Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 41


__ADS_3

Flasback on,


“Wah gamis ini cantik banget,” ujar Aliya seraya memegangi gamis tersebut.


“Iya Mbak, gamis ini lemited edition lho, susah di dapat meskipun melalui media online Mbak,” sahut pelayan dari toko busana muslim ternama di kota Bandung ini.


“Untuk gamis wanitanya ada lagi ga Mbak yang kayak gini?” tanya Aliya penuh harapan.


“Maaf Mbak, toko kita lagi kekurang stok untuk baju couple ini,” jawab pelayan tersebut.


“Gitu ya? Yaudah deh lain kali aja.”


Flasback off,


Aliya tak menyangka Aulia segitu pedulinya dengan dirinya. Aliya lalu membaca surat yang ada di kotak kado tersebut.


Dear Aliya,


Aliya, maafin Mbak ya, karena kedatangan Mbak di keluarga ini jadi buat Aliya ga nyaman. Aliya maafin Mbak juga karena Mas Angga akhir-akhir ini lebih peduli sama Mbak. Sebenarnya Mbak yang minta Mas Angga untuk lebih peduli sama Mbak sebelum Mbak pergi untuk selama-lamanya.


Jujur Mbak tau terlalu egois itu hal ini. Tapi, Mbak hanya ingin bahagia di saat-saat terakhir Mbak. Mbak ingin merasakan kasih sayang dari laki-laki yang Mbak cintai selama ini, walaupun Mbak tau Mas Angga lebih mencintai kamu Al. Perjuangan Mas Angga untuk mendapatkan kamu yang membuat Mas Angga menolak keras permintaan kamu untuk di poligami. Kalau bukan karena paksaan dari kamu, mungkin ini semua ga kan terjadi.


Aliya, Mbak sangat berterimakasih sama kamu, karena kamu Mbak bisa hidup bersama orang yang sangat Mbak sayangi. Aliya, Mbak mohon rawat Aura seperti anak kamu sendiri ya. Mungkin, kebahagian Mbak bersama Mas Angga cukup sampai disini. Aura sebagai bukti cinta Mas Angga kepada Mbak. Aura hadir untuk menembus kesalahanpahaman Mas Angga terhadap Mbak dulu.


Aliya, maaf juga Mbak ga ngasih tau kalau sebenarnya Mbak sakit. Mbak hanya ga mau kamu jadi ga semangat untuk terus berjuang melawan penyakit itu. Aliya, Mbak mohon jangan patah semangat untuk tetap menjalani pengobatan itu. Aliya harus ingat Azzam, Azzura dan Aura membutuhkan sosok ibu seperti Aliya. Mas Angga juga sangat membutuhkan sosok istri dengan ketulusan hati yang luar biasa seperti kamu.

__ADS_1


Aliya, Mbak sengaja beli baju couple ini sebagai hadiah untuk kamu dan Mas Angga. Mbak tau karena pada saat itu Mbak ada di toko itu, hanya saja Mbak sembunyi. Aliya jaga Azzam, Azzura dan Aura baik-baik ya. Dan Aliya jangan marah-marah lagi sama Mas Angga karena cemburu, karena sekarang Aliya sudah resmi menjadi istri satu-satunya Mas Angga untuk selama-lamanya.


~Aulia~


Aliya terlihat sangat bersedih atas kepergian Aulia. Ditambah lagi, Aliya pernah berprasangka buruk terhadap Aulia. Aulia begitu peduli dengannya, padahal Aliya bahkan tidak sedetail itu mengetahui kemauan Aulia. Bahkan, Aulia sakit separah itu saja ia tak mengetahuinya. Ia hanya berpikir selama ini Aulia hanya sakit kepala biasa saja.


Aliya menatap Aura yang berada di ranjang bayi. Aliya tersenyum melihat bayi mungil Aulia nan manis itu.


“Aura, bunda janji akan menyayangi kamu sepenuh hati, seperti bunda kandung kamu.” Aliya mengelus lembut kepala Aura.


Angga ikut tersenyum melihat Aliya. Angga lalu memeluk hangat Aliya. “Maafin Mas ya, jadi kurang perhatian sama kamu.” Ucap Angga seraya mengecup kening Aliya.


Aliya tersenyum, “Aliya juga minta maaf ya Mas, gara-gara Aliya terlalu cemburu jadi berpikir macam-macam ke Mas dan Mbak Aulia.”


Angga melepaskan pelukannya lalu memegang bahu Aliya dengan kedua tangannya. “Sekarang kamu udah percaya kan, bahwa cinta Mas ke kamu itu lebih besar dari pada ke Aulia.”


“Undaaaa! Ayaahh!” teriak Azzam dan Azzura yang sudah bangun tidur.


“Ajam kok di inggalin?” tanya Azzam dengan logat khas anak-anak baru belajar berbicara.


“Ajula uga di inggalin,” sambung Azzura cemberut.


Angga dan Aliya sejenak bertatapan lalu tersenyum.


Azzura lalu jalan mendekati Aliya dan Angga, “Ayah Unda, Ajula auu iat dede ecil!” pinta Azzura sambi menarik-narik baju Angga dan Aliya.

__ADS_1


“Yaudah sini Ayah gendong,” ucap Angga seraya menggendong putri lucunya itu.


Azzam lalu berlari dan menarik baju Aliya, “Unda Ajam uga auu iat dede ecil ayak Ajula,” rengek Azzam minta di gendong seperti Azzura juga. Aliya pun menuruti permintaan Azzam.


Yang sakit belum tentu umurnya lebih pendek. Dan yang sehat juga belum tentu terjamin berumur panjang. Hidup berdua dengan pasangan belum tentu bahagia. Hidup dengan berbagi kasih (poligami) juga belum akan menderita. Hanya saja kita yang sering berprasangka buruk terhadap sesuatu. Yang kita kira baik belum tentu benaran baik. Yang kita kira buruk juga belum tentu selalu buruk. Yang tidak terlihat juga belum tentu tidak ada (bukan hantu tapi perasaan).


Kalau di pikir-pikir ya, poligami itu jauh lebih baik dari pada perselingkuhan. Poligami sudah jelas berbagi kasih, tapi perselingkuhan seperti buaya di air tenang yang siap menerkam kapan saja tanpa kita ketahui. Ingat! Jangan terlalu menganggap air yang deras itu bahaya, karena belum tentu air yang tenang tidak berbahaya bagi kita. Semua itu terkadang hanya tipu daya belaka.


“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)


~TAMAT~


Akhirnya AKU PERGI Season 2 sudah end ya guys, terimakasih atas kritik dan sarannya dari teman-teman semua. Dan saya minta maaf, apabila selama novel ini berlangsung kurang berkesan di hati teman-teman semua. Maaf juga atas typo pada penulisannya.


Untuk teman-teman yang masih ingin melihat karya-karya ku berikutnya silahkan mampir di ******* FA_Himawari ya teman, jangan lupa di follow juga ya. Untuk yang mau bertanya-tanya atau tetap bersilaturahmi sama saya silahkan hubungi salah satu akun sosmed saya ya. 😉


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,


IG : @febiayeni21


FB : Febi Ayeni


WA: 0858 3621 9168

__ADS_1


WP: FA_Himawari


__ADS_2