Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 78


__ADS_3

Tiba-tiba Sinta mahasiswi sok cantik kampus ini datang dan langsung menjambak rambut indah Aliya.


"AL YA AMPUN LO KOK REBUT PANGERAN GUEEE SIH," teriak Sinta sambil menjambak rambut Aliya.


"Aduhh sakit Sinta," ucap Aliya yang meringis kesakitan. Dona yang melihat aksi Sinta yang kurang ajar ini pun spontan membuatnya menjambak balik rambut Sinta.


"Rasain lo," tukas Dona yang sangat emosi dengan kelakuan Sinta.


"Udah udah kalian ngapain jadi berantem sih?" tanya Aliya sambil memegangi sambutnya yang habis di jambak Sinta.


"Kalian semua dengar gue baik-baik, ISU YANG KALIAN DENGAR ITU SALAH!" tegas Aliya dengan perasaan campur aduk di hatinya.


"Ya ga mungkin lah yang ngomong kan para dosen, ya ga mungkin lah mereka bohong," sahut Sinta sinis sambil menghidupkan kipas portable nya.


"GUE SERIUS," tegas Aliya, "gue salah dengar makanya pak Angga terkejut dan dosen-dosen jadinya salah paham," lanjut Aliya dengan menundukkan kepalanya karena malu.


"OOH, gara-gara lo yang kebanyakan halu buat semua dosen dan mahasiswa-mahasiswi disini jadi kemakan berita hoax lo," bentak Sinta yang membuat Aliya benar-benar malu untuk menatap orang-orang di sekelilingnya.


"DASAR PEMBUAT ONAR,"


"HUUU,"


"CABE-CABEAN SIH LU,"


Ucap para mahasiswa dan mahasiswi setelah mendengarkan penjelasan dari Aliya. Sinta yang sangat tidak suka dengan Aliya yang selalu menjadi mahasiswi terpopuler di kampus ini pun mengambil kesempatan untuk mempermalukan Aliya.


"Hei, kalian tolong tahan si Donald bebek itu biar ga bisa nolongin nih anak HALU!" perintah Sinta kepada dua temannya.


"Siap sin," jawab kedua dayang-dayangnya Sinta.


"IIH LEPASIN GUE!" perintah Dona yang sudah dipegangin oleh kedua dayang-dayangnya Sinta.


"Udah deh kamu diam aja,"


Sinta yang merasa kemenangan ada di tangannya pun tersenyum sinis kepada Aliya. Sinta pun menyiram kepala Aliya dengan minuman yang ada di tangannya. Sedangkan Aliya hanya bisa terdiam menunduk dengan perbuatan keji Sinta terhadapnya. Para mahasiswa dan mahasiswi lainnya yang melihat Aliya pasrah di sirami oleh Sinta pun tidak tinggal diam, mereka ikut mengambil kesempatan untuk melakukan hal yang sama kepada Aliya.

__ADS_1


"ALIYA LAWAN ALIYAAA," teriak Dona yang berusaha untuk melepaskan tangannya dari kedua dayang-dayang Sinta.


"INI SALAH GUE DON," jawab Aliya dengan air mata yang terus mengalir di pipi Aliya.


"ALIYAAA," teriak Dona lagi yang kini air matanya sudah menetes tak sanggup melihat sahabatnya di bully seperti itu.


Sinta dan mahasiswa-mahasiswi yang sudah puas membully Aliya pun akhirnya pergi meninggalkan Aliya dan Dona yang masih menangis. Dona pun mengejar Aliya yang sudah basah kuyub. Dona pun memeluk Aliya yang duduk diatas paving block kampus tempat Sinta dan kawan-kawanya membully Aliya habis-habisan.


"Aliya, lo kok ga ngelawan sih?" tanya Dona sambil memegangi kedua pipi Aliya yang masih menangis.


"Percuma gue lawan Don, mereka kayak gitu kan karena gue yang ga tau diri ini," jawab Aliya dengan isak tangisnya.


"Iya Al gue ngerti tapi ga seharusnya lo biarin mereka semena-mena dengan lo," ujar Dona yang begitu sedih dengan perjuangan yang Aliya lakukan demi mempertanggung jawabkan kesalahan.


