
Setelah Chika selesai menghabiskan makanan, Rizky kemudian memberikan obat untuk Chika yang sudah diberi oleh dokter Doni tadi. Chika yang baru saja menyadari bahwa dari tadi kakinya tidak dapat bergerak pun menaruh curiga.
"Pa, kaki Mama kok ga bisa digerakkan ya?" tanya Chika sambil memegang kedua kakinya.
"Pa, kaki Mama kenapa?" tanya Chika lagi dengan tatapan penuh kekhawatiran.
"Ma, Mama tenang dulu ya, kaki Mama ga kenapa-kenapa kok," jawab Rizky sambil memeluk erat tubuh Chika.
"Ga Pa, ga mungkin kalau kaki Mama ga kenapa-kenapa ga bisa digerakkan," jawab Chika yang membuat Angga dan Randy kebingungan.
"Ma, Mama belum boleh duduk lama-lama dulu, jaitan dipunggung Mama masih belum kering!" pinta Rizky, dengan sangat terpaksa Chika pun menurutinya.
"Pa, Mama mau lihat kaki Mama, tolong bukain selimutnya dong!" pinta Chika dengan wajah sedihnya.
"Yaudah kalau gitu, tapi Mama janji habis Mama langsung istirahat lagi ya!" perintah Rizky sambil mengelus-elus rambut indah Chika.
"Mama janji," jawab Chika sambil tersenyum bahagia. Rizky pun akhirnya memenuhi permintaan Chika untuk melihat kakinya.
"Pa, kaki Mama masih utuh tapi kenapa Mama ga bisa ngerasain apa-apa?" tanya Chika dengan wajah yang mulai sedih.
"Udah ya Ma, Mama jangan pikir yang aneh-aneh dulu, mungkin itu efek sementara dari obatnya," jawab Rizky berbohong.
"Masa sih efek obatnya kayak gitu?" tanya Chika ya tak percaya.
"Jadi Mama ga percaya lagi sama Papa?" jawab Rizky dengan pertanyaan kembali.
"Ya bukan gitu Pa, tapi aneh aja," jawab Chika sambil menggigit bibir bawahnya.
"Papa kan juga dokter Ma, masa Mama ga percaya sih?" tanya Rizky yang mulai kesal.
"Iya iya percaya kok, gitu aja ngambek," ledek Chika sambil mencubit pipi Rizky.
"Yaudah kalau gitu Mama tidur dulu ya Pa," lanjut Chika sambil tersenyum.
__ADS_1
"Nah gitu dong nurut kata Papa," jawab Rizky sambil mengelus rambut Chika lagi.
Chika pun akhirnya mulai memejamkan matanya berharap ketika ia sudah selesai istirahat ia bisa merasakan kembali kakinya yang tidak bergerak ini. Rizky yang melihat Chika sudah memejamkan matanya pun langsung berdiri kemudian mencium lembut kening Chika.
"Papa minta maaf Ma, Papa terpaksa berbohong," ucap Rizky dalam hati dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Rizky yang tak sanggup lagi membendung air matanya pun keluar dari ruangan Chika.
"LAKI-LAKI BODOH," ucap Rizky yang kesal pada dirinya sendiri sambil memukul-mukul kakinya sendiri.
"Gue benar-benar ga ada gunanya," ucap Rizky sambil menyandarkan kepalanya kedinding rumah sakit. Randy dan Angga yang mengikuti Rizky pun langsung menghampiri Rizky yang sedang menangis dibalik tembok rumah sakit.
"Sebenarnya Chika kenapa sih Ky?" tanya Randy yang masih berdiri.
"Chika, Chika lumpuh sementara, tapi tidak menutup kemungkinan akan berakibat fatal," jawab Rizky sambil melepaskan tangisnya. Randy dan Angga yang mendengar jawaban dari Rizky seketika langsung mendekap tubuh Rizky.
"Kak Rizky yang sabar ya, kak Chika pasti sembuh kok," ucap Angga sambil menepuk-nepuk pelan punggung Rizky. Angga dan Randy kemudian melepaskan dekapannya.
"Gue benar-benar ga sanggup liat Chika kayak gini," ucap Rizky.
