
Hari ini Aliya kembali untuk kuliah seperti biasanya, namun yang membuatnya berbeda dari biasanya adalah pakaian yang ia kenakan. Ya hari ini dan seterusnya Aliya sudah bertekad untuk memakai pakaian serba longgar dan tertutup. Aliya yang seperti biasanya melewati lorong yang di penuhi oleh pria-pria hidung belang pun menarik napas panjangnya dan kembali menghembuskan napasnya. Aliya melakukan hal itu sampai beberapa kali dan kemudian melangkah dengan penuh keyakinan melewati pria-pria orang belang itu.
"Hufff, Bismillahirrahmanirrahiim," ujar Aliya dengan suara yang pelan.
Ketika Aliya melewati lorong itu, Aliya sudah tau apa resikonya. Selain ditatap dengan tatapan-tapapan sinis, kata-kata yang melemahkan mental juga pasti terucap dari bibir mereka.
"BRO BRO ITU ALIYA YA?"
"IYA BRO,"
"ASSALAMMU'ALAKUM ALIYA,"
"SUIITTT SUIITTT UDAH JADI BUK HAJI SEKARANG YA AL,"
"ASSALAMMU'ALAKUM UKHTI,"
"NGAJI BARENG ABANG YOK,"
"Abang baru iqro aja pun sok-sokan ngajak ngaji," ledek seorang wanita yang tiba-tiba berlari mendekati Aliya.
"DONA," ucap Aliya terkejut karena Dona datang lebih lambat dari biasanya hari ini.
"Yok Al, ga usah dengarin kata-kata mereka yang ga jelas itu," sahut Dona sambil menaik turunkan alis matanya dan kemudian menggandeng tangan kanan Aliya.
Mendengar ucapan Dona, Aliya pun tersenyum senang karena masih ada orang yang mau membelanya. Ya itu lah Dona selalu mendukung apa saja yang Aliya lakukan, selama yang Aliya lakukan itu baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.
"Menurut lo penampilan gue sekarang gimana Don?" tanya Aliya sambil memutar-mutar badannya.
"Very nice, gue suka banget sama penampilan lo yang sekarang Al," jawab Dona sambil mengacungkan kedua jempol tangannya.
"Seriusan?" tanya Aliya tak percaya bahwa Dona akan memberikan jawaban seperti itu kepadanya.
__ADS_1
"Gue serius, dan gue yakin pak Angga pasti nyesal udah ngabaikan lo selama ini," jawab Dona sambil tersenyum sinis membayangkan ekspresi ketika Angga melihat Aliya yang sekarang.
"Apaan sih Don, pakai bawa-bawa pak Angga segala," sahut Aliya sambil senyum malu-malu.
"Tapi gue serius, soalnya semalem pas lo ga datang dia nanyain lo ke gue," jawab Dona sambil berjalan santai.
"Oh ya?" tanya Aliya tak menyangka.
"Iya Aliya Wijaya Salshabila," jawab Dona dengan sangat percaya diri. Aliya yang mendengar jawaban Dona yang salah dalam penyebutan namanya itu pun menghadap ke arah Dona sambil berjalan mundur.
"Kapan sih Don, lo bisa benar nyebut nama gue?" tanya Aliya yang masih terus berjalan mundur hingga pada akhirnya ia menabrak seorang pria.
"Don, gue nabrak orang ya?" tanya Aliya dengan wajah yang sangat panik, begitu juga Dona yang melihat pria yang Aliya tabrak tak lain adalah Angga.
Dengan penuh kehati-hatian Aliya memberanikan dirinya untuk membalikkan badannya kepada orang yang ia tabrak. Jantung Aliya berdetak begitu kencang ketika ia mengetahui bahwa ternyata orang yang ia tabrak tak lain adalah Mr. Galak (Angga).
“Maaf, maaf pak Aliya ga sengaja,” ucap Aliya sambil menangkupkan kedua tangan dan menundukkan kepalanya.
“Kamu Aliya?” tanya Angga dengan sangat terkejut melihat Aliya yang berpakaian tidak seperti biasanya.