"Gue ga apa-apa kok Don, tapi gue mohon sama lo jangan kasih tau sama pak Angga kalau gue di bully sama mereka!" perintah Aliya sambil menghapus air matanya.


"Kenapa Al, ini kan ga sepenuhnya salah lo Al?" tanya Dona yang tidak habis pikir dengan kesabaran Aliya yang begitu besar.


"Gue ga mau pak Angga makin ga suka sama gue," jawab Aliya dengan raut wajahnya yang begitu sedih.


"Makasih ya Don, lo udah mau ngertiin gue," jawab Aliya sambil tersenyum karena Dona adalah sahabat terbaik yang Aliya punya.


"Iya Al, gue kan sahabat lo jadi gue ga boleh patahkan semangat lo," ujar Dona sambil tersenyum kagum melihat ketulusan hati Aliya.


"Don tolong antarin gue pulang dong," rengek Aliya kepada Dona.


"Oke yuk," sahut Dona sambil membantu Aliya untuk berdiri.


"Tapi urusan sama dosen yang lain gimana dong?" tanya Aliya dengan wajah penuh kekhawatirannya terhadap Angga.


"Yaelah Al masih mikirin pak Angga aja lo, dia bisa kali nyelesaikan itu sendiri," jawab Dona dengan sangat santai.


"Tapi kan gue udah janji mau nyelesaikan ini sama pak Angga, Don." Ucap Aliya yang masih saja sempat mikirkan orang lain disaat kondisinya seperti ini.


"Udah udah entar gue yang bilang sama pak Angga, lo tenang aja." Jawab Dona dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Makasih ya Don, gue ga tau lagi kalau lo ga ada," ucap Aliya yang sangat terharu melihat kesetiaan Dona terhadapnya. Sedangkan Dona tersenyum mendengar ucapan dari Aliya.


15 menit kemudian Aliya pun sampai di rumahnya dengan pakaian yang basah kuyub. Dengan hati-hati Aliya pun masuk dari pintu belakang. Bik Inah yang terkejut melihat Aliya yang tiba-tiba masuk dari pintu belakang pun sontak menlontarkan beberapa pertanyaan kepada Aliya.


"Ya Allah non Aliya kenapa kok basah kuyub gini?" tanya Bik Inah sambil memegang baju yanh Aliya pakai.


"Terus masuknya dari pintu belakang lagi," lanjut Bik Inah yang sangat khawatir dengan Aliya saat ini.


"Biik, jangan kencang-kencang ngomongnya nanti mama dengar!" perintah Aliya sambil meletakkan jari telunjuk dibibirnya.


"Oohh, tenang aja kalau itu Non, ibuk lagi ga dirumah kok," jawab Bik inah sambil tersenyum.


"Huuff," Aliya pun menarik napasnya lalu melepaskannya kembali.


"Jadi mama lagi ga dirumah kan, Bik?" tanya Aliya sambil memastikan sekitarnya aman dari mamanya atau tidak.


"Iya Non, ibuk juga baru pergi kok Non," jawab Bik Inah untuk meyakinkan Aliya.


"Yaudah kalau gitu Aliya mau mandi terus ganti baju dulu ya Bik," ucap Aliya yang merasa lega karena ternyata mamanya sedang keluar.


"Oh ya Bik, Bibik jangan kasih tau ya kalau Aliya pulangnya basah-basah kayak gini!" perintah Aliya kepada Bik Inah.


"Siap Non." Jawab Bik Inah, "tapi Non Aliya kok bisa basah-basah gini sih Non?" tanya Bik Inah yang penasaran.


"Mmm, tadi Aliya jatuh ke kolam berenang Bik," jawab Aliya dengan berbohong, Aliya hanya takut kalau Bik Inah nanti keceplosan.


"Yaudah kalau gitu Aliya mau bersih-bersih dulu ya Bik," lanjut Aliya yang langsung berjalan meninggalkan Bik Inah.


Oke guys, teman-teman yang ga mau ketinggalan up novel ini yuk masuk GRUB chatnya dong. 😊


SYUKRON Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni

__ADS_1


__ADS_2