Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 35


__ADS_3

"Jadi saya benaran bapak pecat?" Tanya Laura yang berharap Rizky tidak benaran memecatnya meskipun Laura tau bahwa dia melakukan kesalahan fatal.


"Iya, mulai detik ini kamu saya pecat karena kalau saya tau kamu dari awal kamu sakit, saya tidak akan menerima kamu bekerja disini!" Jawab Rizky dengan tegas sehingga membuat Laura lagi dan lagi meneteskan air mata.


"Saya minta maaf pak, tapi saya benar - benar membutuhkan pekerjaan ini pak untuk pengobatan saya!" Ucap Laura yang masih berusaha keras agar ia tidak jadi di pecat.


"Tapi saya tak ingin membuat penyakit kamu menjadi lebih parah lagi!" Jawab Rizky sambil menghapus air mata Laura.


"Iya saya tau, tapi cuma ada dua kemungkinan di hidup saya pak, saya meninggal sia - sia karena saya tidak punya usaha untuk kesembuhan diri saya sendiri atau saya berusaha meskipun justru malah memperburuk keadaan saya sendiri!" Ucap Laura dengan deraian air mata.


"Saya hanya berusaha agar saya tidak bergantung dengan orang lain, sehingga membuat keluarga saya menjadi barang hinaan mereka yang membatu saya tanpa ke ikhlasan!" Lanjut Laura.


"Saya permisi pergi dulu pak, terimakasih bapak telah memberikan saya kesempatan untuk bekerja disini!" Ucap Laura sambil berjalan meninggalkan Rizky yang masih terdiam di tempat itu.


"LAURA!" Panggil Rizky dan Laura pun menghentikan langkahnya.


"Apakah kamu bisa mengajarkan adik - adik saya?" Tanya Rizky dan Laura pun membalikkan badan ke arah Rizky.


"Nanti aku gaji kamu cukup untuk 3 kali kemoterapi dalam sebulan!" Lanjut Rizky.


"Bapak serius?" Tanya Laura kembali sambil menghapus air matanya.


"Iya, tapi ada 2 syarat!" Jawab Rizky sambil tersenyum.


"Apa syaratnya pak?" Tanya Laura.


"Yang pertama kamu ga boleh sedih dihadapan mereka, kamu harus selalu ceria di depan mereka. Yang kedua jangan panggil saya bapak, saya masih 23 tahun panggil saya Kak Rizky saja!" Jawab Rizky.


"Baik pak, eeh kak Rizky!" Ucap Laura sambil tersenyum.


"Tapi bapak, eeh kak Rizky jangan panggil saya Laura, panggil Salsha aja!" Lanjut Laura.

__ADS_1


"kenapa?" Tanya Rizky.


"Ya lebih suka di panggil Salsha aja Kak!"Jawab Laura santai.


"Yaudah besok saya jemput kamu dimana?" Tanya Rizky.


"Mau ke mana Kak?" Tanya Laura kembali.


"Kamu mau kerja ga, kalau mau besok saya jemput kamu di rumah kamu baru saya antar kamu ketempat adik - adik saya!" Jawab Rizky.


"Oh yaudah kalau gitu kak, saya pulang dulu ya kak sampai jumpa besok kak!" Ucap Laura sambil berjalan meninggalkan Rizky.


"Salsha, saya antar kamu pulang!" Jawab Rizky sambil mengikuti langkah Laura.


"Eh ga usah ga usah kak, saya bisa pulang sendiri kok!" Ucap Laura menolak.


"Udah ga usah ge er saya cuma mau tau rumah kamu dimana aja kok biar besok gampang jemputnya!" Jawab Rizky sambil merangkul pundak Laura. Laura pun kini tak bisa menolak lagi karena Rizky yang terus memaksanya.


Sesampainya di depan gerbang rumah Laura yang tidak begitu jauh dari Cafe Move On milik Rizky, Risky pun menghentikan mobil BMW I8 miliknya tepat di depan gerbang rumah Laura.


"Iya jangan lupa besok sore aku jemput kamu ya!" Jawab Rizky sambil tersenyum.


"Oke kak!" Ucap Laura yang kemudian turun dari mobil Rizky.


"Sal, tunggu nomor handphone kamu mana?" Tanya Rizky sambil memberikan handphone nya, dan Laura pun mengambil handphone Rizky kemudian menulis nomor handphone nya di handphone Rizky.


"Nih kak!" Jawab Laura sambil mengembalikan handphone Rizky.


"Yaudah aku pulang dulu ya!" Ucap Rizky.


"Iya hati - hati ya kak!" Jawab Laura sambil tersenyum.

__ADS_1


Keesokan harinya tepat jam 16.15 Rizky pun menelpon Laura.


Tuuuuutttt...... Tuuuutttt...... Tuuuutt.....


"Halo Sal, aku udah di depan gerbang rumah kamu nih, kamu udah siap kan?" Ucap Rizky.


"Udah udah kok kak bentar ya!" Jawab Laura sambil mengambil tasnya.


"Ma, Laura pergi dulu ya Ma, Assalammu'alakum Ma!" Ucap Laura sambil menyalam dan mencium pipi kanan Echa yang sedang menonton TV.


"Wa'alaikumsalam, Mau kemana Ra?" Tanya Echa.


"Mau keluar bentar Ma!" Jawab Laura yang sudah sampai di depan pintu.


"Hati - hati ya Ra, jangan pulang malam - malam kali ya!" Teriak Echa.


"Iya Ma!" Jawab Laura.


Sesampainya Laura di dalam mobil BMW I8 milik Rizky.


"Udah siap ketemu sama adik - adik ku kan Sal?" Tanya Rizky.


"Udah dong!" Jawab Laura dengan penuh semangat.


"Oke meluncur, pengangan yang kuat ya Sal!" Ucap Rizky sambil melirik Laura yang sedang tersenyum.


"Eh jangan ngebut - ngebut kak!" Jawab Laura sambil berpegangan yang kuat.


"Hehehe... bercanda tau!" Ucap Rizky sambil cengengesan.


Jangan lupa kritik dan sarannya ya guys.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya ya guys. 😉


Terimakasih buat yang udah dukung, like dan komentnya. 😊


__ADS_2