Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 106


__ADS_3

"Kenapa harus saya?" tanya Angga yang mulai kebingungan.


"Ya gara-gara Pak Angga beliin saya Batagor kemaren," jawab Aliya santai.


"Lah salahnya saya apa kok bisa buat kalian berdua berantem gini?" tanya Angga. Aliya hanya menaikkan pundaknya.


"Gara-gara saya cuma beliin kamu gitu?" tanya Angga lagi.


"Ya ga tau juga sih Pak, cuma yang jelas sikap Pak Angga yang plin plan gini buat orang-orang pada bingung," jawab Aliya sambil meminum Lemon Tea miliknya.


"Plin plan gimana sih Al, emang salah ya kalau saya mau berbuat baik?" tanya Angga yang mulai tidak mengerti dengan pemikiran Aliya dan Dona.


"Ya ga salah sih Pak, tapi sikap Pak Angga yang kadang cuek kadang perhatian itu lo yang buat orang-orang pada bingung," jawab Aliya.


"Heh, kalian lucu ya. Emangnya saya apaan yang kalau udah cuek, cueekk aja terus ga boleh perhatian, aneh ya." Ucap Angga sambil tersenyum geli.


"Ya kalau saya sih biasa-biasa aja ya dengan sikap Pak Angga yang kayak gitu tapi orang lain kan taunya Pak Angga cuek," jawab Aliya santai.


"Lagian Pak Angga juga aneh ngapain juga pakai acara beliin Aliya Batagor segala, jadi kan orang-orang pada mikir yang aneh-aneh tentang kita," lanjut Aliya yang mulai kesal sendiri.


"Mereka hanya belum mengenal saya aja Al, kalau mereka udah kenal saya seperti kamu kenal saya pasti mereka ga bakalan mikir kayak gitu." Ucap Angga sambil menyantap sepotong Batagor kedalam mulutnya.


"Berarti Dona mikir kalau kita ada hubungan spesial gitu? atau dia mikir kalau saya ada niat buruk ke kamu karena saya tiba-tiba baik sama kamu?" tanya Angga.


"Ya ga tau," jawab Aliya sambil menaikan pundaknya.


"Kok ga tau sih Al?" tanya Angga.


"Udah ah Pak males bahas ini mulu nanti jatuhnya malah ghibah lagi," jawab Aliya yang tidak mau ambil pusing.


"Jadi menurut kamu saya harus gimana sih Al?" tanya Angga.


"Gimana apanya sih Pak?" tanya Aliya kembali.

__ADS_1


"Ya menurut kamu, saya harus bersikap seperti apa sama kamu biar kamu ga kena masalah gini?" tanya Angga.


"Ya Pak Angga harus buktiin bahwa kita ga ada hubungan apa-apa. Pak Angga juga harus bersikap ke saya sama seperti Pak Angga ke mahasiswi lain!" pinta Aliya yang kemudian berdiri dari kursinya.


"Yaudah kalau gitu Aliya balik ke kelas dulu ya Pak, males jadi omongan orang mulu," lanjut Aliya sambil berjalan meninggalkan Angga yang masih makan Batagor.


"Ya Allah Al, gue benar-benar ga sanggup harus ngejauhi lo lagi. Apa gue harus bilang sama mama untuk segera melamar Aliya?" tanya Angga dalam hati.


"Yaudah deh kayaknya gue harus lakuin itu deh biar gue ga kehilangan Aliya lagi," jawab Angga dalam hati.


"Tapi apa mama mau ya, kan Aliya adiknya kak Laura, sedangkan mama selalu bilang bahwa gue dan kak Dimas ga boleh sampai nikah di keluarga yang sama. Ya Allah pusing gue." Ucap Angga dalam hati lagi.


Aliya yang masih berada di lorong kampus menuju kelasnya tiba-tiba Aliya dikejutkan dengan tangan yang menahan bahunya untuk menghentikan langkahnya. Tangan itu pun membalikkan badan Aliya untuk dapat menghadapnya. Dan ternyata tangan tersebut tak lain adalah tangan Sinta.


