
Keesokan harinya ....
Hari ini adalah dimana hari Fia akan di operasi namun kesedihan yang terlihat jelas di wajah Fia tak mampu ia sembunyikan dengan baik, bagaimana tidak disaat seperti ini sosok seorang Ayah yang Fia harapankan sudah berada di sini justru tidak kunjung datang. Waktu sudah menunjukkan pukul 08.55 WIB, namun sosok yang ditunggu - tunggu Chika dan Fia belum juga datang. Chika yang melihat raut wajah Fia yang sangat sedih itu pun seketika membuat mata Chika mulai berkaca - kaca.
"Ma, Papa mana?" tanya Fia dengan raut wajah Fia yang terlihat begitu sedih.
"Fia, bentar lagi Papa pasti datang kok, kamu ikut tante Laura aja dulu ya," jawab Chika sambil tersenyum.
"Ga mauu," ucap Fia sambil merengek.
"Sayang, kamu harus mau ya. Nanti Papa pasti datang kok," bujuk Chika berusaha memberikan keyakinan pada Fia.
"Ya udah Pia mau," jawab Fia.
Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB, Fia pun akhirnya masuk ke ruangan operasi.
"Ra, tolong Fia ya!" perintah Chika sambil memegang pundak Laura.
"Gue akan lakuin yang terbaik buat Fia," jawab Laura sambil tersenyum.
__ADS_1
"Makasih ya Ra," ucap Chika dengan wajah penuh harapan. Laura hanya tersenyum mendengar ucapan Chika.
Laura pun kini telah membawa Fia ke dalam ruang operasi bersama para suster. 1 jam sudah berlalu namun Fia belum juga keluar dari ruang operasi. Chika mulai merasa panik ditambah lagi suaminya belum juga sampai di rumah sakit ini. Beberapa menit kemudian akhirnya Laura keluar dari ruang operasi.
"Gimana keadaan Fia, Ra?" tanya Chika dengan wajah yang begitu pucat di karenakan kepanikan terhadap Fia yang Chika rasakan.
"Lu tenang dulu ya Chik, Fia baik baik aja kok. Fia masih koma," jawab Laura sambil memegang kedua bahu Chika seraya menenangkan Chika yang saat ini sangat khawatir dengan kondisi anaknya.
"Tapi Fia pasti selamat kan Ra?" tanya Chika yang kini matanya mulai berkaca - kaca.
"Chika, gue dokter bukan tuhan yang tau hidup matinya seseorang," jawab Laura sambil memeluk tubuh Chika.
"Makasih ya Ra, lu masih mau bantuin gue. Padahal gue udah jahat banget sama lu selama ini," ucap Chika sambil menghapus air matanya.
"Masalah itu gue udah maafin kok Chik, lagian itu ga semuanya salah lu kok," jawab Laura sambil melepaskan pelukannya.
"Lu pokoknya ga boleh putus asa berdoa untuk Fia, karena hanya itu yang Fia butuhkan saat ini," lanjut Laura sambil tersenyum.
"Iya Ra," jawab Chika.
__ADS_1
"Yaudah gue tinggal dulu ya, kalau ada apa apa sama Fia langsung aja panggil suster yang ada di sini ya!" perintah Laura sambil tersenyum.
Chika begitu kagum melihat Laura yang saat ini sudah benar - benar berubah. Chika tidak pernah menyangka kejadian memilukan di masa lalu membuat Laura memilih jalan hijrah. Di sisi lain Chika merasa terlalu kelewatan memperlakukan Laura namun, sisi positifnya akibat kejadian itu Laura bisa menjadi lebih baik lagi.
"Gue bangga sama lu Ra," ujar Chika dalam hati.
Sudah hampir satu jam Chika duduk menemani Fia yang sedang koma hingga saat ini dia sampai tertidur di samping Fia. Ketika Chika sedang tertidur tiba - tiba seorang laki - laki menepuk pelan pundak Chika.
"Chika," ucap laki - laki itu sambil menepuk pelan pundak Chika.
Hayo tebak siapakah laki - laki itu? 🤔
Terimakasih ya guys yang masih setia nunggu up novel ini, maaf ya jarang up🙏🙏
TERIMAKASIH . . . .
IG : @febiayeni
FB : Febi Ayeni
__ADS_1