Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 41


__ADS_3

Laura yang baru saja selesai mandi akibat tercebur di danau tadi pun segera memakai pakaiannya. setelah itu Laura kemudian berjalan keluar dari kamar itu. Ketika Laura berjalan menuju ruang tamu, Laura melihat sebuah benda kecil yang sangat berkilau tepat di depan pintu Villa. Laura yang penasaran segera menghampiri benda itu. Dan ternyata benda itu adalah sebuah cincin berlian. Laura sangat terkejut saat melihat ada cincin berlian Perempuan yang tergeletak di depan pintu. Laura pun memegang cincin itu dan memandangi cincin belian itu dengan seksama.


"Cincin berlian?" Ucap Laura dengan penuh tanda tanya.


"Punya siapa ini?" Ucap Laura yang masih tak percaya dengan apa yang ia lihat. Bagaimana tidak karena Perempuan yang ada di Villa itu hanya ada dia, Bik Sum dan tiga anak perempuan itu. Laura berfikir tidak mungkin ini milik Bik Sum atau pun milik di antara tiga anak kecil itu. Apalagi cincin itu sepertinya cincin mahal.


"Apa gue simpan dulu aja ya, kalau gue tanya takutnya nanti malah ngaku - ngaku lagi!" Ucap Laura dengan nada berbisik.


"Non Shalsa!" Panggil Bik Sum. Laura yang terkejut langsung menyimpan cincin itu di saku baju kemejanya.


"Eh iya Bik!" Jawab Laura gugup.


"Non Shalsa ngapain jongkok di depan pintu?" Tanya Bik Sum kebingungan.


"Ga ngapa - ngapain kok Bik!" Jawab Laura sambil tersenyum dan kemudian berdiri.


"Makanan untuk Non Shalsa sudah selesai Bibik buat non. Silahkan dimakan non!" Ucap Bik Sum dengan ramah.


Laura pun berjalan menuju meja makan dan kemudian Laura pun duduk di antara salah satu kursi yang masih kosong. Laura kini sudag berada ditengah - tengah anak - anak kecil itu. Namun Laura sama sekali tidak memperdulikan nya, Laura masih penasaran dengan cincin yang ia temui di depan pintu Villa itu.


"Itu sebenarnya cincin siapa sih? kenapa bisa ada di depan pintu? dan kenapa cincin semahal itu bisa ada di situ?" Ucap Laura yang bertanya - tanta di dalam hati.


Anak - anak kecil yang berada di sekelilingnya itu pun merasa bingung dengan sikap Laura yang dari tadi hanya memainkan sendok dan garpu di atas piring. Akhirnya Afifah anak yang umurnya paling besar di antara yang lainnya itu pun berinisiatif untuk menegur Laura terlebih dahulu.


"KAK!" Panggil Afifah, namun Laura sama sekali tidak menghiraukan ucapan Afifah sama sekali.

__ADS_1


"Kak Salsha!" Ucap Afifah lagi sambil melambai - lambaikan tangannya ke wajah Laura. Usaha Afifah ternyata masih tidak berhasil untuk membuyarkan lamunan Laura. Akhirnya Afifah pun berinisiatif untuk menepuk pundak Laura agar ia tersadar dari lamunannya.


"KAK SALSHA!" Ucap Afifah sambil menepuk pelan pundak Laura. Dan benar saja Laura pun akhirnya terbangun dari lamunannya.


"Eehh iya!" Ucap Laura yang terkejut karena ada yang menepuk pundaknya.


"Kakak lamunin apa sih kok sampai - sampai ga dengar Afifah panggil?" Tanya Afifah.


"Ga ada kok!" Jawab Laura santai sambil mengambil nasi dan lauk pauk yang ada di depannya. Afifah pun hanya mengangguk - anggukkan kepalanya sambil melanjutkan makannya yang sempat terhenti karena membangunkan Laura dari lamunannya.


Hari sudah mulai malam namun Rizky belum juga datang menjemput Laura dari Villa nya. Laura mulai panik karena ia takut Mama nya khawatir di tambah lagi handphone nya tidak aktif akibat kena air danau tadi sore. Laura berjalan kesana sini sambil melihat ke arah jendela depan Villa menunggu Rizky yang belum juga datang.


"Aduhh kak Rizky kemana sih kok belum datang juga!" Ucap Laura yang mulai gelisah.


"Apa gue naik taksi aja ya?" Ucap Laura lagi.


"Aduhh gimana dong gue jadi bingung!" Ucap Laura sambil memukul pelan keningnya.


Tak lama kemudian sebuah mobil BMW I8 berwarna putih berhenti di depan Villa. Hati Laura mulai tenang karena ia tak perlu pulang naik taksi karena yang ia tunggu sudah datang. Ya dugaan Laura benar sekali bahwa yang datang itu adalah Rizky.


Rizky yang baru keluar dari mobil BMW I8 miliknya pun segera berlari ke dalam Villa dan kemudian pun menemui Bik Sum.


"Bik, kemeja aku yang tadi belum Bibik cuci kan?" Tanya Rizky panik.


"Belum Den, masih dikamar Den Rizky kok!" Jawab Bik Sum.

__ADS_1


"Makasih Bik!" Ucap Rizky sambil berlari ke kamarnya untuk mencari kemeja itu.


"Mana sih, jangan hilang dong please!" Ucap Rizky sambil mengobrak - abrik kemeja dan celana yang ia pakai tadi.


"Lho kok ga ada sih!" Ucap Rizky kesal.


"Atau mungkin jatuh ke danau pas nologin Shalsa tadi?" Tanya Rizky.


"Aduh mampus gue!" Ucap Rizky sambil menepuk keningnya.


Sudah 20 menit Rizky berada di kamarnya mencari cincin tunangan itu namun Rizky sama sekali tidak menemukannya. Akhirnya Rizky pun keluar dari kamarnya untuk menemui Laura dan mengantar Laura pulang karena hari sudah gelap. Dengan langkah penuh kecewa Rizky pun terpaksa berjalan.


Rizky dan Laura sudah berada di dalam mobil BMW I8 milik Rizky, namu sepanjang jalan Rizky sama sekali tidak berbicara sepatah kata pun. Laura yang masih merasa bersalah atas kejadian tadi sore yang membuat tunangan Rizky menjadi marah pun berusaha memecahkan keheningan sepanjang perjalanan ini.


"Kak Rizky, aku minta maaf ya gara - gara aku kakak jadi berantem sama tunangan kakak!" Ucap Laura memecahkan keheningan yang dari tadi tak ada suara sama sekali.


"Kamu ga salah kok Sal!" Jawab Rizky.


"Terus kenapa kakak dari tadi diam aja?" Tanya Laura yang penasaran.


"Aku bingung Sal harus ngomong apa sama Shofia nanti karena cincinnya ga ketemu!" Jawab Rizky dengan wajah yang penuh dengan ke khawatiran.


Cekidot hayo tebak kira - kira Laura jujur ga ya tentang cincin itu? 🤔


Terimakasih guys yang sudah berpartisipasi. Jangan lupa terus like, dan koment novel saya ya guys dan yang belum masukkan novel saya ke favorite segera masukkan ya guys biar kalian ga ketinggalan update ceritanya. 😉

__ADS_1


Ig : @febiayeni


fb : Febi Ayeni


__ADS_2