"Gue ngerasa gue gagal jadi suami yang baik buat Chika, gue ga bisa jagain dia seperti lo dulu jagain Chika, Ran." Ucap Rizky sambil meremas-remas rambutnya.
"Tapi gue benar-benar ga berguna buat Chika, Ran," ucap Rizky yang terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.
"Lebih ga guna lagi kalau lo hanya ngeratapi ini semua Ky," jawab Randy dengan tegas.
"Tapi Ran, gue... " Rizky yang belum sempat menyelesaikan ucapannya, Randy langsung memotongnya.
"Apapun alasannya lo sekarang suami Chika, dan lo harus mampu kembalikan semangatnya Chika untuk bisa sembuh. Kalau lo sendiri aja yang sebagai dokter ga yakin kalau Chika bisa sembuh, bagaimana mungkin Chika juga yakin kalau dia bisa sembuh Ky, sedangkan lo sendiri yang sebagai dokter tidak yakin kalau Chika bisa sembuh." Ucap Randy dengan sangat tegas.
"Ky, lo udah kehilangan Shofia orang yang lo sayangi, lo juga udah kehilangan Fia anak satu-satunya yang lo punya, apa lo juga mau kehilangan Chika?" tanya Randy dengan volume suara yang mulai ia rendahkan.
"Gue ga mau, gue cuma punya Chika saat ini," jawab Rizky yang kemudian menghapus air matanya.
"Kalau gitu lo tunggu apa lagi sekarang, lo harus jujur ke Chika jangan sakiti dia lagi, gue mohon sama lo, gue udah relain Chika buat lo, karena gue percaya lo lebih pantas bahagiakan Chika dari pada gue." Ucap Randy dengan sangat tegas. Rizky pun akhirnya berdiri dan menatap kedua bola mata Randy.
__ADS_1
"Gue janji, gue akan jagain Chika sampai kapan pun dan gue ga bakalan sia-siain kesempatan ini lagi," jawab Rizky yang kemudian kembali ke ruangan Chika. Sedangkan Randy dan Angga masih berdiri berdiam diri ditempat ini.
"Kisah cinta lo sama kak Rizky rumit ya Ran," ucap Angga sambil merangkul bahu Randy.
"Ya begitulah Ngga, gue juga ga nyangka kisah cinta gue bakalan serumit ini, bahkan sekarang gue bingung harus bagaimana jelasin semuanya ke Laura," jawab Randy sambil membuang paksa napasnya.
"Kenapa lo harus bingung?" tanya Angga yang bingung dengan jalan pikiran Randy.
"Gue ga bisa jelasin kesalahpahaman ini sendiri ke Laura, gue juga butuh Chika dan juga Rizky untuk bantuin gue jelasin ke Laura, tapi dengan kondisi Chika dan Rizky yang sekarang, gue ga mungkin bisa jelasin ini semua ke Laura dalam waktu dekat. Rizky dan Chika lagi berduka, gue ga mau nambah masalah ke mereka." Jawab Randy sambil memegang kepalanya.
"Gue jadi bingung," ucap Angga yang ikutan memegang kepalanya yang tidak pusing sama sekali.
"Kenapa lo yang jadi bingung?" tanya Randy.
"Ya gimana ga bingung secara kak Dimas juga terlibat dalam masalah lo," ucap Angga keceplosan.
"Kak Dimas juga terlibat dalam masalah gue, maksud lo?" tanya Randy yang mulai curiga.
"Bukan terlibat dalam masalah lo juga, maksud gue bukan itu," jawab Angga yang mulai mengalihkan pembicaraan.
"Maksud gue Kak Dimas juga terlibat masalah kayak lo, bukan dalam masalah lo, gue salah sebut, sorry-sorry." Ucap Angga sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Ooh gue kirain apa," jawab Randy.
"Astagfirullahaladzim, hampir aja ketahuan," ucap Angga dalam hati.
"Yaudah kita balik ke tempat Rizky aja!" perintah Randy yang langsung berjalan mendahului Angga.
Sorry ya guys kalau ceritanya kurang greget๐๐
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
IG : @febiayeni
__ADS_1
FB : Febi Ayeni