
"Aduh, sorry sorry!" ucap laki - laki itu sambil menjulurkan tangan kanannya untuk membantu Laura berdiri.
"Iya ga apa apa kok, saya yang ga lihat lihat jalan tadi," jawab Laura sambil perlahan melihat orang yang ia tabrak.
"RANDY?" tanya Laura yang terkejut karena ternyata yang ia tabrak adalah Randy.
"Lu Laura kan?" tanya Randy kembali yang tak menyangka.
"Gue harus pergi gue buru buru," ucap Laura yang langsung berdiri dan pergi dengan tergesa - gesa meninggalkan Randy.
"Ra, lu mau kemana?" tanya Randy yang berusaha menghentikan langkah Laura, namun Laura tidak memperdulikan Randy sama sekali.
"Udah lah Ran, biarin aja dia pergi. Dia pasti masih kaget liat lu disini," ucap Rizky sambil menepuk pelan pundak Randy. Mendengar kata - kata Rizky, Randy hanya mampu menghela napasnya sambil melihat Laura yang sudah semakin menjauh darinya.
Keesokan harinya Randy segera bergegas ke rumah sakit tempat Fia dirawat. Randy yang sedang asik berjalan menuju ruangan Fia, seketika menghentikan langkahnya di sebuah mushola rumah sakit. Hati Randy seketika merasa tenang mendengar suara ngaji yang berasal dari dalam mushola tersebut. Randy yang penasaran dengan suara seseorang yang mengaji di mushola itu pun segera memasuki mushola itu untuk melihat langsung si pemilik suara ngaji yang merdu itu. Betapa kagetnya Randy setelah ia melihat si pemilik suara ngaji yang merdu itu tak lain adalah Laura.
"Laura." Ucap Randy dalam hati.
"Gue ga nyangka Ra, lu sampai sehebat ini sekarang," ucap Randy pelan sambil tersenyum melihat Laura yang sedang mengaji itu.
Randy yang begitu kagum dengan perubahan Laura yang sekarang ini membuat hatinya termotivasi untuk memperbaiki diri. Dengan langkah pasti Randy melangkahkan kakinya menuju tempat berwudhu untuk segera melaksanakan shalat zuhur yang sebentar lagi akan di mulai. Selesai melaksanakan shalat zuhur Randy pun keluar dari mushola tersebut. Sesampainya di ambang pintu Randy dan Laura hampir saja bertabrakan.
"Eh sorry Ra, gue ga liat lu tadi, " ucap Randy yang merasa bersalah.
"Gue duluan ya Ra, Assalammu'alakum," lanjut Randy sambil tersenyum dan pergi meninggalkan Laura yang masih terkejut melihat Randy yang tiba - tiba berada di mushola yang sama dengannya.
"Wa'alaikumsalam," jawab Laura yang masih terpelongo melihat Randy yang seperti ini.
"Lelaki idaman," desis Laura sambil tersenyum melihat Randy yang sudah menjauh darinya.
"Astagfirullahaladzim, Laura ingat Randy itu suami sahabat lu sendiri," ucap Laura yang baru sadar dengan apa yang ia ucapkan barusan.
"Beruntung banget ya lu Chik, bisa dapatin apa yang lu inginkan, gak kayak gue." Ucap Laura yang perlahan meneteskan air matanya.
"Astagfirullahaladzim, gue ngomong apaan sih, gue gak boleh iri hati gini, semua udah Allah atur Ra." Lanjut Laura sambil menghapus air matanya.
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 15.50 Laura harus segera bersiap - siap untuk kembali ke ruangan Fia dirawat untuk memeriksa kondisi Fia. Laura pun berjalan tanpa keraguan sedikitpun dan selalu berzikir di dalam hatinya agar ia kuat ketika menghadapi kenyataan bahwa Randy bukan miliknya lagi.
Laura pun menghela napasnya sambil memegang gagang pintu ruangan Fia dengan sangat hati - hati.
"Bismillahirrahmanirrahiim." Ucap Laura sambil tersenyum dan kemudian membuka pintu ruangan Fia. Terlihat Chika, Rizky dan Fia sudah menunggu - nunggu kedatangan Laura untuk memeriksa kondisi Fia saat ini.
