Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 15


__ADS_3

“Oh ya Pak kenalin dulu pacar Angga,” ucap Angga menunjuk Aulia.


“Aulia Pak, panggil Lia aja,” ujar Aulia seraya menyalam tangan kanan penjual batagor tersebut.


“Iya neng Lia,” jawab penjual batagor tersebut yang kemudian membawakan 2 porsi batagor.


“Dua porsi batagor sudah siap di santap,” ucap penjual batagor tersebut seraya memberikan batagor pesanan Angga kepada mereka berdua.


“Terimakasih Pak,” ucap Angga dan Aulia secara bersamaan.


“Cieee kompak banget sih,” ledek penjual batagor tersebut.


Angga dan Aulia pun saling bertatapan lalu tersenyum bersama.


“Gimana batagornya enak ga?” tanya Angga.


“Belum juga di coba,” jawab Aulia kesal.


Angga lalu merangkul pundak Aulia, “hehe, gitu aja ngambek,” sahut Angga cengengesan.


“Oh ya kita udah balikan, kan?” tanya Angga.


Aulia lalu mengerutkan alis matanya, “siapa yang bilang?” tanya Aulia.


“Tadi pas kenalan sama tante kamu,” jawab Angga.


“Yee itu kan acting doang,” ujar Aulia santai.


“Really?” tanya Angga terkejut.


Aulia sontak terkekeh melihat ekspresi terkejut Angga, “hahaha.”


“Kok ketawa sih?” tanya Angga lagi.


“Itu terserah kamu aja, maunya kamu gimana,” jawab Aulia yang kemudian kembali menyuap batagor miliknya.


Angga lalu meletakkan batagor miliknya di kursi kosong yang ada disampingnya. Angga kemudian mencubit pipi Aulia dengan kedua tangannya, “kamu nih ya bisa aja buat aku jantungan,” ujar Angga.


“Emm,” ucap Aulia menginstruksikan bahwa ia masih mengunyah batagor.


Angga lalu tersenyum, “sorry-sorry abisnya kamu gemesin sih,” jawab Angga.


Angga menatap wajah Aulia seraya tersenyum-senyum yang membuat Aulia kebingungan.


“Kamu kenapa sih?” tanya Aulia seraya meletakkan batagor miliknya yang baru saja habis.

__ADS_1


Angga kemudian merapikan hijab Aulia yang ia buat berantakan tadi. Kedua bola mata Aulia terbelalak melihat tingkah Angga yang berhasil membuatnya terpukau.


“Li, aku rapiin hijab kamu boleh, ga?” tanya Angga.


Aulia mengganggukkan kepala, “boleh,” jawab Aulia singkat.


“Li, lain kali kalau pakai hijab itu usahakan bawah dagunya juga tertutup kayak sekarang ini,” ucap Angga seraya menyunggingkan senyuman manisnya.


“Emangnya kenapa?” tanya Aulia.


“Karena bawah dagu itu termasuk aurat juga,” jawab Angga.


“Masa sih?” tanya Aulia.


“Aurat wanita itu seperti yang sudah di jelaskan dalam kitab Al-Muhadzdzab halaman 36 yaitu ‘wajah adalah wilayah antara tumbuhnya rambut kepala sampai ke dagu, ujung dua rahang. Batas membentang antara telinga sampai telinga satunya’, jadi udah jelas dong kalau bawah dagu itu termasuk aurat.” Jawab Angga menjelaskan.


“Kamu suka baca buku-buku agama ya?” tanya Aulia.


“Ga juga sih, tapi kalau masalah aurat aku pernah pelajari gitu, karena kan aku ga mau dong kalau nanti istri aku ngumbar-ngumbar aurat gitu, yang dosa juga aku, kan?” jawab Angga yang balik bertanya kepada Aulia.


“Iya juga sih, kamu bener,” sahut Aulia.


“Eh yank, kita jalan-jalan yuk ke taman sana!” ajak Angga seraya menunjuk sebuah taman yang tak jauh dari tempat ia makan batagor.


“Ada ayunannya ga?” tanya Aulia antusias.


Angga dan Aulia pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke taman tersebut. Raut wajah kebahagian terpancar jelas dari wajah keduanya. Hari demi hari mereka lalui dengan penuh suka tanpa ada masalah yang besar dari keduanya. Angga yang sangat menyayangi Aulia, sungguh-sungguh tak ingin kehilangan Aulia lagi. Angga benar-benar sudah menyadari bahwa Aulia begitu berharga bagi dirinya.


