Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 105


__ADS_3

Sesampainya Laura di rumahnya, Laura langsung mengganti bajunya karena ia hanya izin sebentar dengan pihak rumah sakit tempat ia kerja. Laura yang sedang asik memasang hijabnya tiba-tiba teringat kata-kata Randy di rumah sakit tadi.


"Randy, Randy bisa aja lo hibur gue," ucap Laura sambil tersenyum-senyum sendiri.


"Ternyata lo masih sweet aja kayak dulu," ucap Laura bahagia.


Disaat Laura sedang asik menoreskan bedak di pipinya, tiba-tiba handphone Laura berbunyi singkat tanda ada pesan dari Whatsapp. Laura pun mengambil handphone dan membaca pesan yang masuk yang ternyata dari grub ta'arufnya.


1 pesan grub ta'aruf


💬Dimas


Assalammu'alakum, Laura, Aliya hari minggu ini jadi kan? 10.21 ✔️✔️


"Astagfirullahaladzim, Laura gimana sih lo kan, lagi ta'arufan sama mas Dimas, lo ga boleh plin plan gini dong," ucap Laura yang baru menyadari kesalahannya.


💬Laura


Wa'alaikumsalam Mas, Insyaallah jadi tapi tergantung Aliya ya, mas. 10.25 ✔️✔️


💬Aliya


Wa'alaikumsalam Kak, tenang aja Aliya pasti ikut kok kak😊 10.26 ✔️✔️


💬Dimas


Alhamdulillah kalau gitu, hari minggu aku jemput jam 10 pagi ya! 10.27 ✔️✔️


💬Aliya


Oke Kak 👌 10.27 ✔️✔️


💬Laura


Iya Mas, 10.27 ✔️✔️


Itulah isi pesan antara Laura, Dimas dan juga Aliya. Laura yang baru selesai berdandan pun akhirnya memutuskan untuk segera ke rumah sakit tempat ia bekerja.


****


Hari ini semangat Aliya untuk pergi kuliah benar-benar hancur. Namun Aliya tetap memaksakan dirinya untuk tetap pergi ke kampus. Dengan wajah yang ditekuk Aliya berjalan memasuki kelas. Hari ini benar-benar hari yang paling tidak asik yang Aliya rasakan selama kuliah disini. Bagaimana tidak, hari yang biasanya selalu ada canda dan tawa diantara dirinya dan juga Dona. Namun hari ini ia dan Dona sama sekali tidak saling menyapa seperti biasanya, hingga pada akhirnya mata kuliah pagi ini selesai. Dona yang merasa lapar pun segera berjalan menuju kantin sendirian.


"Dona, benar-benar marah sama gue kayaknya," ucap Aliya dalam hati.


Aliya pun akhirnya memutuskan untuk berjalan menuju kantin. Dona yang sudah duluan sampai di kantin pun akhirnya memesan makanannya dan kemudian duduk di sebuah kursi kosong. Dengan sangat santai Dona menyantap semangkuk soto yang ia pesan tadi. Aliya yang melihat Dona sedang duduk sendirian pun segera memesan Batagor kesukaannya, lalu Aliya menghampiri Dona untuk mencoba memperbaiki persahabatannya dengan Dona.


"Dona gue duduk disini boleh kan?" tanya Aliya sambil tersenyum manis, berharap Dona tidak marah lagi dengannya.


"Yaudah duduk aja," jawab Dona ketus.


"Emm, lo pesan apa Don?" tanya Aliya basa-basi.

__ADS_1


"Soto," jawab Dona singkat.


"Ohh, kalau gue pesan Batagor seperti biasa," ucap Aliya sambil tersenyum berharap Dona kembali tersenyum kepadanya.


"Ooh," jawab Dona singkat. Dona yang sedang menyuap sesendok soto, tiba-tiba ia melihat Angga yang sedang membeli makanan dikantin. Dona pun langsung berdiri dan membawa semangkuk sotonya yang belum habis ke meja lain.


"Eh Don, kok pindah?" tanya Aliya.


"Males, dekat-dekat sama orang pengkhianat," jawab Dona yang membuat Aliya hanya mampu menundukkan kepalanya.


"Eh gue boleh gabung ga?" tanya Dona kepada Sinta dan gengnya.


"Oh yaudah," jawab Sinta.


"Kayaknya Aliya sama si Donald Bebek ini lagi ga akur. Heh, bagus kalau gitu, jadi gue bisa lebih gampang ngerjain tu anak," ucap Sinta dalam hati.


"Lo berantem sama Aliya?" tanya Sinta mencoba mencari informasi.


