Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 16


__ADS_3

Randy dan Chika kini sudah berada di dalam sebuah supermaket.


"Yank, kamu tau ga bedanya kamu sama buah anggur?" Tanya Randy sambil memegang buah anggur yang berada di dalam sebuah plastik.


"ga tau, emangnya apa?" Tanya Chika kembali.


"Kalau anggur kan warnya hanya ada warna merah, ungu sama hijau. Tapi kalau kamu warna - warni di hati aku!" Jawab Randy sambil tersenyum manis ke hadapan Chika.


Chika tersenyum malu melihat tingkah Randy.


"Warna - warni sih tapi dari hitam sampai navy aja, TETAP AJA GELAP๐Ÿ˜’!" Ucap Chika judes.


"Gitu amat sih yank ngomongnya!" Ledek Randy sambil mengikuti langkah Chika yang meninggalkannya.


Kini Chika dan Randy sudah berada di dalam mobil Ferrari Spider milik Randy.


"Yank, kita jadi ke toko bonekanya?" Tanya Randy sambil memegang setir mobilnya.


"Jadi lah yank!" Jawab Chika.


"Emangnya kamu mau beli boneka untuk siapa sih yank?" Tanya Randy penasaran.


"Buat sahabat aku lah!" Ucap Chika dengan meninggikan nada bicaranya.


"Biasa aja kali jangan nyolot juga lah!" Jawab Randy yang menatap mata Chika dengan tatapan sinis.


"Iya iya maaf deh!" Ucap Chika sambil menundukkan kepalanya.


Kini Randy telah menghentikan mobilnya tepat di depan parkiran toko boneka. Randy pun segera turun dan kemudian membukakan pintu untuk Chika. Randy merasa bersalah karena semenjak ia mengatakan Chika "nyolot" dengan nada yang sedikit meninggi tersebut membuat Chika menjadi terdiam sepanjang perjalanan menuju toko boneka.


"Udah dong ngambek nya, aku bercanda kali!" Ucap Randy sambil mengelus - elus kepala Chika.


"Yaudah kita cari bonekanya ya!" Lanjut Randy merangkul bahu kiri Chika mengupayakan agar Chika segera keluar dari mobil. Akhirnya Chika pun keluar dan mereka segera menuju toko boneka.


"Yank kamu mau cari boneka apa?" Tanya Randy sambil mengikuti langkah kaki Chika yang berjalan mendahuluinya.


"Boneka itu yank!" Ucap Chika sambil menunjuk - nunjuk boneka Doraemon ukuran sedang yang berada di rak paling atas, Chika yang pendek tak mampu menjangkau boneka Doraemon tersebut.


Randy pun sejenak terdiam melihat boneka Doraemon tersebut dan juga memperhatikan tingkah Chika saat ini sangat mirip dengan....


2 tahun yang lalu ketika Randy masih berstatus sahabat Laura.


"Mau boneka yang mana lu, Ra?" Tanya Randy


"Yang itu Ran!" Jawab Laura sambil menunjuk - nunjuk sebuah boneka Doraemon ukuran sedang.


Seketika Randy termenung melihat Laura yang loncat - loncat seperti anak kecil.

__ADS_1


"RAN!" Panggil Laura sambil melambai - lambaikan tangannya ke wajah Randy yang dari tadi tak berkedip melihatnya.


"RANDY!" Panggil Laura lagi.


"Eh, apa Ra?" Tanya Randy yang baru sadar dari lamunannya.


"Gue dari tadi manggilin lu tau!" Jawab Laura kesal sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Apa lho Laura ku sayang!" Ucap Randy sambil mencubit kedua pipi Laura yang cubby.


"Aww aww, Sakit tau!" Jawab Laura sambil memegang kedua tangan Randy yang memegang pipinya mencoba melepaskan tangan Randy dari pipinya.


"Ehemm! Cieee yang megangin tangan gue!" Ucap Randy sambil melepaskan cubitan nya.


"Apaan sih!" Jawab Laura sambil melepaskan tangan Randy.


"Iya iya deh, lu tadi mau ambil boneka yang mana?" Tanya Randy.


"Boneka Doraemon yang itu!" Jawab Laura dengan nada merengek seperti anak kecil.


"Yang ini?" Tanya Randy sambil memegang sebuah boneka Doraemon dengan ekspresi tersenyum.


"Iya!" Jawab Laura senang. Randy pun mengambil boneka Doraemon itu dan memberikannya kepada Laura.


