Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 111


__ADS_3

****


Hari ini adalah hari minggu, dimana Laura dan Dimas sudah berjanji untuk bertemu. Laura tak hanya pergi berdua saja dengan Dimas, tapi Aliya pun ikut menemaninya bersama Dimas. Laura yang sedang merias wajahnya sesekali tersenyum bahagia melihat cermin yang berada di depannya. Aliya yang super iseng pun akhirnya datang mengagetkan Laura yang sedang fokus merias wajahnya.


"DORRR!" Aliya menepuk pelan pundak Laura hingga membuat Laura terkejut.


"Aliya, ngagetin aja," sahut Laura kesal.


"Lagian kakak sih senyum-senyum mulu dari tadi Aliya perhatiin," jawab Aliya santai.


"Kakak pasti lagi bayangin kak Dimas ya," ledek Aliya sambil mencolek dagu Laura. Laura mencoba menyembunyikan senyumnya yang manis, namun tetap saja ketahuan bahwa Laura sedang malu-malu, bagaimana tidak pipi Laura yang sama sekali belum ditoreskan blush on sudah terlihat merah.


"Apaan sih Al," sahut Laura.


"Udah deh kak ngaku aja," ledek Aliya lagi.


"Laura, Aliya cepatan dong dandannya, Dimas udah datang nih," teriak Echa dari ruang tamu.


"Iya bentar Ma," sahut Laura.


"Bentar ya Nak Dimas, maklum perempuan dandannya lama," ucap Echa sambil tersenyum.


"Iya ga apa-apa kok Tan," jawab Dimas sambil tersenyum.


Tak lama kemudian Aliya dan Laura pun turun dengan menggunakan gamis couple yang sangat anggun mereka gunakan.


"Wahh anak Mama yang cantik-cantik udah pada siap dandannya," puji Echa sambil menghampiri Laura dan Aliya.


Dimas yang melihat Laura yang sangat cantik hari ini, begitu sangat terpesona. Dengan make up tipis serta pakaian syar'i membuat Laura terlihat begitu anggun hari ini. Sungguh beruntung Dimas bisa meluluhkan hati wanita seperti Laura. Udah cantik, baik dan yang paling buat Dimaa benar-benar terpesona adalah akhlaknya. Dimas benar-benar tidak berkedip melihat kecantikan Laura saat ini.


"Kak Dimas, kedip atuh. Segitu terpesonanya lihat kecantikan Kak Laura," ledek Aliya, Dimas pun langsung mengalihkan pandangannya.


"Yaudah kalau gitu kita berangkat!" ajak Dimas.


"Ma, Laura sama Aliya berangkat dulu ya," ucap Laura yang langsung mencium tangan Echa, tak lupa Aliya juga melakukan hal yang sama dengan Laura terhadap Echa.


"Assalammu'alakum," ucap Laura dan Aliya secara bersamaan.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati ya," jawab Echa.


"Tan, Dimas berangkat dulu ya, Assalammu'alakum," pamit Dimas sambil tersenyum.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati dijalan ya Nak Dimas." Jawab Echa dengan membalas senyuman Dimas.


"Titip anak-anak tante ya Dimas!" pinta Echa.


"Iya tan," jawab Dimas.


Dimas, Laura dan juga Aliya pun kemudian pergi meninggalkan Echa. Keheningan yang terjadi disepanjang perjalanan akhirnya pecah dengan suara Aliya.


"Kak Dimas kita kemana sih?" tanya Aliya yang mulai penasaran.


"Surprise dong," jawab Dimas sambil tersenyum.


"Yah berarti nanti Aliya jadi nyamuk dong," ucap Aliya dengan merengut.


"Tenang aja Al, nanti biar kamu ga suntuk dengarin kami curhat, entar kak Dimas beliin deh kamu burung Beo, biar ada temannya." Jawab Dimas.

__ADS_1


"Yaeleh kalau burung Beo mah buat Aliya capek aja," ucap Aliya kesal.


"Harusnya Mas Dimas itu ngajak Angga juga biar Aliya ga kesepian," sahut Laura sambil melirik Aliya yang duduk dikursi belakang.


"Iih kak Laura apaan sih," jawab Aliya.


"Loh kok kalian bisa kenal sama Angga?" tanya Dimas terkejut.


"Ya siapa sih yang ga kenal sama dosen kiler kayak Pak Angga," jawab Aliya dengan wajah kesalnya.


"Loh kamu satu kampus sama Angga ya Al?" Tanya Dimas.


"Iya Kak," jawab Aliya singkat.


"Jangan-jangan yang sering Angga ceritain ke Mama itu kamu lagi Al," ucap Dimas.


"Hah, emangnya Pak Angga cerita apa ke Mamanya Kak Dimas?" tanya Aliya yang mulai kepo.


"Ada deh kepo ya," ledek Dimas.


"Iihh Kak Dimas ngeselin deh," jawab Aliya yang sangat kesal dengan Dimas yang sudah membuatnya kesal.


"Ya lagian percuma juga kan Al, iya kalau yang Angga maksud itu benaran kamu kalau ga gimana?" tanya Laura.


