Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 33


__ADS_3

****


“Kita mau kemana sih yank kok pakai acara tutup mata segala?” tanya Angga dengan mata tertutup.


“Udah kamu tenang aja, pokoknya ini surprise banget buat kamu,” Aliya terus menuntun suaminya hingga sampai ke sebuah tempat yang sudah di desain Aliya seindah mungkin.


Makan malam di taman dengan lampu-lampu yang menyinari sekelilingnya membuat suasana malam ini jadi malam yang spesial. Hidangan makan malam yang tertata rapi di atas meja menambah nuansa romantis.


Aliya membuka tutup mata Angga perlahan. Angga sudah tidak sabar melihat kejutan yang akan Aliya berikan kepadanya malam ini.


“Sekarang kamu buka deh matanya!” pinta Aliya yang sangat antusias.


“SURPRISE!!!” teriak Aliya. Angga yang tadinya tersenyum lebar kini seketika merengut. Bagaimana tidak, Aliya memberikan kejutan seperti ini.


Angga menarik tangan kanan Aliya, “ayo kita pulang!” perintah Angga. Aliya terpaksa berlari kecil karena langkah Angga terlalu cepat.


“Yank, tunggu dulu!” perintah Aliya yang tiba-tiba menghentikan langkah kakinya.


“Maksud kamu apa sih buat acara seperti ini?” tanya Angga dengan tatapan penuh amarah itu.


“Aku yang ngajak mbak Aulia kesini, dia ga mau tapi aku paksa,” jawab Aliya.


Angga meremas rambutnya sendiri, “sayang kamu kenapa sih lakuin ini?” tanya Angga.


Aliya lalu menggenggam kedua tangan Angga, “kamu akan tau nanti,” jawab Aliya, “sekarang kita duduk dulu ya!” perintah Aliya lembut.


“Oke, tapi ini terakhir kalinya kamu temukan aku sama dia!” perintah Angga, Aliya hanya tersenyum.


Makan malam yang Angga harapkan hanya ada dirinya dan sang istri saja namun, seketika berubah menjadi seperti makan malam di kandang Singa. Entah apa yang ada di pikiran Aliya saat ini, sehingga Aliya harus mengundang Aulia di acara ulang tahunnya. Setelah selesai menghabiskan hidangan pada malam ini Aliya pun akhirnya angkat bicara.


“Sebelumnya aku minta maaf karena harus menghancurkan moment spesial Mas Angga dan Mbak Aulia malam ini,” ucap Aliya sambil melirik Angga dan Aulia secara bergantian.


“Aliya mau to the point aja,” jeda Aliya sejenak. Aliya lalu meraih tangan kanan Angga dan Aulia secara bersamaan. Aliya lalu meletakkan tangan Aulia paling bawah, tangannya ditengah dan tangan Angga paling atas.


Aliya menatap kedua bola mata Angga dan Aulia secara bergantian, “Aliya ingin kita bertiga jadi keluarga!” pinta Aliya. Angga dan Aulia spontan langsung menarik tangannya masing-masing.


“Ga aku ga mau!” tegas Angga.


“Kamu ngomong apa sih Al?” tanya Aulia dengan tatapan kaget itu.

__ADS_1


Aliya lalu bangkit dari tempat duduknya. Aliya kemudian berdiri membelakangi Angga dan Aulia.


“Aliya ikhlas kok kalau Mas Angga dan Mbak Aulia harus bersatu,” ucap Aliya yang tak mampu menahan air matanya.


Angga dan Aulia lalu berdiri di belakang Aliya.


“Aliya tau kalian saling mencintai dan—“ ucapan Aliya seketika terhenti.


Angga meletakkan telunjuknya ke bibir Aliya, “sstt, kamu ngomong apa sih,” putus Angga yang kemudian menggenggam kedua tangan Aliya lembut.


“Kamu bersikap kayak gini, karena kejadian di rumah kemaren kan?” tanya Angga dengan menatap lekat kedua buah bola mata Aliya.


Aliya tersenyum lalu menggeleng-gelengkan kepalanya, “aku udah tau semuanya Mas, tentang hubungan kamu dan Mbak Aulia dulu,” jawab Aliya dengan air mata yang terus menerus mengalir membasahi pipinya.


“Aku sebenarnya kecewa sama kamu Mas,” jeda Aliya sejenak, “kenapa kamu ga pernah jujur sama aku tentang hubungan kamu sama mbak Aulia?” tanya Aliya.