Laura pun langsung memeluk boneka Doraemon itu sambil tersenyum - senyum bahagia.


"Apa?" Tanya Laura yang masih asik dengan boneka Doraemon.


"Orang yang beliin nya ga di peluk juga?" Tanya Randy lagi sambil menunjukkan gaya agar ia di peluk.


"Ga mau ah!" Jawab Laura judes.


"Yaudah kalau ga mau bonekanya ga gue bayar nih ya!" Ucap Randy santai.


"Yaudah yaudah nih, kalau ga niat ngasih bilang dong jangan buat gue baper dong!" Jawab Laura kesal sambil memberikan boneka Doraemon kepada Randy. Kemudian Laura membalikkan badannya sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Yaelah Ra, Ra yaudah ayok kita bayar!" Ucap Randy merangkul bahu kanan Laura dengan tangan kanannya dan tangan kirinya memegang boneka Doraemon.


"Ikhlas kan?" Tanya Laura sambil menujuk wajah Randy dengan tatapan sinisnya.


"Iya lho!" Jawab Randy.


Skip...


"Yaaankkk!" Panggil Chika sambil melambai - lambaikan kedua tangannya ke wajah Randy yang sedang melamunkan masa lalunya bersama Laura.


"RAANDYY!" Panggil Chika dengan nada yang sedikit meninggi. Sontak membuat Randy terkejut dan terbangun dari lamunannya.

__ADS_1


"Eh, iya Ra!" Jawab Randy terkejut.


"RA? MAKSUDNYA?" Tanya Chika bingung.


"HAH?" Tanya Randy kembali yang kebingungan dengan pertanyaan Chika.


"Tadi kamu bilang Ra lho!" Ucap Chika kesal.


"Yank lho aku bilang!" Jawab Randy.


"Enggak tadi kamu bilang Ra!" Ucap Chika yang semakin kesal dengan jawaban Randy.


"Ra, Ra, Ra siapa sih? Selingkuhan kamu ya?" Tanya Chika lagi dengan ekspresi wajah melasnya.


"Ohh, Rani maksud aku yank!" Jawab Randy sambil tersenyum.


"Tu kan siapa lagi Rani?" Tanya Chika dengan ekspresi wajah semakin cemberut.


"Awalnya sih selingkuhan aku yank, tapi kamu udah tau jadinya namanya ga selingkuhan aku lagi dong!" Jawab Randy sangat santai.


"Tu kannn๐Ÿ˜ฃ!" Ucap Chika yang kemudian duduk dilantai dengan menghadap ke arah Randy sambil memeluk lututnya dan menundukkan kepalanya di atas lututnya.


"Yank, kamu ngapain kayak gitu?" Tanya Randy yang kini telah mengambil posisi jongkok sambil berusaha menegakkan kepala Chika.


"Eh, udah dong kok jadi nangis sih?" Tanya Randy lagi ketika ia mengetahui ternyata Chika menangis akibat ulahnya sendiri.


"Kamu ga malu duduk di situ, di liatin orang lho." Ucap Randy lagi sambil mengelus - elus rambut indah Chika.


"Aku bercanda lho tadi, aku minta maaf ya!" Lanjut Randy sambil berusaha menegakkan kepala Chika lagi. Dan akhirnya Chika baru mau menegakkan kepalanya yang dari tadi usaha Randy tak berhasil.


"Yaudah, Boneka Doraemon nya mau yang mana?" Tanya Randy sambil menghapus sisa air mata Chika.


"Yang senyum aja!" Jawab Chika.


"Yaudah naik!" Ucap Randy sambil menunjukkan punggungnya agar ia menggendong Chika.


"Ga mau ah, malu!" Jawab Chika.


"Yaudah kalau ga mau, ga usa beli boneka kalau gitu!" Ucap Randy santai. Chika segera mengikuti perintah Randy. Chika tersenyum - senyum bahagia melihat tinggah laku Randy saat menggendongnya.


"Dah yuk bonekanya udah dapat!" Jawab Chika mengintruksi agar Randy menurunkannya.


"Ah malas." jawab Randy sambil membawa Chika lari ke arah kasir. Chika sangat bersyukur karena pada saat itu hanya ada mereka berdua yang berbelanja di toko boneka itu jadi ia tak begitu malu dengan kelakuan Randy yang kumat - kumatan.


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya ya guys. ๐Ÿ˜‰


Terimakasih buat yang udah dukung, like dan komentnya. ๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2