“Yank, kita kan bentar lagi lulusan nih, rencana kamu selanjutnya apa?” tanya Angga.


Aulia menoleh ke langit sejenak untuk memikirkan jawaban apa yang cocok untuk ia berikan kepada Angga, “emm, apa ya?” tanya Aulia pada dirinya sendiri, “aku sih pengennya kuliah tapi ga tau tante bakalan ngizinin atau ga,” lanjut Aulia yang kemudian menundukkan kepalanya.


“Kenapa gitu?” tanya Angga.


“Semenjak mama meninggal dan papa pergi, yang biayain sekolah aku itu ya tante sendiri. Aku kasihan sama tante, aku pengen kerja bantuin tante.” Jawab Aulia dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


“Tapi kamu kan pintar bisa ngambil beasiswa aja jadi ga harus ngerepotin tante kamu gitu,” ucap Angga yang ingin membangkitkan semangat Aulia lagi.


“Kamu benar sih, tapi kalau aku ambil beasiswa, aku ga bakalan bisa kerja Ngga,” bantah Aulia dengan air mata yang mengalir dipipinya.


Angga lalu menyandarkan kepala Aulia di pundaknya, “iya juga sih, apalagi kamu cewek, untuk dapatin kerja di hari sabtu dan minggu doang itu susah, kalau cowok bisa aja nguli.”


“Jadi sekarang aku harus gimana dong?” tanya Aulia yang kemudian menegakkan kepalanya.


Angga kemudian menghapus lembut air mata Aulia, “jangan nangis lagi dong entar aku pikirin solusinya gimana.”

__ADS_1


“Makasih ya yank, kamu udah mau bantuin aku,” ucap Aulia tersenyum.


“Udah jadi tugas aku bantuin kamu yank,” jawab Angga.


TIIIINGG....


Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Aulia yang biasanya pulang bareng Angga hari ini tidak, sebab Angga masih ada ekskul basket. Aulia terpaksa pulang tanpa menunggu Angga, karena dari tadi tantenya menyuruhnya pulang lebih awal hari ini.


Sesampainya Aulia di rumah, tiba-tiba saja ada dua orang bertubuh kekar dan satu orang pria dengan setelan kantoran yang berumur sekitar 45 tahunan sedang menghadang tantenya.


“TANTEEE!!!” teriak Aulia yang berdiri tak jauh dari orang-orang bertubuh kekar itu.


Luna terkejut melihat Aulia yang sudah pulang, “AULIA?”


Aulia lalu menarik-narik tangan tantenya, “LEPASIN TANGAN TANTE AKU!” perintah Aulia.


“Oh jadi ini tante kamu?” tanya bos dari kedua bodyguard itu.


“IYA INI TANTE AKU!” tegas Aulia dengan mata terbelalak menghadang bos dari bodyguard-bodyguard itu.


Bos bodyguard tersebut mencengkam pipi Aulia dengan satu tangannya, “nyali kamu kuat juga ya anak bau kencur.”


“JANGAN SAKITI DIA!” teriak Luna memberontak dari kedua bodyguard tersebut yang memegang kedua tangannya.


Bos bodyguard tersebut seketika langsung mendorong Aulia hingga Aulia tersungkur di lantai.


Aulia meringis kesakitan, “APA MAU KALIAN?” tanya Aulia dengan air mata yang sudah mengalir deras membasahi pipinya.


Bos bodyguard tersebut lalu menghampiri Aulia yang masih duduk di lantai, “saya mau tante kamu membayar hutang-hutangnya!” perintahnya.


“BERAPA HUTANGNYA?” tanya Aulia penuh dengan emosi.


“Hahaha, pertanyaan macam apa ini?” tanya bos bodyguard itu seraya terkekeh.


“GUE NANYA BERAPA HUTANG TANTE GUE, KENAPA LO MALAH KETAWA?” tanya Aulia.


Bos bodyguard itu kembali mencengkam pipi Aulia dengan kedua tangannya, “karena bocah bau kencur seperti kamu cuma bisa ngerepotin tante kamu aja,” jawab bos bodyguard itu yang lalu mendorong Aulia lagi.


Maaf ya guys flashback nya sampai sepanjang ini, saya juga belum bisa kasih tau di episode berapa flashback nya selesai.🙏🙏


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,


IG : @febiayeni21

__ADS_1


FB : Febi Ayeni


__ADS_2