Angga lalu memegang pipi Aliya dengan kedua tangannya, “aku udah pernah bilang sama kamu pas pertama kali kamu liat Aulia meluk aku di kampus,” jawab Angga, “apa kamu lupa?” tanya Angga kembali. Aliya terdiam membisu.


Angga kemudian kembali memeluk tubuh istrinya itu.


“Ya Allah, hamba benar-benar tak pantas untuk cemburu dengan Aliya. Aku bukan siapa-siapa lagi bagi Angga. Ya Allah, kuatkanlah hati hamba dengan ini semua!” pinta Aulia dalam hati. Aulia hanya diam membeku melihat keromantisan rumah tangga Angga dan Aliya.


Langkah kaki Aulia seketika terhenti saat Aliya menarik tangannya, “Mbak tunggu dulu!” perintah Aliya yang spontan melepaskan pelukan Angga.


Aliya lalu menggenggam kedua tangan Aulia, “Mbak, please jujur sama Aliya Mbak!” pinta Aliya dengan tatapan mata yang berbinar-binar itu.


“Apa Mbak Aulia masih mencintai Mas Angga?” tanya Aliya. Aulia terkejut mendengar pertanyaan Aliya tak terkecuali dengan Angga.


“Aliya kamu—“ ucapan Angga tercekat.


“Mas please diam dulu!” perintah Aliya. Angga terpaksa menuruti perintah Aliya.


“Mbak jawab jujur Mbak!” pinta Aliya. Aulia hanya mampu menundukkan kepalanya dengan air mata yang mengalir dipipinya.


“Maafin Mbak Al, maafin aku,” ucap Aulia. Aulia lalu melepaskan paksa genggaman tangan Aliya. Namun, Aulia tak berhasil karena Aliya menahan kuat tangan Aulia.


“Mbak please jawab dulu!” pinta Aliya lagi.


“Perasaan gue terhadap Angga semuanya masih sama seperti dulu,” jeda Aulia sejenak, “tapi gue ga mau menghancurkan rumah tangga kalian Al. Gue lebih milih untuk memendam ini semua, karena gue tau cinta ga bisa di paksakan.” Lanjutnya yang kemudian melepas paksa tangan Aliya. Aulia lalu berlari meninggalkan Aliya.

__ADS_1


“MBAK AULIAAA!” teriak Aliya. Namun, Aulia terus berlari tanpa memperdulikan teriakan Aliya.


Aliya kemudian mengejar Aulia, “Mbak tunggu... Huff huff!” pinta Aliya dengan napas tersengal-sengal.


Dengan paksa Aulia pun menghentikan langkahnya.


“Mbak!” Aulia lalu mengahadap Aliya yang sedang membungkukkan badannya karena kelelahan mengejar dirinya.


Aulia kemudian berjalan mendekati Aliya. Dengan air mata yang terus-menerus membasahi pipinya Aulia tetap mencoba untuk kuat menahan sakit hati ini. Aliya lalu memegang kedua tangan Aulia.


“Mbak, Aliya mohon Mbak mau ya jadi istri kedua Mas Angga!” pinta Aliya dengan tatapan penuh harapan.


Angga lalu melepaskan kasar genggaman tangan Aliya dan Aulia.


“Aliya, aku ga mau poligami titik!” tegas Angga yang langsung membawa Aliya pergi.


“Tapi Mas,” Aliya seketika menghentikan langkahnya secara tiba-tiba, “Aliya punya alasan kenapa Aliya minta Mas harus poligami!” tegas Aliya.


Kedua bola mata Angga terbelalak mendengar ucapan Aliya.


“Aliya juga punya alasan kenapa Aliya milih Mbak Aulia yang harus jadi istri kedua Mas,” lanjut Aliya yang semakin membuat Angga bertanya-tanya.


“Tapi Aliya mohon, Mas sama Mbak Aulia tenang dulu,” jeda Aliya sejenak, “kalau kayak gini terus gimana Aliya bisa jelasin alasan yang sebenarnya?”


Kira-kira apa ya alasan Aliya?


Dan kira-kira Angga dan Aulia akan mengabulkan permintaan Aliya ga ya?


Yang penasaran jangan lupa tetap pantau terus kelanjutannya ya😉


Maaf ya guys baru bisa up🙏🙏


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,


IG : @febiayeni21


FB : Febi Ayeni

__ADS_1


__ADS_2