Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 112


__ADS_3

Dimas yang sudah berada di atas panggung pun langsung membisikkan sesuatu kepada para pemain musik itu. Dimas pun langsung duduk di kursi vokalis.


"Tes tes, satu dua tiga," ucap Dimas sambil menepuk-nepuk microphone sontak membuat para pengunjung langsung melihat ke arah Dimas.


"Mas Dimas ngapain sih?" tanya Laura yang kebingungan melihat tingkah Dimas yang tiba-tiba ini.


"Udah kak Laura dengarin aja," ucap Angga.


"Lagu ini akan saya persembahkan khusus untuk Laura," ucap Dimas sambil menunjuk Laura. Para pengunjung bingung siapa yang Dimas maksud, karena Laura dan Aliya yang memakai baju couple. Aliya dan Angga yang mengerti pun serempak menunjuk Laura.


"Apaan sih pakai nunjuk-nunjuk segala," ucap Laura malu.


"Ya lagian kak Laura sama Aliya kayak anak kembar sih," jawab Angga.


Musik pun dimulai dan Dimas bersiap-siap untuk bernyanyi lagu milik,


The Kadri Jimmo feat Charly Van Houten


*Aku panggil kamu kasih


Kamu panggil aku cinta


Kasih dan cinta selalu bersama


Membuat orang iri


Kini saat melamarmu


Aku ingin berjanji


Pahami diriku, diriku untukmu


Kau bagian dari hidupku


Ingin kau bertanya


Apa jawabku


Jika kau menjadi istriku


Aku akan jadi imammu


Tak terbatas dalam ruang waktu


Sampai nanti akhir hayatku


Kini kau akan menjadi istriku


Aku terus membimbing kamu

__ADS_1


Terima kasih untuk cinta kita


Sampai nanti akhir hayatku*...


Laura sangat terharu mendengar pengakuan Dimas melalui lagu tersebut. Sampai-sampai Laura tidak menyadari bahwa air matanya mengalir. Air mata kebahagian yang sangat Laura tunggu-tunggu. Aliya yang menyadari bahwa Laura terbawa suasana haru pun langsung memberikan tisu kepada Laura.


"Ihh kak Dimas so sweet banget, gue kapan ya kayak gitu?" tanya Aliya sambil memanyunkan bibirnya beberapa senti.


"Kamu mau?" tanya Angga sambil melirik Aliya.


"Ya mau lah," jawab Aliya nyolot.


"Kok ga bilang dari tadi sih, kalau kamu bilang dari tadi kan aku bisa duet sama kak Dimas," ucap Angga santai yang membuat Aliya terkejut.


Deg, seperti disambar petir di siang bolong, itulah yang Aliya rasakan saat ini. Ucapan Angga yang sangat-sangat membuat jantungnya berdetak tak beraturan. Aliya sama sekali tak berkutik dengan ucapan Angga barusan, Aliya memilih untuk tetap diam karena ia tak mau jadi salah paham, apalagi Angga sering bercanda, ya mungkin aja Angga hanya bercanda.


"Ra, aku benar serius sama kamu," ucap Dimas menggunakan microphone.


"Aliya, tolong bawakan Laura ke atas panggung!" pinta Dimas, Aliya pun menurutinya dan membawa Laura ke atas panggung.


"Ra, sebenarnya aku udah rencanain ini di hari sebelumnya, dan ini sudah saatnya aku ngomong jujur ke kamu," ucap Dimas yang membuat Laura benar-benar terharu. Laura menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Ra, kamu mau kan jadi istriku?" tanya Dimas sambil berlutut didepan Laura.


Mata Laura mulai berkaca-kaca. Ini kedua kalinya Laura ditembak di atas panggung, namun hari ini adalah hari yang sangat dinanti-nanti bagi para wanita yang belum menikah. Ya dimana hari ini Laura dilamar oleh Dimas, laki-laki yang Laura cintai saat ini. Laura tak mampu lagi membendung air mata harunya lagi, perlahan-lahan air mata Laura pun terjatuh membasahi pipinya. Dengan kebahagian yang luar biasa Laura pun menganggukkan kepalanya yang berarti iya bersedia untuk menjadi istri Dimas. Dimas pun memberikan buket bunga kepada Laura dan Laura pun mengambilnya.


