya karena ia tidak tau dimana keberadaan Echa.


Sesampainya di kampus Aliya langsung duduk di kursinya tanpa menyapa Dona terlebih dahulu. Dona yang heran, kemudian menghampiri Aliya yang tiba-tiba duduk diam di kursinya sendiri.


"Al, lo sehat?" tanya Dona sambil meletakkan punggung tangannya ke kening Aliya.


"Gue ga apa-apa kok Don" jawab Aliya sambil tersenyum paksa.


"Gue tau pasti lo masih kecewa kan tentang pak Angga yang tunangan sama kak Laura, tapi lo juga ga boleh terus-terusan seperti ini Al, lo harus kuat Al!" pinta Dona dengan tersenyum lebar.


"Gue benar-benar bingung Dona harus apa saat ini," jawab Aliya yang kemudian menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Pagi semuanya," ucap Angga yang tiba-tiba datang.


"Pagi Pak," jawab seluruh mahasiswa dan mahasiswi di kelas ini.


Proses belajar mengajar pun sudah di mulai. Aliya yang biasanya semangat setiap kali Angga mengajar, kini tidak lagi. Angga yang diam-diam memperhatikan Aliya pun menyadari apa yang sebenarnya Aliya rasakan. Jam sudah menunjukkan pukul 09.15 itu artinya jam mata kuliah Angga sudah habis. Setelah semua mahasiswa dan mahasiswi keluar dari kelas yang hanya meninggalkan Dona dan Aliya, akhirnya Angga memberanikan diri untuk berbicara dengan Aliya.


"Aliya, boleh ngomong sebentar!" pinta Angga yang berdiri tepat di depan Aliya.


"Emm, Al kalau gitu gue keluar dulu ya," ucap Dona yang langsung berdiri dari tempat duduknya. Melihat Dona berdiri, dengan sigap Laura langsung menahan tangan Dona agar ia tidak jadi pergi.


"Lo disini aja Don!" pinta Aliya, Dona pun tak bisa berkutik apapun lagi.


"Mau ngomong apa pak?" tanya Aliya tegas.


"Masalah kemaren Al, aku benar-benar minta maaf, aku benar-benar ga ada niat buat nyakiti kamu Al, aku juga kaget kenapa semuanya bisa jadi kayak gini, aku minta maaf Al." Ucap Angga sambil menundukkan kepalanya.


"Masalah itu Aliya udah maafin kok pak, mama benar Aliya harus fokus dengan kuliah Aliya dulu, Aliya Juga belum pantas untuk menikah," jawab Aliya santai.


"Tapi dengan sikap aku selama ini ke kamu pasti akan membuat kamu sakit kan Al?" tanya Angga, tanpa menunggu jawaban apapun dari Aliya Angga langsung melanjutkan ucapannya, "kalau boleh jujur, aku memang benar-benar sayang sama kamu Al, tapi aku ga berani bantah perintah mama dan papa aku, aku minta maaf ya Al," lanjut Angga.


"Kalau masalah itu mungkin juga menjadi masalah Aliya karena terlalu baper dengan pak Angga," jawab Aliya yang kemudian berdiri.


"Tapi Aliya udah ikhlasin semuanya kok, Aliya ikhlas kalau pak Angga harus nikah dengan kak Laura, tapi Aliya mohon tolong jangan sakiti kak Laura, pak!" pinta Aliya dengan menatap kedua bola Angga. Mendengar permintaan Aliya membuat Angga benar-benar diam seribu bahasa. Melihat Angga yang hanya diam tak berkutik, Aliya pun menarik tangan Dona dan pergi meninggalkan Angga yang masih berdiri di tempat tersebut.


"Don, ayo kita pergi!" pinta Aliya sambil menarik tangan kanan Dona.


Sungguh sakit rasanya ungkapan yang Aliya katakan barusan kepadanya, seperti sudah tidak ada harapan lagi untuk memperjuangkan Aliya lagi. Angga kemudian mebereskan semua barang-barangnya dan memasukkan ke dalam rasel.


Oke guys segini dulu ya sorry typo ya guys,


Sepertinya banyak yang sudah kayak judul novel ini ya pada pergi kelihatannya. Oke ga apa-apa kok, maaf ya kalau novelnya kurang menarik, saya benar-benar hampir kehabisan ide tapi saya tetap ga mau ngecewain reader yang udah koment di episode sebelumnya. Terimakasih.


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,😉


IG : @febiayeni

__ADS_1


FB : Febi Ayeni


__ADS_2