"Iya benar kata Kak Laura, nanti kamu malah nuduh Kak Dimas PHP lagi," jawab Dimas.


"Oh ya udah sampai nih," ucap Dimas yang kemudian memarkirkan mobilnya yang tertulis Cafe Move On.


"Hah, cafe Move On, ini cafenya kak Rizky kan?" tanya Laura yang terkejut saat membaca nama cafe tersebut.


"Kok kalian berdua kenal sama Rizky sih?" tanya Dimas penasaran.


Aliya yang mau menjawab pertanyaan Dimas, tiba-tiba Dimas melanjutkan pembicaraannya.


"Tunggu dulu, jawabnya di dalam aja, haus nih." Ucap Dimas yang membuat Aliya langsung badmood.


"Kak Dimas sama Pak Angga ternyata sama-sama ngeselin ya," ucap Aliya yang kemudian berjalan mengiringi langkah kaki Laura dan Dimas.


"Ya sama dong Aliya, kan kakak adek." Jawab Dimas sambil tersenyum kepada Aliya.


"Tapi Aliya jadi bingung, kenapa kak Dimas sama pak Angga ngeselinnya cuma sama Aliya doang, sama Kak Laura kok ga?" tanya Aliya yang sepanjang perjalanan hanya mengoceh.


"Duduk dulu Al, ngoceh aja dari tadi!" pinta Dimas.


"Jawaban dari pertanyaan kamu simple aja sih Al," jawab Dimas sambil memberikan buku menu kepada Laura dan Aliya.


"Apa?" tanya Aliya.


"Karena kamu lebih cerewet dari pada Kak Laura," jawab Dimas santai.


"Kak Laura juga cerewet kok," ucap Aliya sambil memanyunkan bibirnya beberapa senti.


"Udah-udah jangan pada ribut deh, mending pesan makanan!" pinta Laura yang mulai pusing dengan perdebatan antara Aliya dan Dimas.


Tak lama kemudian pesanan Dimas, Laura dan Aliya pun datang. Disaat Aliya baru menyantap sepotong batagor miliknya, tiba-tiba Angga datang dan langsung duduk disamping Dimas didepan Aliya.


"Uhuukk... uhuukk," Aliya yang terkejut sontak keselek makanannya.

__ADS_1


"Nih nih minum dulu!" perintah Angga yang langsung menyodorkan minuman milik Aliya.


"Kamu ini Angga kebiasaan amat ngagetin orang," ucap Dimas.


"Hehe, sorry-sorry," jawab Angga cengengesan.


"Aliya Aliya, dimana-mana Batagor aja yang kamu makan," ledek Angga.


"Bodo amat," jawab Aliya yang tak peduli dengan ejekan Angga.


"Mbak, Batogor sama Lemon Tea nya satu ya!" perintah Angga kepada salah satu pelayan.


"Pak Angga bisanya bilangin Aliya doang, tapi Pak Angga juga makan Batagor," ledek Aliya kesal.


"Bodo amat," jawab Angga


"Kalian berdua ini kok diliat-liat cocok ya," ucao Dimas yang sontak membuat Aliya dan Angga terkejut.


"Hah, cocok?" tanya Aliya dan Angga secara bersamaan.


"Tuh kan benar, jawabnya aja kompakan," ledek Dimas.


"Kak Dimas sama Kak Laura kan juga gitu," jawab Aliya santai.


"Seriusan Al?" tanya Angga penasaran.


"Serius," jawab Aliya singkat.


"Jadi ngomong-ngomong Kak Laura kapan nih resminya?" tanya Angga kepada Laura yang dari tadi tidak bersuara sama sekali.


"Ya nanya sama yang ngelamar lah, Kakak kan perempuan," jawab Laura sambil melirik Dimas.


"Kapan nih Kak," ledek Angga sambil menyenggol lengan Dimas.


"Kepo deh," jawab Dimas santai.


"Ah Kak Dimas ga asik," ucap Angga, "Kak Laura, kalau misalnya ada yang ngelamar Kakak duluan terima aja Kak, kan Kak Dimas ga jelas!" pinta Angga sambil menaik turunkan alis matanya.


"Ga boleh gitu dong Angga, kan Kak Dimas udah daftar duluan," jawab Laura sambil tersenyum.


"Tuh dengarin Angga," ucap Dimas yang merasa senang karena dibela Laura.


"Jiah mentang-mentang dibelain mulai deh," jawab Angga yang mulai kesal karena Laura tidak berpihak padanya.


"Tapi kamu ada benarnya juga sih Angga, kalau ga jelas gini ngapain ditungguin ya," ucap Laura yang membuat Angga merasa benar.


"Pas banget Kak Laura," jawab Angga sambil mengacungkan jempolnya.


"Jangan gitu dong Ra, oke kalau gitu aku buktiin sekarang," ucap Dimas yang langsung berjalan ke atas panggung.


Oke guys segini dulu ya, maaf kalau kurang seru ya guys🙏🙏


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni

__ADS_1


__ADS_2