Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 29


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Chika datang ke rumah sakit Kamboja ingin menjenguk teman sekelasnya yang sakit. Sepanjang perjalanan Chika memperhatikan satu persatu ruangan tempat orang - orang sakit. Jalan - jalan dan terus berjalan langkah Chika pun terhenti tepat di depan salah satu ruangan yang sangat sepi, dimana tak ada satu orang pun yang menjaga pasien tersebut. Dari jendela ruangan itu ia melihat seorang pria terbaring lemah di atas tempat tidurnya. Chika penasaran dengan pria itu dan mulai mendekati jendela ruangan itu namun saat Chika ingin memperhatikan lebih jelas lagi seorang pria yang terbaring itu dengan alat - alat kedokteran yang di pasang di beberapa bagian tubuhnya, tiba - tiba ada yang memanggilnya dari belakang.


"CHIKA!" Panggil Caca teman sekelasnya Chika. Chika pun terkejut dan langsung menoleh ke belakang.


"Lu ngapain sih di situ?" Tanya Caca yang mulai mendekati Chika yang masih berdiam diri di depan ruangan itu.


"Oh lu liat orang di ruangan itu!" Lanjut Caca sambil merangkul pundak Chika.


"Lu tau ga kenapa orang di dalam itu sendirian?" Tanya Caca kepada Chika dengan nada suara yang di pelankan.


"Kenapa?" Tanya Chika penasaran.


"Karena keluarganya sedang sibuk kesana kesini nyari sesuatu yang orang itu butuhkan, gue juga ga ngerti apa yang mereka cari!" Jawab Caca.


"Emangnya dia kenapa kok sampai segitunya amat sih?" Tanya Chika lagi yang semakin penasaran.


"Kalau ga salah dengar sih dia kanker hati stadium 4, Chik!" Jawab Caca santai.


"Hah, bukannya stadium 4 itu stadium akhir ya Ca, itu kan udah hampir ga mungkin lagi bisa tertolong?" Tanya Chika.

__ADS_1


"Tu lu tau!" Jawab Caca


"Yaudah yuk jenguk si Rio dulu!" Lanjut Caca yang berjalan mendahului Chika. Chika menoleh kebelakang masih penasaran dengan orang di dalam ruangan itu.


"CHIKA AYOK!" Teriak Caca memanggil Chika yang seperti orang kebingungan di depan ruangan itu. Chika pun kemudian berjalan megikuti langkah kaki Caca.


Beberapa saat setelah Chika menjenguk teman sekelasnya itu. Kembali lagi ia menghentikan langkahnya di depan ruangan yang tadi ia lihat. Chika yang masih sangat penasaran dengan orang yang terbaring di dalam ruangan itu pun melakukan hal yang nekat. Chika melihat kondisi sekitar sangat sepi membuat ia perlahan - lahan masuk ke dalam ruangan itu. Dan ketika ia sudah sampai tepat di samping pria itu, tangis Chika pecah. Karena betul dugaannya dia mengenal pria itu yang tak lain adalah RAKA pria yang sangat di cintainya.


"RAKA, huhuhu!" Ucap Chika sambil memegang tangan Raka yang sama sekali tidak bergerak sama sekali.


"Raka bangun!" Lanjut Chika yang kini telah menggenggam tangan Raka dengan kedua tangannya.


"Karena Raka tak mau melihat kamu sedih seperti ini Chika!" Ucap seorang wanita dari belakang Chika yang tiba - tiba datang tanpa sepengetahuan Chika. Chika pun menoleh kebelakang dan meliat orang yang menjawab pertanyaan untuk Raka.


"TANTE!" Ucap Chika terkejut. Ya Mama Raka lah yang sedang berbicara dengan Chika saat ini.


"Raka terkena kanker Hati sejak 2 tahun yang lalu dan kami mengetahuinya baru 1 tahun belakangan ini karena ia tak mau membuat kami sedih!" Ucap Mama Raka sambil meneteskan air matanya.


"Raka selalu menutupi semua rasa sakitnya agar kami tidak sedih. Dia kemoterapi sendiri tanpa sepengetahuan kami, namun kemoterapi yang ia lakukan selama ini hanya untuk menghilangkan rasa sakitnya sementara. Akhirnya lama kelamaan kami tau dan disaat kami tau kondisinya sudah mulai memarah. Kami terlambat memberikan pertolongan untuknya hingga pada akhirnya ia harus terbaring lemah seperti ini!" Ucap Mama Raka menjelaskan.

__ADS_1


Memang beberapa hari sebelum Raka memutuskan Chika, Chika sering melihat wajah Raka pucat.


Beberapa hari sebelumnya .....


"Muka kamu kok pucat sih yank?" Tanya Chika ketika mereka masih berada di dalam mobil.


"Masak sih?" Tanya Raka sambil melihat wajahnya ke cermin mobilnya.


"Iya kamu sakit ya?" Tanya Chika lagi.


"Yaudah kita pulang aja yok yank, jonggingnya lain waktu aja!" Lanjut Chika yang khawatir dengan Chika.


"Enggak lho yank, aku ga sakit. Lagian kita bentar lagi nyampai ditempat jonggingnya kok!" Jawab Raka.


Raka dan Chika kini sudah berada di taman tempat orang - orang biasanya melakukan olahraga seperti joging. Mereka pun langsung melakukan joging. Baru beberapa menit mereka berlari kecil, Raka sudah tak sanggup berlari lagi dan Raka pun memutuskan untuk duduk di paving block taman. Chika yang menoleh kebelakang melihat Raka yang sudah kelelahan pun langsung menghampiri Raka yang tengah duduk di paving block taman.


Koment - koment dong di bawah ceritanya ngefeal ga?


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya ya guys. 😉

__ADS_1


Terimakasih buat yang udah dukung, like dan komentnya. 😊


__ADS_2