Laura pun tersenyum melihat mereka semua yang menyambut kehadirannya dengan penuh kehangatan.
"Selamat sore semuanya," ucap Laura dengan sangat ramah.
"Sore juga Ra," jawab Chika sambil tersenyum.
"Fia di periksa dulu ya," ucap Laura sambil memasang stetoskop telinganya dan segera memeriksa kondisi Fia dengan cara seksama.
"Fia, besok Fia udah boleh pulang, tapi obatnya harus di minum dan gak boleh gerak terlalu lama ya!" perintah Laura dengan lembut sambil mencolek hidung Fia.
"Iya ante," jawab Fia sambil cengengesan.
"Gitu dong baru namanya anak pintar," ucap Laura sambil tersenyum manis kepada Fia sehingga membuat pipi mungil Fia mulai kemerah - merahan karena malu.
"Bisa kok Ra," jawab Chika sambil menganggukkan kepalanya.
"Pa, mama titip Fia bentar ya," ucap Chika sambil menepuk pelan pundak Rizky.
"Iya ma," jawab Rizky sambil tersenyum.
"HAH, MAMA PAPA?" tanya Laura dalam hati yang membuatnya begitu kebingungan.
"Gimana ceritanya, kok Chika bisa jadi sama Rizky bukan sama Randy?" tanya Laura lagi dalam hati yang begitu sangat kebingungan dengan apa yang baru saja ia dengar dari bibir Chika dan Rizky.
"Ra, kok bengong sih?" tanya Chika sambil menepuk pelan pundak Laura.
"Eh iya, sorry sorry." Jawab Laura yang baru saja terbangun dari lamunannya.
Sepanjang perjalanan menuju ruangan kerja Laura, Laura dan Chika hanya diam, hingga pada akhirnya Chika membuka suaranya untuk memecahkan keheningan yang terjadi saat ini.
__ADS_1
"Lucu ya Ra, dulu kita selalu ribut kalau udah berdua tapi sekarang malah diem dieman." Ucap Chika yang memecahkan keheningan yang terjadi.
"Iya juga sih Chik, dulu kita pernah sedekat nadi sebelum akhirnya sejauh matahari," jawab Laura sambil tersenyum.
"Kok kayak lirik lagu ya?" tanya Chika yang membuat Laura menatap mata Laura dan kemudian mereka pun bernyanyi.
"Sebelum kita sejauh matahari, kita pernah sedekat nadi. Maaf bila ku tak pernah bisa menjadi sesuatu yang kamu inginkan." Laura dan Chika pun akhirnya bernyanyi bersama sambil tersenyum.
"Eh sttttss!" perintah Laura sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya agar berhenti bernyanyi.
"Nanti kita dimarahin ribut dirumah sakit," lanjut Laura yang membuat Chika menahan tawanya.
"Sorry sorry gue lupa, nanti lu di pecat lagi gara gara ribut dirumah sakit," ucap Chika sambil tertawa pelan.
"Tu lu tau," jawab Laura dengan memasang wajah masamnya.
"Lagian rumah sakitnya juga aneh mau nerima lu kerja disini," ucap Chika dengan sangat santai.
"Maksud lu, lu mau bilang orang pecicilan kayak gue gak cocok jadi dokter?" tanya Laura sambil menatap Chika dengan tatapan sinisnya.
"Gue gak ada ngomong gitu lho, lu sendiri lho yang ngomong," jawab Chika sambil tertawa.
"Jadi pengen ngumpul - ngumpul bareng lagi gue sama lu." Ucap Laura sambil tersenyum.
"Ide bagus tu Ra, kapan nih schedule nya?" tanya Chika yang memasang wajah seriusnya.
"Nanti aja deh kita bahasnya, kita bahas kondisi Fia aja dulu di dalam!" perintah Laura sambil memasuki ruangannya.
Hai guys, sorry ya up nya lama efek tahun baru.😁
Terimakasih ya teman - teman yang masih setia banget dengan novel ini. Maaf juga ya udah ngecewain kalian semua gara - gara lama up nya. 🙏🙏🙏
TERIMAKASIH.....
IG : @febiayeni
__ADS_1
FB : Febi Ayeni