
"Oh ya tadi Kak Rizky mau minta tolong apa ya?" tanya Laura yang sudah duduk diatas sofa.
"Tu kan lo ga berani jawab pertanyaan gue tadi," ledek Randy sambil melipat kedua tangannya didadanya.
"Ni anak apaan sih," ucap Laura sambil melirik Randy sinis.
"Udah deh lo jujur aja sama gue, kalau lo tu berharap kan berjodoh sama gue?" tanya Randy sambil menaik turunkan alis matanya.
"Bilang aja lo yang ngarep kalau gue jadi jodoh lo, ya kan," ledek Laura dengan senyum sinisnya.
"Ihh kalian berdua ni apaan sih dari tadi ribut aja. Liat tu Kak Rizky mau ngomong ga jadi-jadi dari tadi," sahut Aliya yang mulai kesal dengan Laura dan Randy yang dari tadi bertengkar.
"Salahin tu anak dari tadi ga mau diam," ujar Laura yang juga kesal dengan Randy.
"Udah-udah masalah kalian entaran aja diselesaikannya, sekarang masalah gue dulu!" perintah Rizky yang akhirnya angkat suara.
"Jadi apa nih Kak yang bisa Laura bantu untuk Kak Rizky?" tanya Laura dengan wajah yang sangat serius.
"Semenjak Fia meninggal Chika ga mau makan, gue takut dia kenapa-kenapa Ra, gue minta tolong banget sama lo Ra bujuk Chika biar mau makan lagi Ra!" pinta Rizky dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Tapi Laura takut Kak, kalau Chika justru malah marah-marahi Laura lagi kayak kemaren," jawab Laura yang juga ikutan sedih.
"Gue benar-benar ga tau lagi Ra, harus minta tolong sama siapa lagi Ra, kemaren mama udah bujuk dia juga tapi tetap ga bisa Ra," ucap Rizky dengan air mata yang tidak mampu ia bendung lagi.
"Gue ga mau sampai kehilangan orang yang gue sayang untuk kesekian kalinya lagi Ra," lanjut Rizky yang kemudian menutup matanya yang terus-menerus meneteskan air mata. Randy yang tak tega melihat Rizky yang terpukul seperti ini pun merangkul dan mendekap Rizky.
"Kehilangan orang yang kak Rizky sayang untuk kesekian kalinya, bukannya kak Rizky cuma kehilangan Fia?" tanya Laura yang merasa ada kejanggalan dengan ucapan Rizky.
"Lo ingat Shofia, sepupunya Chika ga?" tanya Randy yang membuat Laura kebingungan.
"Tunangan Kak Rizky, kan?" jawab Laura dengan pertanyaan kembali.
"Iya, Kak Shofia meninggal di hari pernikahan Chika dan Kak Rizky," jawab Randy sambil menenangkan Rizky yang masih menangis.
"Hah, ini maksudnya apa sih, bukannya lo yang seharusnya nikah sama Chika, kenapa jadi Kak Rizky yang nikah sama Chika?" tanya Laura yang sangat-sangat kebingungan.
"FIAAAA, FIIAAAA," suara yang terdengar samar-samar yang muncul dari kamar Chika.
__ADS_1
"CHIKA," ucap Rizky yang kemudian berlari dan memasuki kamar Chika. Laura dan Aliya yang kebingungan pun kemudian menatap mata Randy.
"Laura, Aliya ayok kita liat Chika!" perintah Randy yang kemudian berlari memasuki kamar Chika diikuti oleh Laura dan Aliya.
Laura, Aliya dan Randy begitu terkejut melihat Chika yang sudah berdiri tepat di ujung teras kamarnya yang tinggi itu.
"FIIAAA, FIIAAA MAMA DATANG SAYANG," ucap Chika dengan posisi ingin terjun bebas.
"Ma, tolong jangan lakuin itu," ucap Rizky dengan linangan air mata dan berjalan lunglai.
"Pa, Fia ada dibawah Pa. Fia manggil Mama," jawab Chika sambil tersenyum dengan mata yang bercucuran air mata.
"Ma, Fia ga ada dibawah Mama turun ya!" pinta Rizky yang sudah begitu dekat dengan Chika.
