Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 149


__ADS_3

Keesokan harinya ....


“Dim, gue mau ngomong sama lo,” ucap Randy.


Dimas tak bergeming sama sekali, Dimas hanya sibuk mengecek file-file yang baru selesai ia kerjakan.


“Dim, gue mohon kasih gue kesempatan untuk jelasin semua kesalahpahaman ini!” pinta Randy namun Dimas masih saja diam.


“Oke oke gini aja, lo ingat ga sepupu gue yang gue bilang kalau dia pengen banget jumpa gue, karena dia ngidam pengen dimanja sama gue tapi dia ga bisa temuin gue, karena dia masih di luar negeri sama suaminya?” tanya Randy, sejenak Dimas berpikir.


Dimas menggelengkan kepalanya, “gue ga ingat,” jawab Dimas ketus.


“Yaelah Dim masa lo ga ingat sih?” tanya Randy yang kemudian duduk dihadapan Dimas.


“Maksud lo si Raisa itu sepupu lo yang diluar negeri itu?” jawab Dimas yang kembali melontarkan pertanyaan.


“Iya Dim, lo ingat kan?” tanya Randy lagi.


“Gue ingat kok lo pernah cerita itu sama gue, tapi logikanya ngapain lo sama Raisa fitting baju pengantin, kalau Raisa bukan calon istrinya lo?” tanya Dimas yang kemudian berdiri, “lo mau bilang kalau Raisa ngidam pengen pakai baju pengantin bareng lo, gitu?” tanya Dimas yang mulai menaikkan volume suaranya.


“Ya ga lah, Raisa sama sekali ga ngidam itu kali,” jawab Randy sinis.


“Terus?” tanya Dimas.


“Gue cerita sama Raisa kalau gue mau ngelamar Laura, terus Raisa kasih ide itu deh,” jawab Randy santai.


“Ide maksud lo?” tanya Dimas yang mulai penasaran.


“Ya kata Raisa dia mau pilihin baju pengantin buat Laura biar surprise gitu,” jawab Randy.


“Terus maksud kata-kata Raisa balas dendam itu apa?” tanya Dimas.


“Hahaha,” Randy terkekeh.


“Kenapa lo ketawa?” tanya Randy heran.


Randy kemudian berdiri disamping Dimas sambil menepuk-nepuk punggul Dimas, “Dim, Dim, logika aja deh kalau gue mau bales dendam ke Laura, ngapain juga gue harus minta maaf, ngapain juga gue maksa banget minta waktu untuk jelasin ini semua ke kalian.” Jawab Randy tersenyum.


Setelah Randy menjelaskan semuanya kepada Dimas, akhirnya Dimas pun percaya lagi dengan Randy. Malam ini Dimas datang kerumah Laura untuk menjelaskan semua kesalahpahaman ini agar Laura pun tidak terus-terusan berpikir buruk tentang Randy. Laura, Dimas, Angga dan juga Aliya sudah berkumpul di kamar Laura untuk berdiskusi. Mereka memilih berdiskusi di kamar Laura agar Echa tak ikut andil dalam perbincangan mereka karena sudah pasti Echa tidak mengerti, sebab dari awal masalah ini Echa sama sekali tidak mengetahuinya.


“Seriusan kak?” tanya Angga yang terkejut mendengar penjelasan Dimas.


Dimas mengangguk kepalanya, “jadi gimana Ra, kamu mau kan maafin dan terima cintanya Randy lagi?” tanya Dimas yang melihat Laura hanya terdiam.

__ADS_1


“Untuk saat ini Laura maafin Randy kak, tapi Laura belum bisa terima cintanya Randy kak.” Jawab Laura yang membuat Aliya, Angga dan Dimas terkejut.


“KENAPA?” tanya Aliya, Angga dan Dimas bersamaan.


“Laura masih butuh waktu untuk mikirin masalah ini lagi kak.” Jawab Laura yang kemudian tersenyum.


“Tapi kak, kakak ga kasian dengan perjuangan kak Randy nyiapin surprise untuk kakak, sampai-sampai kak Randy hampir kehilangan kakak untuk kesekian kalinya?” tanya Aliya tegas.


“Gue ngerti kok, tapi gue butuh waktu untuk mantapin hati gue dulu, karena ini pernikahan bukan untuk main-main Al.” Jawab Laura tegas.


“Laura ada benarnya juga kok, dan ini juga bukan perjodohan jadi jika Laura sampai salah pilih itu artinya Laura gagal dalam memilih pasangan hidupnya, sedangkan kalau perjodohan itu jelas benar ataupun salahnya terdapat pada orang tua.” Ucap Dimas tegas.


