Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 83


__ADS_3

Dania dan dokter lain yang dari tadi menunggu kedatangan Laura mulai panik karena sudah hampir 30 menit namun Laura belum juga sampai. Dania dan dokter lainnya sudah pasrah dengan keadaan Fia sekalipun Laura datang, Fia memang sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Monitor pendeteksi detak jantung Fia sudah menunjukkan garis lurus yang artinya pasien telah pergi untuk selama-lamanya. Dania pun akhirnya keluar dari ruangan PICU untuk memberikan informasi kepada keluarga dari Fia. Saat Dania membuka pintu ruangan PICU, Laura yang baru saja sampai tepat di depan ruangan PICU dengan napas yang tidak beraturan akibat ia berlari dari parkiran sampai ruangan PICU langsung berpegangan pada tangan Dania.


"Dania, sorry gue telat, gimana kondisi anak itu?" tanya Laura dengan napas yang tersengal-sengal dan badan yang sedikit membungkuk.


"Ibuk, Bapak kami dari pihak rumah sakit mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun Fia tetap tidak bisa diselamatkan lagi." Ucap Dania tanpa memperdulikan Laura yang masih memegangi tangannya.


Chika, Rizky serta Laura yang mendengar ucapan yang keluar dari bibir Dania seketika terkejut dan meneteskan air mata.


"Apa Dok, Fi... Fia meninggal?" tanya Chika dengan terbata-bata.


"Kami pihak rumah sakit mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan Ibu," jawab Dania. Mendengar jawaban dari Dania seketika membuat Chika tidak sadarkan diri. Rizky yang berada disamping Chika pun segera menangkap Chika agar tidak jatuh ke lantai. Randy yang baru saja datang pun terkejut melihat suasana di luar ruangan PICU ditambah lagi melihat Chika yang pingsan di pelukan Rizky.


"Kak, Chika kenapa?" tanya Randy, "bawa duduk dulu kak!" perintah Randy yang kasihan melihat Rizky yang menahan tubuh Chika.


Sedangkan Laura benar-benar merasa bersalah karena ia terlambat menangani Fia. Laura yang merasa bersalah pun segera memasuki ruangan PICU untuk melihat Fia. Dengan deraian air mata yang mengalir di pipinya, Laura memaksakan langkahnya untuk melihat tubuh mungil Fia yang sudah tak mampu melakukan apapun lagi. Dengan sangat hati-hati Laura membuka kain putih yang menutupi seluruh tubuh Fia yang sudah tidak sadarkan diri itu. Saat Laura melihat wajah pucat Fia seketika membuat seluruh tubuh Laura tak mampu berdiri tegak lagi. Laura pun memutuskan untuk duduk diatas kursi yang telah disediakan di dekat tempat tidur Fia. Laura memegang erat tangan mungil Fia dengan air mata yang terus mengalir.


"Fia, Fia kok ga nunggu ante Laura sih," ucap Laura meluapkan isi hatinya kepada Fia yang sudah pergi untuk selama-lamanya.


"Ante minta maaf ya Fia, gara-gara ante Fia jadi kayak gini," lanjut Laura yang begitu merasa bersalah.


Sedangkan Rizky masih sangat kebingungan saat ini melihat Chika yang masih belum sadarkan diri ditambah lagi Fia anaknya sudah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Rizky tak mampu memungkiri lagi bahwa saat ini hatinya begitu hancur. Fia anak semata wayangnya harus pergi meninggalkanmya dan juga Chika untuk selama-lamanya. Namun Rizky berusaha untuk tidak terlihat lemah karena ia adalah seorang pemimpin rumah tangga. Sudah sekitar 10 menit Chika pingsan, akhirnya setelah Rizky memberikan minyak angin kehidung Chika, Chika langsung terbangun.


"Pa, Fia mana?" tanya Chika sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.


"Fia didalam Ma," jawab Rizky yang berusaha menahan air matanya.


"Fia ga apa-apa kan, Pa?" tanya Chika sambil menatap kedua bola mata Rizky.

__ADS_1


"Fia ga apa-apa kok Ma, Fia udah sembuh kok Ma," jawab Rizky yang kemudian langsung memeluk erat tubuh Chika. Randy yang melihat moment menyedihkan ini pun ikut meneteskan air matanya.