"Aliya, tolong pakaikan cincin ini ke jari manis Laura!" pinta Dimas sambil memberikan kotak yang berisi cincin permata kepada Aliya.


Aliya pun langsung memasangkan cincin tersebut ke jari manis Laura.


"Selamat ya Kak Laura, sekarang luka yang pernah hadir di hati Kakak akan segera sembuh dan digantikan dengan kebahagian yang hakiki," ucap Aliya yang kemudian memeluk tubuh Laura.


"Makasih ya Al," jawab Laura dengan membalas pelukan Aliya.


"Selamat ya Kak," ucap Angga sambil mendekap Dimas.


"Makasih ya, kamu juga jangan lama-lama mendam perasaannya," jawab Dimas sambil menepuk pelan pundak Angga.


Semua pengunjung cafe pun bertepuk tangan dengan aksi keberanian Dimas. Dimas, Laura, Aliya dan juga Angga pun akhirnya kembali ke tempat duduknya tadi untuk menghabiskan makanannya yang belum sempat dihabiskan.


"Nanti kita ke mall dulu ya!" ajak Dimas.


"Ngapain Kak?" tanya Angga yang penasaran.


"Ada deh kepo," jawab Dimas santai.


"Kak Dimas kebiasaan amat sih buat orang penasaran mulu," ucap Angga kesal.


"Bodo amat," jawab Dimas. Laura dan Aliya pun tertawa melihat Angga yang sepertinya kena karma akibat tadi meledek Aliya terus.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya selesai makan, Dimas pun akhirnya membayar semua makanan dan minuman yang telah ia pesan kecuali makanan dan minuman Angga.


"Khusus makanan dan minuman dia, bayar sendiri ya mbak!" perintah Dimas sambil memberikan uang sesuai dengan jumlah nota yang pelayan tersebut berikan.


"Lah kok gitu sih Kak?" tanya Angga yang sangat terkejut.


"Ya kamukan datangnya telat," jawab Dimas sambil berjalan meninggalkan Angga dan Aliya.


"Makanya Mas, jangan suka ngeledekin orang kena karma kan," ledek Aliya yang kemudian berjalan meninggalkan Angga sendirian.


"Awas kamu ya," ucap Angga kesal.


"Bodo amat," ejek Aliya sambil menyulurkan lidahnya.


"Jadi berapa totalnya mbak?" tanya Angga kepada pelayan tersebut.


"Totalnya 40 ribu Mas," jawab pelayan tersebut. Angga pun mengambil uang selembar 50 ribu dari dompetnya dan memberikannya kepada pelayan tersebut.


"Kembaliannya mas," ucap pelayan tersebut yang melihat Angga langsung pergi begitu saja.


"Ambil aja mbak," jawab Angga.


"Makasih mas," ucap pelayan tersebut, Angga hanya menganggukkan kepalanya.


Mereka berempat pun akhirnya pergi ke salah satu mall terlengkap di Bandung. Sesampainya di mall tersebut Dimas pun langsung ketoko busana muslim.


"Mas Dimas mau beli baju muslim?" tanya Laura sambil mengikuti langkah kaki Dimas.


"Iya Ra, rencana Mas sih 2 hari lagi kita langsung lamaran resmi, jadi Mas mau nyari baju couple aja," jawab Dimas sambil terus berjalan mencari-cari baju incarannya.


"Kamu juga bantu cari ya, soalnya Mas ga ngerti masalah baju gitu," ucap Dimas sambil tersenyum.


"Yaudah kalau gitu biar aku sama Aliya aja yang nyari Mas!" pinta Laura sambil tersenyum.


"Oke kalau gitu Mas sama Angga ngikutin aja deh," jawab Dimas.


Ketika Laura dan Dimas mau menghampiri Angga dan Aliya, tiba-tiba Laura menghentikan langkahnya ketika ia melihat Angga dan Aliya sedang bercanda dengan patung-patung di sana.


"Mas, liat deh mereka!" pinta Laura sambil menunjuk ke arah Aliya dan Angga.


"Kenapa emangnya Ra?" tanya Dimas.


"Mereka berdua sweet ya, meskipun sering bertengkar," jawab Laura sambil tersenyum.


Oke guys segini dulu ya guys, kemungkinan Randy akan muncul di episeode 113,😉


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


IG : @febiayeni

__ADS_1


FB : Febi Ayeni


__ADS_2