“Ohh yaudah kamu masuk sana!” pinta Angga dengan sangat ramah. Aliya dan Dona yang mendengar jawaban Angga yang tak biasanya itu pun sangat terkejut. Bagaimana tidak dosen muda namun kiler yang kampus ini miliki membuat para mahasiswa dan mahasiswi di kampus ini tak mampu membantah ucapannya sama sekali.
“I... iya pak, sekali lagi Aliya minta maaf ya pak,” sahut Aliya yang masih ketakutan bahwa Angga akan memarahinya nanti.
“Iya ga apa-apa kok,” jawab Angga sambil tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan Aliya dan Dona yang masih terkejut dengan perubahan Angga yang sangat drastis ini.
“Aliya, lo ga apa-apa, kan? tanya Dona sambil mengecek tubuh Aliya yang habis bertabrakan dengan Angga. Sedangkan Aliya hanya memandangi kepergian Angga dengan penuh kekaguman yang mendalam.
“Don, gue salah lihat ga sih, itu benaran pak Angga, kan?” tanya Aliya yang masih setia memandangi punggung Angga yang sudah sangat jauh dari jangkauannya.
“Iya Al, gue jadi suka,” jawab Dona sambil mengikuti apa yang sedang Aliya lakukan.
__ADS_1
“Gue juga baru sadar kalau sebenarnya pak Angga itu ganteng banget,” lanjut Dona sambil tersenyum-senyum melihat punggung Angga.
“Iya Don, andai aja dia dari dulu pak Angga kayak gitu pasti gue tergila-gila banget sama dia,” jawab Aliya sambil memeluk tubuh Dona dari samping.
“Yaelah elo mah, dia galak aja lo tergila-gila apalagi kalau dia kayak gini dari dulu,” sahut Dona yang kemudian ikut memeluk Aliya.
“Eh lu pada ngapain sih, peluk-pelukan di depan pintu,” ucap Ika teman sekelas Dona dan Aliya.
“Lesbian lu pada ya?” tanya Ika yang seketika membuat Aliya dan Dona melepaskan pelukannya.
“Enggak apaan sih,” jawab Dona yang malu karena diledeki Ika.
“Iya, gue masih normal kali,” sahut Aliya yang kemudian berjalan memasuki kelas terebih dahulu.
"Eh ngomong-ngomong lo ubah penampilan ya Al?" tanya Ika yang mulai penasaran.
"Iya, menurut lo gimana Ka?" jawab Aliya dengan membarikan pertanyaan kembali sambil tersenyum manis.
"Kalau gue pribadi sih lebih suka lo yang pakai levi's dari pada pakai-pakai longgar gini, kayak udah hari raya aja Al," jawab Ika yang kemudian duduk disamping Aliya.
"Ya ga apa-apa gue cuma pengen lebih tertutup aja sekarang Ka," ucap Aliya yang kemudian tersenyum kepada Ika, ya meskipun sebenarnya ia sedikit patah semangat, namun ia begitu yakin dengan pilihannya saat ini.
"Ya itu sih hak lo juga sih Al, gue kan cuma ngasih saran aja," jawab Ika yang kemudian melipat kedua tangan didadanya.
"Iya Ka, gue ngerti kok," sahut Aliya ssmbil tersenyum kembali.
Pelajaran mata kuliah jam pertama sudah berlalu, jam juga sudah menunjukkan pukul 12.05 Aliya pun segera berjalan menuju mushola kampus. Aliya kali ini ke mushola hanya sendirian karena Dona sedang berhalangan, jadi ia tak bisa ikut dengan Aliya. Aliya yang baru saja selesai mengambil air wudhu pun segera memasuki mushola. Mushola terlihat sangat sepi hanya ia sendiri yang berada di mushola itu. Ya mushola ini memang sering sepi dikarenakan banyak yang memilih untuk shalat di masjid yang berada di seberang kampus.
Oke guys sekian dulu ya upnya, 😉
SYUKRON Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
__ADS_1
IG : @febiayeni
FB : Febi Ayeni