"Eh Al, lo ngapain sih sok keganjenan sama Pak Angga?" tanya Sinta dengan membentak.


"Hah, keganjenan lo bilang, ga salah dengar gue?" jawab Aliya dengan melontarkan pertanyaan kembali.


"Iya, lo keganjenan, karena lo udah berani rebut Angga dari gue," jawab Sinta dengan tegas.


"Berani ya lo ngelawan gue sekarang," ucap Sinta dengan sangat penuh emosi.


"Emang lo siapa yang harus gue takutin, hah?" tanya Aliya yang membuat Sinta naik darah.


"Kesabaran gue udah habis ya Al," jawab Sinta, "Momo, Tere kalian tahan dia!" perintah Sinta.


"Siap bos," jawab Momo dan Rere secara bersamaan. Tanpa menunggu lama Momo dan Rere pun langsung memegang kedua tangan Aliya.


"Kalian apa-apaan sih?" tanya Aliya yang tak mampu mengelak lagi dari Sinta dan gengnya.


Sinta langsung mengambil solasi berwana hitam dan kemudian memotongnya.


"Udah deh lo ga usah ribut, sakit kuping gue dengar lo ngoceh mulu," ucap Sinta sambil menutup mulut Aliya dengan solasi hitam.

__ADS_1


"Keadaan lagi sepi. Momo, Tere ayo kita bawa dia ke gudang!" perintah Sinta yang langsung dituruti oleh Momo dan Rere dengan sigap.


Aliya yang tangannya sudah diikat kuat oleh Momo dan Rere tak mampu melepaskan ikatan tersebut. Aliya hanya mampu meronta-ronta mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Momo dan Tere yang menahan tangannya dengan kuat.


"Iih lo bisa dia ga sih?" tanya Momo yang mulai kesal dengan Aliya.


"Iya tau, rusuh banget dah," jawab Tere.


"Udah deh Al, percuma juga lo kayak gitu, lo ga bakalan kita lepasin kok," ucap Sinta dengan senyuman kemenangannya telah membuat Aliya tersiksa.


Setelah sampai di gudang, Momo dan Tere pun melempar Aliya begitu saja. Aliya yang saat ini tak bisa apa-apa hanya bisa menangis. Sinta yang melihat Aliya menangis langsung memegang pipi Aliya sambil berkata, "lo itu ga usah sok hebat deh di depan gue," ucap Sinta dengan wajah penuh kebencian terhadap Aliya.


"Lo itu hanya parasit bagi gue, jadi sekarang lo baik-baik disini ya," ucap Sinta dengan nada yang sangat lembut. Setelah mengucapkan kata itu Sinta langsung mendorong Aliya hingga ia kembali terjatuh kelantai.


"Tere, tolong pensteril tangan gue!" perintah Sinta sambil merenggangkan jari-jemarinya habis memegang pipi Aliya.


"Aduh cepatan dong Tere, keburu kuman di pipi Aliya menyebar di tangan gue nih!" perintah Sinta.


"Iya iya bos, nih," jawab Tere sambil menyemprotkan cairan pensteril tangan tersebut ke tangan Sinta.


"Oke sekarang tangan gue udah steril." Ucap Sinta sambil tersenyum.


"Yaudah yuk guys kita tinggalin aja nih anak di sini, gue takut lama-lama dekat sama dia entar ketularan kumannya lagi, ii jijik deh!" perintah Sinta yang kemudian keluar dari gudang.


"Guys jangan lupa dikunci ya!" perinta Sinta lagi.


Momo yang memegang kunci gudang pun akhirnya mengunci pintu gudang tersebut.


"Huff, salah sendiri sih main-main sama gue," ucap Sinta sambil tertawa yang diikuti oleh kedua temannya Momo dan Tere.


Sorry ya guys baru up hari iniπŸ™πŸ™


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

__ADS_1


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni


__ADS_2