"Iya," jawab Dona ketus.


"Kok berantem sih, gara-gara apa emang?" tanya Sinta penasaran.


"Ga karena apa-apa kok," jawab Dona mencoba menyembunyikan kebenarannya.


"Pasti masalah cowok ya?" tebak Sinta sambil tersenyum.


"Atau lo sama Aliya nyukai cowok yang sama ya?" tanya Sinta lagi.


"Ga," jawab Dona singkat sambil meminum jus alpukatnya.


"Dia lebih belain Pak Angga dari pada gue sahabatnya," jawab Dona yang masih kesal.


"Lah kok gitu sih, biasanya kan dia lebih peduli sama lo," ucap Sinta pura-pura peduli dengan Dona.


"Gue juga ga ngerti, akhir-akhir ini dia dekat sama Pak Angga, gara-gara itu dia lebih belain pak Angga," jawab Dona kesal.


"Hah, berarti Angga benar-benar suka sama Aliya, ga bisa gue biarin nih," ucap Sinta dalam hati dengan tatapan sinisnya ke arah Aliya.


"Tapi harusnya Aliya ga boleh gitu dong Don, lo berdua kan sahabatan udah lama," ucap Sinta yang mulai memanas-manasi Dona.


"Ya mau gimana lagi, dia lebih milih Pak Angga dari pada gue," jawab Dona.


"Liat aja nanti, pasti pak Angga duduk di depan Aliya saking dekatnya mereka," lanjut Dona.


Benar dugaan Dona tentang Angga. Angga yang baru saja mengambil makanannya setelah beberapa menit mengantri langsung menuju meja Aliya.


"Al, boleh duduk disini?" tanya Angga.


"Iya duduk aja Pak," jawab Aliya. Angga pun akhirnya duduk dan menyantap sepotong Batagor miliknya.


"Ngomong-ngomong kok ga sama Dona?" tanya Angga yang merasa aneh dengan Aliya dan Dona yang duduk secara terpisah.

__ADS_1


"Ga apa-apa kok Pak," jawab Aliya.


"Kalian berdua berantem ya?" tanya Angga yang mulai curiga.


"Ga kok Pak," jawab Aliya berbohong.


"Bohong dosa lo, Al." Ucap Angga yang membuat Aliya keselek.


"Uhukk... uhuukk... "


"Nih minum dulu!" perintah Angga sambil memberikan Lemon Tea miliknya.


"Makasih Pak," ucap Aliya sambil menyedot Lemon Tea yang Angga berikan.


"Iya sama-sama," jawab Angga.


"Ehh ini minuman Pak Angga ya?" tanya Aliya yang baru menyadari bahwa ia sama sekali belum memesan minuman.


"Iya," jawab Angga singkat.


"Kalau gitu saya pesan minumnya untuk Pak Angga dulu ya," ujar Aliya yang langsung berdiri untuk memesan minuman untuk Angga.


Beberapa menit kemudian akhirnya Minuman yang Aliya pesan sudah jadi. Aliya pun segera memberikan minuman tersebut kepada Angga.


"Nih Pak, maaf ya Pak," ucap Aliya sambil meletakkan minuman untuk Angga disamping Batagor Angga.


"Iya ga apa-apa kok," jawab Angga sambil tersenyum.


"Ihh kesel deh, kenapa sih Angga senyum segitu manisnya ke Aliya harusnya kan ke gue," ucap Sinta yang dari tadi memperhatikan Aliya dan Angga.


"Jadi kamu sama Dona benar-benar berantem, kan?" tanya Angga memastikan dugaannya.


"Iya Pak," jawab Aliya merengut.


"Berantem kenapa sih kalian?" tanya Angga yang mulai penasaran.


"Cuma gara-gara salah paham doang kok Pak," jawab Aliya sambil meminum Lemon Teanya.


"Pasti gara-gara cowok ya," tebak Angga. Aliya hanya menaikkan pundaknya yang berarti dia tidak tau.


"Sepertinya sih iya, emang siapa sih cowoknya?" tanya Angga.


"Ya cowoknya ya Pak Angga," jawab Aliya yang sontak membuat Angga terkejut.


"Uhuuk... Uhuuuk..." Angga pun mengambil minuman untuk melegakan tenggorokannya yang tidak enak.


"Maksud kamu saya?" tanya Angga sambil menunjuk dirinya sendiri. Aliya pun menganggukan kepalanya yang berarti iya.


Oke guys segini dulu ya, maaf telat ya guys. 🙏🙏


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

__ADS_1


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni


__ADS_2