
"Kak besok kakak bisa libur ga?" tanya Aliya sambil memegangi tangan kanan Laura dengan kedua tangannya.
"Emm gimana ya Al," jawab Laura dengan sangat ragu-ragu.
"Please dong kak, kita udah lama ga ngobrol banyak berdua!" pinta Aliya memohon sambil menangkupkan kedua tangan.
"Yaudah nanti kakak cek jadwal dulu, kalau ada yang bisa gantiin kakak besok baru kakak bisa ambil libur," jawab Laura sambil tersenyum.
"Makasih ya kak, besok kakak temanin Aliya ke mall ya!" pinta Aliya sambil tersenyum bahagia.
"Ke mall?" tanya Laura yang heran dengan permintaan Aliya.
"Iya kak, Aliya mau beli baju kak," jawab Aliya sambil tersenyum penuh harap.
"Yaudah yaudah nanti kakak telpon teman kakak dulu oke," ucap Laura yang tidak mau membuat Aliya terlalu berharap kepadanya.
"Oke deh kak," jawab Aliya dengan penuh kegembiraan.
Tuuutt Tuuuttt
"Halo Dania," ucap Laura yang sedang menelpon Dania teman kerjanya.
"Iya Ra, ada apa?" tanya Dania.
"Dan, besok bisa gantiin gue ga?" jawab Laura dengan pertanyaan kembali.
"Lo mau ambil libur?" tanya Dania kembali.
"Iya Dan," jawab Laura.
"Yaudah kebetulan besok gue bisa kok," ucap Dania yang membuat Laura sangat senang.
"Alhamdulillah, makasih ya Dan." Ujar Laura yang begitu senang karena ia bisa mewujudkan permintaan Aliya.
"Iya sama-sama Ra," jawab Dania tanpa keterpaksaan sama sekali.
"Yaudah see you Dan," ucap Laura.
"See you too Ra," jawab Dania dan kemudian Dania pun mematikan telponnya.
"Gimana kak bisa?" tanya Aliya yang begitu penasaran.
"Bisa," jawab Laura dengan sangat senang.
"Akhirnya kita bisa ngabisin waktu berdua lagi ya kak," ucap Aliya yang sangat senang.
__ADS_1
"Iya Al, kakak juga senang bisa ngabisin waktu berdua sama kamu Al," jawab Laura yang kemudian langsung memeluk Aliya.
Keesokan hari Aliya dan Laura pun segera bersiap-siap untuk pergi ke mall. Laura yang sedang sibuk merapikan hijabnya, tiba-tiba dikagetkan oleh kedatangan Aliya yang memakai pakaian tertutup seperti disaat hari raya tiba.
"Kak, gimana pakaian aku cocok ga?" tanya Aliya sambil memutar badannya dihadapan Laura.
"Cocok," jawab Laura dengan senyuman yang merekah manis dibibirnya.
"Kakak udah siap?" tanya Aliya dengan semangat yang berkobar-kobar.
"Udah dong," jawab Laura yang kemudian beranjak dari tempat duduknya.
"Saatnya berangkat," ujar Aliya sambil merangkul bahu Laura.
Echa yang sedang asik menonton televisi di ruang keluarga pun terkejut melihat kedatangan Laura dan Aliya begitu kompaknya.
"Pagi Ma," ucap Laura dan Aliya secara bersamaan tak lupa dengan senyuman yang merekah manis dibibir mereka berdua.
"Pagi juga," jawab Echa yang terkagum-kagum melihat kekompakan kedua putrinya itu ditambah lagi dengan penampilan mereka yang islami.
"Ma, kita mau ke Mall dulu ya," ucap Aliya dengan wajah yang berseri-seri dan kemudian Aliya pun duduk disebelah kiri Echa.
"Mama mau titip apa?" tanya Laura yang kemudian duduk di sebelah kanan Echa.
"Iya Mama mau titip apa?" ucap Aliya mengulang kembali pertanyaan yang dilontarkan oleh Laura.
"Mama mau titip Papa baru aja deh," lanjut Echa yang membuat Laura dan Aliya sangat terkejut.
"HAH SERIUS MA?" tanya Laura dan Aliya secara bersamaan yang kemudian mereka saling bertatap mata. Sedangkan Echa hanya tersenyum-senyum malu yang membuat Laura dan Aliya benar-benar kebingungan dengan permintaan Mamanya yang tak biasa ini.
"Gimana kak?" tanya Aliya kepada Laura karena ia benar-benar tak tau harus bagaimana. Laura yang mendengar pertanyaan dari Aliya pun juga ikut kebingungan dan hanya bisa mengangkat kedua bahunya secara bersamaan.
