
Tiba-tiba ponsel Aliya berdering tanda ada panggilan masuk yang tak lain dari Angga suaminya.
📞My Husband💕
Aliya melirik ke layar ponselnya, namun tidak menyetuh tombol apapun. Saat ini Aliya hanya ingin meluapkan semua kesedihan lewat tangisannya saja.
📞My Husband💕
Lagi-lagi Angga menelponnya, namun Aliya tetap tidak menjawabnya. Sudah 20 kali Angga menelponnya, namun Aliya hanya membiarkan ponselnya berdering begitu saja.
📞My Husband💕
“Aliya, angkat dong,” ucap Angga yang tak putus asa untuk terus menelpon Aliya.
“Ya Allah, suami macam apa gue ini,” ujar Angga yang kesal dengan dirinya sendiri.
Disaat Angga ingin kembali mencoba menghubungi Aliya, tiba-tiba saja bel kuliah sore berbunyi dan Angga terpaksa harus menyelesaikan tugasnya sebagai dosen terlebih dahulu. Setelah selesai mengajar, Angga pun segera secepat mungkin untuk pulang ke rumahnya. Sesampainya di kamar, Angga benar-benar terkejut melihat kamar yang berantakan. Angga berjalan pelan-pelan sambil membereskan barang-barang yang berserakan di kamarnya itu. Angga yang melihat Aliya sedang tertidur pulas lalu menghampiri istrinya itu.
“Sayang!” panggil Angga seraya menggoyang-goyangkan tubuh Aliya.
Aliya lalu mengubah posisinya membelakangi Angga. Angga kembali menggoyang-goyangkan tubuh Aliya, “sayang kamu kenapa?” tanya Angga.
Aliya kemudian bangkit dari tempat tidurnya, “sekarang udah jam berapa?” tanya Aliya tanpa menjawab pertanyaan dari Angga.
Angga melirik jam tangannya, “jam setengah 5,” jawab Angga yang sontak membuat Aliya langsung berlari ke kamar mandi.
“YANK KAMU KENAPA?” tanya Angga dengan suara yang lantang.
Aliya hanya diam tanpa menjawab sepatah katapun. Aliya akhirnya keluar dari kamar mandi dengan air wudhu yang masih lekat di bagian anggota tubuh yang wajib untuk di sucikan. Aliya lalu memakai mukenanya dan segera melaksanakan shalat Ashar. Setelah selesai shalat Ashar, Angga kembali menghampiri istrinya yang bersikap dingin terhadapnya ini.
“Sayang kamu sakit?” tanya Angga penuh dengan kelemah lembutan.
“Seperti yang kamu lihat,” jawab Aliya ketus.
“Kenapa kamu ga nunggu aku tadi?” tanya Angga lagi.
Aliya kemudian mengambil handuknya untuk segera mandi, “aku ga enak badan,” jawab Aliya. Aliya lalu menutup pintu kamar mandi secara kasar.
__ADS_1
Setelah selesai mandi Aliya langsung ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB, namun Aliya masih saja bersikap dingin terhadap Angga. Suasana di meja makan pun seketika berubah menjadi hawa yang tidak mengenakkan.
Angga lalu memegang tangan kanan Aliya yang berada di atas meja, “yank kamu kenapa?” tanya Angga.
Aliya lalu memukul keningnya pelan, “oh iya skripsi gue kan belum kelar ya,” ucap Aliya yang kemudian bangkit dari tempat duduknya lalu mengambil laptopnya.
Angga mengikuti langkah kaki Aliya dan duduk di samping Aliya yang tengah mengotak-atik laptopnya itu.
Angga lalu tersenyum dan menggeserkan posisi laptop Aliya agar menghadap kepada dirinya, “sini aku bantu ketikan!” pinta Angga.
Aliya kembali mengambil alih laptopnya, “ga usah, kerjakan aja kerjaan kamu!” perintah Aliya ketus.
Angga tetap tak putus asa untuk menarik perhatian istrinya itu. Angga kemudian menghidangkan buah-buahan untuk Aliya.
“Aaa sayang!” perintah Angga seraya menyodorkan sepotong apel yang telah ia kupas.
