
“Kalau begitu kamu mau kan menikah dengan Randy?” tanya Tika dengan menatap dalam kedua bola mata Laura.
Laura terdiam mendengar pertanyaan yang Tika lontarkan. Laura melirik Randy sejenak dan Randy hanya tersenyum kepadanya. Laura benar-benar bingung harus menjawab apa.
Pada akhirnya Laura menundukkan kepalanya dan melepaskan tangan Tika seraya berkata, “maaf tan, untuk saat ini Laura belum bisa nerima lamaran ini, karena Laura belum sepenuhnya lepas dari tunangan Laura yang kemaren.” Ucap Laura dengan kepala yang masih tertunduk.
“Hmm, kalau begitu kapan kamu lepas sepenuhnya dari tunangan kamu sebelumnya?” tanya Tika yang sekarang mengubah posisi duduknya menghadap suaminya.
“Secepatnya Laura akan berikan kabar ke Randy, tan.” Jawab Laura.
“Baiklah kalau begitu, kita semua menunggu kabar baik dari kamu Ra,” ucap Tika yang tersenyum kepada Laura.
“Iya tan,” jawab Laura yang kemudian membalas senyuman Tika.
DRINGGGG!! DRINGGGG!!
Handphone Laura berdering tanda ada panggilan masuk. Tertera jelas di layar handphone Laura nama seseorang yang menelponnya yaitu tak lain adalah Dewi, mama dari Angga dan Dimas.
👤Tante Dewi
“Duh, tante Dewi kenapa ya kok tiba-tiba nelpon?” tanya Laura dalam hati. Laura sama sekali tidak menanggapi panggilan dari Dewi.
“Kok ga di angkat Ra?” tanya Tika sambil meminum jusnya.
“Emm, ga apa-apa kok tan,” jawab Laura dengan senyum paksa.
Lagi-lagi Dewi menelpon Laura. Laura semakin bingung harus mengangkat telpon dari Dewi atau tidak. Disisi lain Laura merasa sungkan dengan keluarga Randy, namun disisi lainnya lagi ia juga takut dengan Dewi. Laura hanya menatap layar handphone tanpa menekan tombol apapun. Randy yang melihat kegelisahan yang sedang Laura rasakan langsung mengangkat suara.
“Angkat aja Ra ga apa-apa kok, siapa tau ada hal penting!” perintah Randy yang membuat Laura mau tak mau harus menurutinya.
“Tante, Om, Laura izin angkat telpon sebentar ya!” pinta Laura dengan penuh harapan.
“Iya,” jawab Tika tersenyum.
Laura pun memutuskan untuk keluar dari cafe sebentar. Laura mengangkat telpon dari Dewi.
“Assalammu’alakum tan,” ucap Laura.
“Ra, besok kita dinner bisa?” tanya Dewi.
“Besok ya tan?” tanya Laura.
“Iya, kamu bisa kan?” tanya Dewi kembali.
“Insyaallah bisa kok tan,” jawab Laura.
__ADS_1
Setelah menelpon dengan Dewi, Laura akhirnya kembali ke tempat keluar Randy menunggunya. Beberapa langkah menuju tempat Randy dan keluarganya, tiba-tiba ada pesan masuk dari Aliya.
💬Aliya
Kak, kata mama pulang sekarang ada hal penting yang mau dibahas! 21.09 ✔️✔️
Laura yang melihat pesan chat dari Aliya, tanpa pikir panjang langsung membalas pesan Aliya dengan kata ‘Iya Al’.
Dengan sangat tergesa-gesa Laura langsung mengambil tasnya yang berada di tempat duduknya.
“Tante, Om, Ran, Laura pulang dulu ya, soalnya mama nyuruh Laura pulang sekarang!” pinta Laura dengan menangkupkan kedua tangannya.
“Lho kok buru-buru sih Ra?” tanya Tika.
“Maaf banget ya tan!” pinta Laura memohon.
“Yaudah aku antar ya!” pinta Randy.
“Ga usah Ran, ga apa-apa kok.” Jawab Laura.
“Ga boleh gitu dong Ra, kan tadi lo kesini bareng gue jadi pulangnya juga harus bareng gue dong,” tegas Randy.
“Tapi benaran ga apa-apa kok Ran, serius deh.” Jawab Laura dengan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk simbol peace.
