
Laura yang baru pulang jongging langsung diserbu dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat Laura pusing.
“Kak gimana? Kak Randy ngomong apa? Kak Randy jadi mau lamar kakak kan? Kakak terima kan?” tanya Aliya yang terus mengikuti langkah Laura yang berjalan menuju meja makan.
“Kamu tau dari mana kalau kakak ketemu Randy?” tanya Laura kembali sambil mengambil sepiring nasi goreng buatan Echa dan Aliya.
“Hehe, tau dari mas Angga,” jawab Aliya cengengesan.
“Dasar ya kalian hobby banget ngepoin orang,” ucap Laura.
“Jadi gimana kak jawaban dari pertanyaan Aliya tadi?” tanya Aliya yang masih penasaran.
“Ya intinya semua akan terjawab besok di danau,” jawab Laura santai.
“Terus-terus besok kakak mau jawab apa?” tanya Aliya yang duduk disamping Laura.
“Aliya, nanti dulu dong nanya-nanyanya biarin kak Laura nya makan dulu!” perintah Echa yang membuat seketika Aliya langsung cemberut.
“Ya kan Aliya kepo Ma,” jawab Aliya dengan wajah cemberutnya.
“Udah lah yank entaran aja ngepoinnya kasian kak Laura ga ada yang belain kak Laura selain mama,” sahut Angga dengan nuansa-nuansa meledek.
“Yaelah lo berdua jangan romantis-romantisan di depan gue bisa ga sih, panas gue dengarnya!” pinta Laura dengan tatapan sinisnya.
Aliya kemudian berjalan ke tempat duduk Angga dan melingkarkan tangannya di leher Angga dari belakang, “Makanya kak terima dong kak Randy nya biar bisa romantis-romantisan kayak kita,” jawab Aliya sambil menaik turunkan alis matanya.
Laura kemudian berdiri dan meletakkan piring kotornya ke dapur, “bodo amat.” Ucap Laura ketus.
Jam sudah menunjukkan pukul 23.05 namun Laura juga masih belum bisa tidur. Laura masih kebingungan dengan jawabannya sendiri untuk Randy.
“Duuhh, gimana ya?” tanya Laura sambil berjalan mondar-mandir seperti setrikaan.
“Kalau gue jawab gue ga mau, entar Randy benaran pergi gimana dong?” Laura menggigit ujung kukunya.
“Gue kan cuma mau ngetes dia aja, dia benaran serius ga sih sama gue?” Laura benar-benar kebingungan dengan ulahnya sendiri.
“Kalau gue ngasih tau Aliya soal ini, dia pasti kasih tau Angga dan Angga bakalan kasih tau Randy, kalau sebenarnya gue cuma ngetes Randy aja,” Laura kemudian duduk diatas tempat tidurnya.
__ADS_1
“Duuh, gimana ya kalau Randy besok ga datang?” disaat Laura sedang pusing dengan pertanyaan-pertanyaan yang mulai menghantuinya tiba-tiba Aliya mengetuk pintunya.
TOOKK... TOKK..
“Kak Laura udah tidur belum?” tanya Aliya dari luar.
“Wah gawat nih kalau Aliya dengar biar ketahuan dong kalau gue Cuma pura-pura nolak Randy,” ucap Laura dengan suara yang pelan.
“Kak, kak Laura,” panggil Aliya lagi.
“Iya bentar Al,” jawab Laura yang kemudian membuka pintu kamarnya.
“Kamu udah lama di depan pintu?” tanya Laura yang mulai panik.
“Emm barusan kok kak,” jawab Aliya berbohong, padahal Aliya sudah dengar semua pembicaraan Laura dari awal.
Laura membuang napas leganya, “Alhamdulillah kalau gitu,” ucap Laura.
“Emang kakak kenapa?” tanya Aliya pura-pura tidak tau.
“Emm ga apa-apa kok Al, cuma masih bingung aja mau jawab apa ke Randy besok.” Jawab Laura.