Aliya menatap sayu kedua bola mata Angga lalu memakan apel dari Angga. Angga lalu memeluk tubuh Aliya dari samping, “yank, aku mohon jangan bersikap dingin gini ke aku!” pinta Angga dengan raut wajah yang mulai sedih.
Aliya mendongakkan kepalanya ke atas agar air matanya tak menetes, “aku minta maaf karena aku ga bisa jadi suami yang baik untuk kamu,” ucap Angga, “yang kamu liat tadi ga seperti yang kamu pikirkan yank,” lanjut Angga yang tanpa sengaja meneteskan air matanya.
“Al, dia hanya masa lalu ku, dan kamu adalah masa sekarang dan akan menjadi selamanya buat kamu,” ucap Angga yang semakin erat tubuh Aliya. Air mata Aliya yang menetes tak sengaja membasahi tangan Angga. Angga sontak langsung melihat istrinya yang tengah menangis.
“Sayang kamu nangis juga?” tanya Angga yang kemudian menghapus air mata Aliya.
Aliya hanya diam seribu bahasa, “yank, aku tau pasti kamu ga liat kejadian yang sebenarnya tadi,” tebak Angga.
“Aku ga sanggup liat suami aku berpelukan sama wanita lain, jadi aku pergi,” jawab Aliya sambil menghapus sisa air matanya.
“Pantesan kamu marah sampai segininya samaku,” ucap Angga, “yang sebenarnya terjadi adalah..."
Flashback on,
“Angga!” panggil Aulia.
Angga mencari sumber suara tersebut yang ternyata tak lain adalah Aulia, “ngapain lo kesini?” tanya Angga ketus.
Aulia menatap kedua bola mata Angga dengan penuh rasa bersalah, “izinin gue masuk!” pinta Aulia yang pada akhirnya menangis tanpa sebab.
__ADS_1
“Yaudah cepat!” perintah Angga, “waktu lo cuma 5 menit, karena bentar lagi istri gue bakalan datang, gue ga mau buat dia sedih,” lanjut Angga dengan sangat beribawa.
Aulia kemudian berlari dan langsung memeluk Angga begitu saja, “Angga gue kangen banget sama lo,” ucap Aulia dengan air mata yang terus-menerus mengalir membasahi pipinya.
Angga berusaha melepaskan pelukan Aulia namun Aulia terus mencengkeram tubuh Angga.
“Lo ngapain sih peluk-peluk gue?” tanya Angga dengan nada yang sangat kasar, “ga malu sama hijab tapi kelakuannya gini?” tanya Angga penuh emosi.
“Ngga, gue minta maaf,” ucap Aulia seraya menangis.
Dengan sekuat tenaga Angga melepaskan paksa pelukan Aulia. Angga lalu menghadang Aulia dengan badan tegap seraya berkata, “Li, gue udah maafin lo, tapi tolong jangan ganggu rumah tangga gue lagi, gue bahagia tanpa lo!” tegas Angga yang membuat Aulia hanya dapat menundukkan kepalanya.
“Li, yang berlalu biarlah berlalu, sekarang kita udah punya kehidupan masing-masing,” lanjut Angga, “jadi gue mohon sama lo, berhenti gangguin kehidupan gue!” perintah Angga yang kemudian pergi meninggalkan Aulia yang masih menangis di ruangannya.
Ketika Angga berniat untuk mencari keberadaan Aliya tiba-tiba saja Dani teman sekelas Aliya datang menghampiri Angga dengan membawa bekal untuknya.
“Pak, ini dari Aliya,” ucap Dani.
“Aliya mana emang?” tanya Angga kebingungan.
“Kata Aliya dia tadi sakit perut jadi dia minta tolong anterin ini ke Bapak,” jawab Dani.
Flashback off,
“Maafin aku ya yank, udah berpikir negatif sama kamu!” pinta Aliya yang langsung mencium kedua tangan Angga.
Angga tersenyum seraya mengelus-elus rambut istrinya itu, “aku juga minta maaf sama kamu ya,” ucap Angga yang kemudian kembali memeluk istrinya itu.
Gimana-gimana nih guys?
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
Jangan lupa di follow ya teman,
IG : @febiayeni21
FB : Febi Ayeni
__ADS_1