“Pokoknya gue ga mau tau harus bareng gue titik sebesar bumi.” Tegas Randy yang tak bisa terelakkan lagi.
“Tan, Om, kalau gitu Laura pulang dulu ya, Assalammu’alakum.” Ucap Laura yang kemudian mencium tangan kanan Tika.
“Iya hati-hati ya!” pinta Tika.
Laura hanya tersenyum menanggapi permintaan Tika. Randy yang sudah berjalan jauh darinya, membuat Laura terpaksa berlari kecil demi untuk mengejar langkah Randy yang sudah sangat jauh darinya. Laura yang tidak terlalu memperhatikan jalan pun, tanpa sengaja menabrak seorang wanita.
BRAAKK!!
“Maaf maaf mbak ga sengaja,” ucap Laura dengan menangkup kedua tangannya. Wanita berparas cantik dengan rambut yang dibiarkan terurai itu, tersenyum mendengar permintaan maaf dari Laura.
“Maaf ya mbak,” ucap Laura lagi.
“Iya ga apa-apa kok,” jawab wanita tersebut yang kembali tersenyum kepada Laura.
Laura ikut tersenyum melihat wanita tersebut. Laura akhirnya kembali mengejar Randy. Randy dan Laura kini sudah berada di dalam mobil.
“Yang nelpon tadi mama ya?” tanya Randy.
“Mama?” ucap Laura yang kembali melontarkan pertanyaan.
__ADS_1
“Iya, kan mama lo bakalan jadi mama gue juga nanti.” Jawab Randy dengan pedenya.
“Mulai lagi deh Ran,” ucap Laura dengan tatapan sinisnya.
“Tapi kalau boleh jujur ya Ra, gue cuma berani gombalin lo aja kali.” Jawab Randy yang fokus memandang jalanan di depannya.
“Bodo amat, laki-laki mana mau ngaku sih,” ledek Laura.
“Tapi untuk kali ini gue serius lho Ra,” tegas Randy sambil melirik Laura dan jalanan secara bergantian.
“Serius kalau lo modus kan?” tanya Laura yang kemudian terkekeh.
“Hehe, dikit kok Ra,” Randy terkekeh mendengar tebakan Laura.
“Lo dari tadi gue liat-liat ga fokus gitu deh,” ucap Laura santai.
“Ga fokus gimana?” tanya Randy sambil mengerutkan alis matanya.
“Ya ga fokus, ngendarain mobilnya gara-gara ada gue,” jawab Laura yang kemudian tersenyum geli.
Randy terkekeh mendengar jawaban dari Laura, “bisa aja lo Ra, baper nih gue tanggung jawab dong!” ancam Randy yang tak bisa berhenti tersenyum.
“Bodo amat, emang enak di gombalin, udah baper eh tiba-tiba ditinggal pergi.” Ledek Laura ketus.
“Tapi kali ini gue gombalin lo serius deh Ra, gue emang pengen nikahin lo Ra, tapi gue juga ga bisa maksa lo juga sih.” Jawab Randy dengan nada bicara yang mulai serius.
“Pura-pura tidur lagi enak nih kayaknya,” ucap Laura terkekeh.
“Maksud lo?” tanya Randy kebingungan, “jadi waktu itu lo ga tidur benaran?” tanya Randy terkejut.
Laura menganggukan kepalanya seraya terkekeh, “hehe, iya gue kemaren cuma pura-pura tidur,” jawab Laura yang kemudian terjeda sesaat. “Tapi seriusan deh awalnya gue emang ngantuk banget, tapi pas gue merem eh tiba-tiba lo ngomong serius, yaudah gue pura-pura tidur aja.” ucap Laura santai.
“Siapa tau lo mau curhat sama gue tapi malu kan?” tebak Laura dengan menaik turunkan alis matanya kepada Randy yang sedang tersipu malu. “Dan ternyata, tebakan gue benar, lo memang mau curhat sama gue.” Lanjut Laura yang kemudian terkekeh.
“Terus pendapat lo gimana?” tanya Randy.
Oke guys, kira-kira apa ya pendapat Laura dengan curhatan Randy kemaren? 🤔
Oh ya guys, yang belum masuk grub chat, yuk buruan masuk.
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman,😉
IG : @febiayeni
__ADS_1
FB : Febi Ayeni