Aliya mengambil sebuah kotak cincin yang berada di dalam laci meja hiasnya. Aliya kemudian kembali ke kamar Laura dan memberikan kotak cincin tersebut kepada Laura, “itu punya kak Randy,” ucap Aliya.
Laura membuka kotak tersebut yang ternyata berisi cincin berlian, “kenapa bisa ada sama kamu, Al?” tanya Laura penasaran.
“Karena 2 hari sebelum kak Dimas sama kak Laura tunangan, kak Randy datang mau ngelamar kak Laura, karena kak Randy ga mau jadi orang ketiga di hubungan kakak dan kak Dimas, kak Randy memilih untuk mundur. Dan kak Randy kesal yang pada akhirnya ia buang cincin ini di depan rumah kita.” Jelas Aliya panjang lebar.
“Seriusly Al?” tanya Laura lagi yang tak percaya bahwa Randy melakukan hal tersebut saat itu.
“Ya iyalah kak, ya kali ini cincin Aliya, mana mampu Aliya beli cincin semahal ini kak.” Jawab Aliya sambil melipat kedua tangannya di perut.
“Kenapa kamu baru bilang sekarang?” tanya Laura sambil menatap kedua bola mata Aliya.
“Karena Aliya pikir kakak bakalan tetap menikah dengan mas Angga, jadi Aliya ga mau ngerusak semuanya. Dan menurut Aliya ini adalah waktu yang tepat untuk jujur sama kakak.” Aliya memegang kedua tangan Laura.
“Kak, Aliya juga udah liat isi dalam kotak yang dibawah tempat tidur kakak, kakak juga masih sayang kan sama kak Randy?” tebak Aliya, Laura menundukkan kepalanya.
__ADS_1
“Kak, kak Randy itu benar-benar sayang sama kakak, please kak kasih kak Randy kesempatan lagi kak!” pinta Aliya memohon.
Laura menegakkan kepalanya, “Kakak akan terima lamarannya besok Al, di danau itu.” Jawab Laura yang kemudian tersenyum, “tapi sebelum itu kakak akan shalat istikharah dulu,” lanjut Laura yang langsung beranjak menuju kamar mandi.
“Semangat kak Laura, Aliya yakin kakak pasti bahagia bersama kak Randy.” Ucap Aliya dengan senyuman manis yang merekah di bibirnya. Laura hanya tersenyum melihat Aliya.
Keesokan harinya....
“Al, kamu sama Angga ga masuk kuliah kan?” tanya Laura yang sedang bersiap-siap.
“Kakak gimana sih ini kan hari minggu, Aliya sama mas Angga ya libur lah,” jawab Aliya cemberut.
“Iya iya, jangan cemberut gitu dong,” ucap Laura sambil mencolek dagu Aliya.
“Yok sayang berangkat,” ucap Angga yang langsung merangkul pundak Aliya.
“Lah, kalian mau kemana?” tanya Laura kebingungan.
“Ya mau kerumah mama dong kak, kan ini jadwal kami tinggal disana.” Jawab Angga sambil menaik turunkan alis matanya.
“Emang kalian ga bosan pindah sana sini?” tanya Laura santai.
“Kita tu bosannya liat kakak ga nikah-nikah,” jawab Angga yang kemudian berjalan bersama Aliya menuruni satu persatu anak tangga.
“Lah terus gue ke danau siapa yang ngantar dong?” tanya Laura yang masih berdiam diri.
“Ya minta jemput Randy lah!” perintah Angga.
“Ya kali minta jemput Randy, yang ada gagal dong gue buat dia kesel dulu. Udah ah gue naik ojek online aja.” Ucap Laura dengan suara pelan.
Laura pun akhirnya mau tidak mau terpaksa naik ojek online ke danau Sanghyang. Sekitar 1 jam lamanya Laura diperjalanan, akhirnya ia sampai juga. Macet yang cukup memakan waktu itu membuat Laura terlambat.
Oke guys segini dulu ga apa-apa ya, buntu nih. 😁
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman,😉
__ADS_1
IG : @febiayeni21
FB : Febi Ayeni