"Papa itu Fia," jawab Chika yang spontan menghadap kebelakang untuk memberitahukan kepada Rizky. Disaat Chika membalik kebelakang kaki Chika tergelincir dan membuatnya terjatuh ke bawah.
"CHIIKAAAA," teriak Rizky yang melihat Chika terjatuh kebawah. Rizky yang melihat Chika jatuh tak kuasa menahan dirinya hingga pada akhirnya ia pingsan.
"Duhh gimana nih?" tanya Aliya yang sangat panik.
"Laura lo bantu gue bawa Chika kerumah sakit dan lo Aliya tunggu sampai Rizky sadar, lo panggil bibik aja!" perintah Randy yang mencoba untuk tetap tenang.
"Chika lo tahan ya," ucap Laura yang sedang memangku kepala Chika.
"Fii... Fiiiaaa, ka.. kamu ga apa-apa kan?" tanya Chika sambil memegang pipi Laura dengan tangannya yang berlumuran darah.
"RANDY AYO CEPATAN!" perintah Laura yang sangat panik dengan kondisi Chika.
"Fii... Fiiaaa, pu... punggung Ma.. Maa sakit," ucap Chika yang kemudian perlahan menutup matanya dan menurunkan tangannya dari pipi Laura.
"Chika, Chika," ucap Laura menggoyang-goyangkan pelan tangan Chika dan kemudian Laura langsung mengecek denyut nadi Chika.
"Gimana Ra?" tanya Randy yang juga panik ketika ia tidak lagi menyebut-nyebut nama Fia.
"Alhamdulillah, nadinya masih berdenyut," jawab Laura yang menarik napas leganya.
10 menit kemudian akhirnya Randy, Laura dan Chika sampai di rumah sakit terdekat. Chika pun langsung dilarikan ke ruangan ICU. Randy dan Laura pun sedikit merasa lega karena berhasil membawa Chika ke rumah sakit tepat waktu. Sedang disisi lain Aliya masih berusaha membangunkan Rizky dengan memberikan minyak kayu putih kehidung Rizky. Setelah beberapa saat akhirnya Rizky pun sadar.
__ADS_1
"Chika, Chika," ucap Rizky sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sangat pusing.
"Chika mana?" tanya Rizky yang berusaha untuk duduk.
"Kak Chika udah dibawa kerumah sakit sama Kak Laura dan Kak Randy kok kak," jawab Aliya masih kebingungan melihat situasi seperti ini.
"Kamu bisa bawa mobil kan Al?" tanya Rizky yang masih memegangi kepalanya.
"Aliya ga bisa bawa mobil Kak, emangnya Kakak ga punya supir ya?" jawab Aliya dengan memberikan pertanyaan kembali.
"Supir kami lagi pulang kampung," jawab Rizky yang semakin bingung bagaimana caranya agar bisa kerumah sakit.
"Emm, oh ya bentar kak, Aliya coba telpon teman Aliya dulu," ucap Aliya sambil mencari-cari keberadaan handphonenya.
"Lah handphone gue mana?" tanya Aliya yang mulai panik.
"Kenapa Al?" tanya Rizky.
"Handphone Aliya kayaknya ketinggalan deh kak, maaf ya kak," jawab Aliya sambil menangkupkan kedua tangannya.
TING NUNG... TING NUNG...
Bel rumah Rizky berbunyi sampai beberapa kali yang membuat kepala Rizky semakin pusing. Bagaimana tidak disaat seperti ini masih saja kedatangan tamu.
"Bibik mana Al?" tanya Rizky yang kemudian menyandarkan punggungnya di tempat tidurnya.
"Bibik tadi lagi nyari bantuan Kak," jawab Aliya, "yaudah Kak biar Aliya aja yang bukain pintunya!" pinta Aliya yanh kemudian berdiri.
"Makasih ya Al," ucap Rizky yang sudah tidak berdaya untuk ngapa-ngapain lagi.
"Iya ga apa-apa kok kak," jawab Aliya yang kemudian tersenyum. Aliya pun dengan cepat berlari menuruni satu persatu anak tangga.
Oke guys jangan lupa di komen ya biar author lebih semangat lagi, Terimakasih. 😊
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
IG : @febiayeni
__ADS_1
FB : Febi Ayeni