"Papa serius?" tanya Chika sambil melepaskan pelukannya. Rizky hanya tersenyum menjawab pertanyaan Chika.


"Fia sembuh tapi kenapa Papa nangis?" tanya Chika lagi namun Rizky benar-benar tak mampu menjawab pertanyaan Chika.


Chika yang merasa ada yang tidak beres dengan kejadian yang sebenarnya pun langsung berlari memasuki ruangan PICU tempat Fia berada. Chika begitu terkejut saat melihat Laura yang sedang menangis sambil memegangi tangan Fia.


"LAURA," ucap Chika terkejut.


"CHIKA," sahut Laura sambil menghapus air matanya.


"Lo ngapain?" tanya Chika yang kemudian mempercepat langkahnya menuju tempat tidur Fia. Laura tak mampu menjawab pertanyaan Chika yang membuat Chika semakin bertanya-tanya.


"Fia, Fia kenapa?" tanya Chika sambil memegang tangan mungil Fia.


"Kenapa inpus Fia dilepas?" tanya Chika lagi yang kini sudah tak mampu membendung air matanya lagi.


Rizky dan Randy yang mendengar suara histeris Chika pun segera memasuki ruangan PICU. Mereka takut Chika melakukan hal aneh terhadap Laura karena ia sedang dibaluti dengan kesedihan mendalam.


Chika yang sama sekali tidak mendapati jawaban apapun dari Laura pun langsung menghampiri Laura.


"Laura jawab Fia kenapa?" tanya Chika sambil menggoyang-goyangkan tangan Laura. Rizky yang melihat Chika sudah memegangi tangan


Laura dengan sigap langsung menarik memeluk Chika dari belakang untuk menahan tangannya agar tidak terjadi kekerasan di sini.


"LAURA JAWAB!" perintah Chika yang mulai kesal dengan Laura yang tidak kunjung menjawab pertanyaannya. Air mata Laura pun akhirnya menetes tak hentinya mendengar semua pertanyaan dari Chika.

__ADS_1


"Fia, Fia udah meninggal Chik," jawab Laura dengan sangat terpaksa.


"Ga mungkin, ga mungkin. Lo bohongi gue kan Ra?" tanya Chika lagi sambil berusaha melepaskan pelukan Rizky.


"Gue ga bohong Chik, gue minta maaf." Jawab Laura sambil menundukkan kepalanya.


"Pa, Laura bohong kan?" tanya Chika yang berhasil lepas dari pelukan Rizky. Rizky benar-benar tak sanggup untuk menjawab pertanyaan Chika. Rizky hanya bisa menangis sambil memeluk tubuh Chika.


"Laura ga bohong kok Chik, Fi... Fia memang udah meninggal." Jawab Randy dengan terbata-bata.


"FIAAAAA," teriak Chika melepas paksa dekapan Rizky dan berlari menuju tempat tidur Fia. Chika langsung memeluk erat tubuh mungil Fia.


"FIA BANGUN, FIA BANGUN," ucap Chika sambil terus memeluk tubuh Fia yang sudah tak mampu bergerak lagi.


"FIA BANGUN!" teriak Chika yang membuat suasana ruangan PICU menjadi penuh haru.


Rizky pun akhirnya memaksakan langkah kakinya ke arah Chika dan Fia. Rizky yang tak mampu menyembunyikan kesedihannya saat ini pun langsung memeluk Chika dan juga Fia.


"Fia, Papa dan Mama sa... sayang sama Fi... Fia, Fia se... sekarang udah sembuh. Fi... Fia sekarang ga perlu ma... makan obat lagi." Ucap Rizky sambil mengelus rambut indah Fia untuk terakhir kalinya. Sedangkan Chika hanya bisa menangis mendengar ucapan Rizky yang begitu sakit ia rasakan.


Oke guys segitu dulu ya.😉


Yuk, yang mau tau informasi update novel ini masuk ke grub chat nya ya.


SYUKRON Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


IG : @febiayeni

__ADS_1


FB : Febi Ayeni


__ADS_2