"HAHAHA," tawa Echa pun akhirnya pecah melihat ekpresi putri-putrinya yang sangat kebingungan itu.
"Mama kok malah ketawa sih?" tanya Laura yang mulai merasa ada yang tidak beres dengan pemikiran Mamanya ini.
"Ya habisnya kalian lucu sih," jawab Echa yang kemudian kembali tertawa lagi.
"Kok lucu sih Ma?" tanya Aliya yang mulai kesal dengan jawaban dari Mamanya sendiri.
"Iya, kita serius juga," tukas Laura dengan wajah yang mulai ditekuk.
"Yaudah yaudah kalian pergi ke mall aja dulu urusan papa baru nanti aja kita bicarakan lagi!" perintah Echa yang tak habis pikir ternyata Aliya dan Laura benar-benar percaya dengan ucapannya.
"Yaudah kalau gitu kita pergi dulu ya Ma," ucap Laura sambil menyalam tangan kanan Echa dan kemudian mencium kening dan pipi Echa, begitu pun Aliya mengikuti hal yang sama seperti yang Laura lakukan.
__ADS_1
"Assalammu'alakum Ma," ucap Laura dan Aliya secara bersamaan.
"Wa'alaikumsalam, hati-hati ya" sahut Echa sambil tersenyum.
"Oke Ma," jawab Aliya dan Laura dengan kompak.
Didalam mobil Laura dan Aliya sama-sama terdiam memikirkan permintaan Echa yang tak biasa itu. Wawan supir dari keluarga Laura pun akhirnya membuka suara untuk memecahkan keheningan yang terjadi dari saat berangkat tadi.
"Kok pada diam sih?" tanya Wawan sambil melirik Aliya dan Laura dari kaca spionnya.
"Oh ya Pak, Mama ada cerita-cerita tentang cari suami lagi ga sama Pak Wawan atau bik Inah?" tanya Laura yang berharap mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Pak Wawan.
"Apa Non, cari suami hahaha?" tanya Wawan yang kemudian diselingi dengan tawa.
"Iya Pak, kok malah ketawa sih?" tanya Aliya kembali yang mulai heran dengan Pak Wawan.
"Ga apa-apa sih Non lucu aja dengar pertanyaan dari Non," jawab Wawan sambil tersenyum.
"Ya jadi sebenarnya mama ada cerita tentang masalah itu ga sih Pak?" tanya Aliya yang sudah tak sabar mengetahui kebenaran ceritanya.
"Nyonya ga pernah bilang itu sih sama saya Non, ga tau kalau sama bik Inah," jawab Wawan yang fokus dengan kemudinya.
"Ohh gitu ya Pak," tukas Laura yang masih bingung dengan masalah ini.
"Tapi kalau menurut saya sih ibuk memang lebih baik nikah lagi Non, soalnya ya kasian Ibuk ga ada yang perhatiin ibuk kalau Non Laura sama Non Aliya kerja atau kuliah," ucap Wawan memberikan solusi.
"Iya sih Pak, cuma kami masih trauma dengan kejadian beberapa tahun lalu pak," jawab Aliya dengan menekukkan wajahnya.
"Iya, gimana kami bisa percaya dengan laki-laki baru lagi, sedangkan papa yang udah kenal mama lama aja masih bisa nyakitin mama," sambung Laura sambil melirik Aliya yang sedang cemberut.
"Tapi kan ga semua laki-laki ga gitu Non, makanya Non Laura dan Non Aliya kalau mau cari pasangan jangan mau di ajak pacaran, ta'aruf aja baru langsung nikah," jawab Wawan dengan bijak.
"Karena kalau kita mau dapatin jodoh terbaik maka kita harus mencapainya dengan cara yang baik pula, maka dari itu jika ada laki-laki yang bilang mau serius sama Non tapi ngajak pacaran dulu, jangan percaya dulu Non karena laki-laki baik ga ngajak pacaran tapi ta'aruf lalu nikah." Lanjut Wawan yang membuat Laura dan Aliya menjadi terdiam sejenak.
"Bapak pinter juga ternyata ya, kita aja sampai ga kepikiran," jawab Aliya sambil tersenyum kagum mendengar ucapan Pak Wawan.
"Alhamdulillah Non, itulah gunanya ilmu Non. Jika kita hanya mempelajari konsep tanpa memahami maknanya kita bisa-bisa salah dalam mengartikannya." Ucap Wawan sambil tersenyum.
Hai guys, sorry telat update nya guys🤗.
Yuk yang belum masuk grub chat, langsung masuk aja biar author bisa ngabarin pengumuman tentang up nya.
SYUKRON Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
IG : @febiayeni
__ADS_1
FB : Febi Ayeni