Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 51


__ADS_3

Keesokan harinya Laura menghampiri kamar Aliya yang masih tertutup. Laura merasa bersalah kepada Aliya karena tak seharusnya ia membentak Aliya seperti itu hanya gara - gara urusan pribadinya. Bagaimana pun juga Aliya hanya berusaha menenangkannya pada saat itu bukan untuk mematahkan semangatnya hanya saja pada saat itu Laura terlalu kebawa emosi sehingga menjadikan Aliya sebagai pelampiasan dari emosinya yang tidak stabil.


Perlahan Laura membuka pintu kamar Aliya. Tisu berserakan di lantai kamar Aliya, sprey tempat tidur pun sudah tidak terpasang rapi lagi bahkan baju - baju bertaburan di depan lemari Aliya. Namun Laura sama sekali tidak menemukan keberadaan Aliya adik satu - satunya yang ia miliki itu. Laura pun perlahan jalan di pinggir - pinggir baju Aliya yang berserakan itu. Laura tersenyum saat ia melihat Aliya adiknya duduk di depan pintu kamar mandi, namun Laura terkejut karena ternyata Aliya sudah memegang pisau ditangan kanannya dan perlahan pisau itu diarahkannya untuk menyayat tangan bagian kirinya. Dengan cepat Laura langsung berjalan dan memegang pisau yang berada di tangan kanan Aliya yang miris hampir melukai tangan Aliya. Laura langsung melemparkan pisau tersebut kedalam bak mandi agar Aliya susah mengambil pisau itu kembali.


"ALIYA!" Teriak Laura.


"Kamu mau bunuh diri?" Tanya Laura yang kepanikan melihat perilaku Aliya yang tak biasa ini.


"Iya, untuk apa lagi aku hidup di dunia ini kak, ga ada juga kan orang yang memperdulikan aku lagi!" Jawab Aliya dengan air mata yang mengalir di pipinya.


"Aliya dengarin kakak dulu!" Ucap Laura sambil memeluk tubuh Aliya.


"Mau dengarin apa lagi kak, kakak mau bilang bahwa hanya kakak di dunia ini yang paling menyedihkan?" Jawab Aliya sambil melepaskan pelukan Laura secara kasar.


"Kakak enak punya orang tua kandung yang begitu peduli dengan kakak, sedangkan aku hanya anak yang Mama angkat menjadi anaknya karena kasian melihat aku yang di letakkan di depan pintu rumah begitu saja!" Ucap Aliya dengan amarah yang berkobar - kobar.


"Maksud kamu apa Al, kamu itu anak kandung Mama!" Jawab Laura yang tak percaya dengan yang dikatakan Aliya barusan.


"Iya, aku anak angkat Mama makanya Mama lebih peduli sama kakak!" Ucap Aliya tegas.


Echa yang sedang menyiapkan sarapan pagi pun terkejut mendengar suara ricuh dari kamar Aliya. Echa pun segera mendatangi kamar Aliya dan meninggalkan pekerjaan dapurnya sementara.


"LAURA, ALIYA ada apa lagi ini berisik - berisik?" Tanya Echa dengan meninggikan nada bicaranya.

__ADS_1


"Ma jawab yang jujur Ma, Aliya adik kandung Laura kan?" Tanya Laura sambil menangis memegang tangan kanan Echa.


Echa yang mendengar pertanyaan Laura seketika terdiam.


"Ma jawab!" Ucap Laura lagi sambil menggoyang - goyangkan tangan Echa.


"Sebenarnya Aliya memang bukan anak kandung Mama!" Jawab Echa sambil meneteskan air matanya.


"Tapi Aliya juga bukan anak angkat Mama!" Lanjut Echa.


"Maksud Mama?" Tanya Aliya yang bingung dengan ucapan Echa.


"Dulu ketika Laura masih berumur 5 tahun Mama dan Papa sempat hampir bercerai karena ternyata Papa selingkuh dengan sekretarisnya di kantor. Awalnya Mama tidak mengetahuinya tapi seiring berjalannya waktu Papa kalian diam - diam menikah dengan selingkuhannya itu tanpa sepengetahuan Mama!" Ucap Echa yang berusaha tetap kelihatan tegar di hadapan Laura dan Aliya.


"Papa panik harus bagaimana dan akhirnya Papa membawa Aliya kepada Mama. Papa mengakui kesalahannya dan berlutut kepada Mama memohon agar Mama bisa menerima Aliya!" Ucap Echa.


"Jujur sebenarnya Mama bingung pada saat itu tapi ketika Mama melihat Aliya masih sangat kecil, Mama tak tega harus menolak permintaan Papa kalian!" Lanjut Echa sambil menghapus air matanya.


"Laura, Aliya kalian berdua adalah harta Mama yang paling berharga di dunia ini, udah ya kalian jangan bertengkar lagi!" Ucap Echa sambil memeluk Laura dan Aliya yang berada di sampingnya.


"Mama sayang sama kalian Mama ga mau kehilangan kalian!" Lanjut Echa.


"Maafin Aliya ya Ma!" Ucap Aliya yang menangis haru mendengar kebenaran cerita yang selama ini sudah membuatnya salah paham.

__ADS_1


"Laura juga minta maaf ya Ma!" Ucap Laura sambil memeluk erat tubuh Echa.


"Nah, sekarang kalian jangan bertengkar lagi ya!" Ucap Echa sambil mengelus - elus rambut Laura dan Aliya.


"Maafin Aliya juga ya kak!" Ucap Aliya sambil memeluk Laura.


"Iya, kakak juga minta maaf sama kamu ya Al!" Jawab Laura sambil tersenyum.


"Nah, karena semuanya sudah baikkan, sekarang kita makan nasi goreng kesukaan Laura dan Aliya aja!" Ucap Echa sambil tersenyum.


"Mama buat nasi goreng?" Tanya Aliya sambil melirik Laura. Echa hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Satu dua tiga, serbuuuuu!" Ucap Laura yang kemudian berlari ke meja makan diikuti dengan Aliya yang tidak mau ketinggalan.


Coret - coret dibawah dong guys biar author semangat lanjutinnya😉.


Terimakasih guys yang sudah berpartisipasi. Jangan lupa terus like, dan koment novel saya ya guys dan yang belum masukkan novel saya ke favorite segera masukkan ya guys biar kalian ga ketinggalan update ceritanya.


Dan kasih bintang 5 nya juga ya guys di bagian deskripsi novel saya.😉


Ig : @febiayeni


fb : Febi Ayeni

__ADS_1


__ADS_2