Disaat mereka berempat sedang asik diskusi tiba-tiba Echa memanggil dari dapur. “LAURA, ALIYA TOLONG BUKAIN PINTU DONG, MAMA SAMA BIK INAH LAGI REPOT NIH!” teriak Echa yang begitu kuat.


“IYA MA!” sahut Dimas dan Angga bersamaan.


Laura dan Aliya sontak saling pandang-pandangan, “lah yang dipanggil kan kita berdua kok malah Mas Angga sama Kak Dimas yang jawab?” tanya Aliya heran.


Angga dan Dimas yang sudah berdiri langsung melirik Aliya dan Laura yang berada dibelakangnya. Angga dan Dimas lalu tersenyum.


“Mau berbakti sama Mama,” jawab Angga dan Dimas bersama.


Dengan sigap Dimas langsung berlari duluan, “yang duluan bukain pintu di traktir batagor seminggu plus yang kalah ga boleh makan batagor selama seminggu!” perintah Dimas dengan meledek Angga.


“Ah kak Dimas curang,” jawab Angga kesal. Disaat Angga mau mengejar Dimas, Aliya langsung menahan tangan Angga. “Udahlah yank ikhlasin aja!” pinta Aliya terkekeh.


“Entar kamu makan batagor bagian aku aja!” pinta Aliya tersenyum.


“Ah udah deh kalian berdua sana, ga usah romantis-romantis di kamar gue deh!” perintah Laura yang langsung mendorong tubuh Aliya yang secara otomatis Angga yang berada di depan Aliya juga ikutan terdorong.


“Makanya kak terima dong lamaran Randy biar bisa romantis-romantis kayak kita,” ucap Angga yang membuat Laura semakin kesal.


“Bodo amat,” sahut Laura sambil menutup pintu kamarnya.


TING NUNG....


“Iya bentar,” ucap Dimas yang baru sampai di depan pintu.


KLEEKK!!


Dimas seketika terpesona dengan seorang wanita berhijab yang sedang berada didepannya saat ini yang ternyata adalah Dona sahabat Aliya.


Dona tersenyum bingung melihat Dimas yang memandangnya seperti ini, “maaf kak Aliya Wijaya Salshabila nya ada?” tanya Dona.

__ADS_1


Dimas seketika buyar dari lamunannya, “oh ada kok ada,” jawab Dimas.


“Silahkan masuk, duduk dulu biar aku panggilin Aliya nya!” perintah Dimas yang kemudian menjauh dari pintu.


“Iya makasih kak, Assalammu’alakum,” ucap Dona yang kemudian masuk kedalam rumah.


“Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,” jawab Dimas yang kemudian berjalan menuju tangga untuk memanggil Aliya.


“ALIYA WIJAYA SALSHABILA!” teriak Dimas.


“Ih kak Dimas apa-apaan sih pakai manggil nama Aliya kebalik kayak kayak Dona aja,” cetus Aliya kesal.


“Siapa tau emang Dona yank,” jawab Angga, “yok kebawah!”pinta Angga yang langsung menggandeng tangan Aliya tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu.


“Dona?” tanya Aliya yang baru saja sampai di ruang tamu.


Aliya melepaskan tangan Angga dengan lembut dan kemudian duduk disamping Dona. “Dona ini elo?” tanya Aliya sambil memegang pipi Dona dengan kedua tangannya.


Dona seketika melepaskan tangan Aliya yang mencengkam pipinya, “ya iyalah gue, siapa lagi coba yang manggil nama lo kebalik selain gue?” tanya Dona dengan tatapan sinis.


Angga spontan langsung menyenggol lengan Dimas memberikan kode, “ada kok, nih buktinya,” ledek Angga.


“Ih apaan sih, kan gue cuma nyampaikan pesan dia aja,” jawab Dimas dengan pipi yang mulai memerah karena malu.


“Eh iya ya, kak Dimas gimana kak Dimas sama Dona aja, kan sama-sama jomblo!” pinta Aliya sambil menyenggol pelan lengan Dona.


“Apaan sih Al,” sahut Dona dan Dimas bersamaan.


“Cieee sweet banget sih,” ledek Aliya dan Angga bersamaan.


“Kalian juga kok,” ucap Dona dan Dimas bersamaan lagi.


“Tu kan kompak banget sih udah nikah aja,” ledek Angga.


“Udah ah gue mau pulang aja, gue kesini cuma mau balikin flashdisk lo kok Al,” ucap Dona cemberut sambil meletakkan flashdisk Aliya ketangan Aliya.


Sorry ya guys masih ada yang typo🙏🙏


Sabar menunggu ending ya guys,😊


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,😉

__ADS_1


IG : @febiayeni21


FB : Febi Ayeni


__ADS_2