Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 96


__ADS_3

"Aliya kamu kenapa?" tanya Angga sambil meneguk air mineral yang Aliya berikan.


"Tiba-tiba saya ga enak badan Mas," jawab Aliya yang mencoba menahan air matanya.


"Saya minta maaf Al, gara-gara saya kamu jadi sakit," ujar Angga yang kemudian menutup botol air mineralnya.


"Mas Angga ga salah apa-apa kok," jawab Aliya yang masih terus menatap kedepan.


"Apa Aliya dengar apa yang gue bilang tadi?" tanya Angga dalam hati.


Angga yang melihat Aliya tak seperti biasanya pun segera menjalankan mobilnya. Hanya keheningan yang terjadi selama perjalanan. Hingga pada akhirnya Angga pun membuka suaranya.


"Rumah kamu dimana Al?" tanya Angga yang masih merasa bersalah dengan Aliya.


"Dijalan Cempaka nomor RL97 warna hijau," jawab Aliya dengan sangat dingin.


"Ohh oke," ucap Angga.


"Mas, bisa minta tolong lagi ga?" tanya Aliya sambil melirik Angga.


"Minta tolong apa Al?" jawab Angga dengan pertanyaan kembali.


"Jangan kasih tau sama kak Dimas tentang masa lalu kak Randy dan kak Laura, ya Mas!" pinta Aliya penuh harapan.


"Aliya ga mau kak Laura drop lagi kayak dulu," lanjut Aliya sambil tersenyum paksa.


"Saya janji Al, saya juga ga mau kak Dimas sedih," jawab Angga.


Suasana didalam mobil Angga kini terasa sangat canggung tidak seperti sebelumnya. Tak lama kemudian Angga pun menghentikan mobilnya tepat didepan gerbang rumah Aliya. Aliya pun segera turun untuk mengambil pakaian untuk Laura.


"Tunggu bentar ya Mas!" pinta Aliya yang sudah turun dari mobil Angga.


"Iya Al," jawab Angga singkat.


KLEEKK..


"Assalammu'alakum Ma," ucap Aliya yang langsung berlari memasuki kamar Laura.


"Wa'alaikumsalam, loh kak Laura nya mana Al?" tanya Echa yang sedang duduk di ruang tamu sambil menonton televisi.


"Kak Laura lagi dirumah sakit Ma," teriak Aliya yang membuat Echa sangat terkejut.

__ADS_1


"Laura kenapa Al?" tanya Echa yang kemudian bangkit dari tempat duduknya dan segera mengahampiri Aliya yang sedang berada di dalam kamar Laura.


"Aliya, Kakak kamu kenapa?" tanya Echa dari bawah tangga.


"Kak, Laura ga apa-apa kok Ma," sahut Aliya yang kemudian berlari menuruni satu persatu anak tangga.


"Terus yang dirumah sakit siapa?" tanya Echa lagi untuk memastikan kejadian yang sebenarnya.


"Kak Chika, dia jatuh dari balkon kamarnya Ma," jawab Aliya sambil menyalam tangan kanan Echa.


"Terus sekarang kondisinya gimana?" tanya Echa yang sangat terkejut mendengar ucapan Aliya.


"Tadi sih masih di ruangan ICU tapi kalau sekarang ga tau deh Ma," jawab Aliya yang kemudian menyalam ulang tangan kanan Echa.


"Kalau gitu Aliya balek kerumah sakit dulu ya Ma, Assalammu'alakum," lanjut Aliya sambil berlari kecil.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati ya Al," teriak Echa.


"Iya Ma," sahut Aliya yang sudah berada dihalaman rumahnya. Aliya pun segera memasuki mobil Angga.


"Yaudah yok Mas ambil bajunya kak Randy," ucap Aliya sambil menyamankan posisi duduknya. Angga pun hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkata apa-apa.


"Kenapa kisah kita rumit kali sih Mas," ujar Aliya yang masih menatap ke kaca mobil.


"Gue kira kita bakalan bersatu tapi nyatanya kita kembali seperti biasa, mencintai dalam diam, melupakan rasa yang belum pernah diungkapkan secara langsung," ujar Aliya yang seketika meneteskan air matanya. Aliya yang melihat Angga sudah keluar dari rumah Randy pun langsung menghapus air matanya.


Angga pun masuk kedalam mobil dengan membawa pakaian ganti Randy di dalam sebuah totebag. Angga pun menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya. Sampai saat ini Angga masih tetap saja diam tanpa berkata apapun. Rasanya saat ini Aliya ingin menangis sekencang-kencangnya. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Aliya tak mampu melirik wajah Angga sedikit pun.


15 menit kemudian akhirnya Angga dan Aliya pun sampai di rumah sakit. Angga langsung berlari menghampiri Randy, sedangkan Aliya hanya mampu mengikuti Angga dari belakang.


"Kak ini baju ganti kakak," ucap Aliya dengan sangat lemas.


"Kamu kenapa Al, kok lemas banget?" tanya Laura sambil meletakkan punggung tangannya ke kening Aliya.


"Ya Allah Al, kamu sakit?" tanya Laura lagi yang mulai cemas dengan Aliya.


"Aliya ga apa-apa kok kak," jawab Aliya sambil memegang tangan Laura yang kemudian menurunkan tangan Laura dari keningnya.


"Kalau kamu sakit kenapa ga dirumah aja tadi, kan baju kakak bisa dititip sama Angga aja tadi?" tanya Laura yang sangat cemas dengan Aliya.


"Aliya ga apa-apa kok kak, cuma agak pusing aja nyium darah," jawab Aliya sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu kamu duduk dulu, kakak ganti baju dulu ya!" pinta Laura sambil tersenyum.


"Iya kak," jawab Aliya yang kemudian berjalan ketempat Rizky yang sedang duduk.


"Makasih ya bro, gue ke toilet dulu kalau gitu," ucap Randy sambil berjalan menuju toilet laki-laki yang tidak jauh dari ruangan ICU.


Angga yang tidak tega dengan Aliya yang sudah pucat itu pun bangkit dari tempat duduknya dan pergi mencari sesuatu di sekitar rumah sakit. Angga pun akhirnya menemukan sebuah minimarket di dekat rumah sakit tersebut. Dengan sangat santai Angga memasuki minimarket tersebut. Angga langsung mengambil sebuah air mineral yang berada di dalam kulkas minimarket tersebut. Ketika Angga ingin berjalan untuk mengambil roti tiba-tiba saja seorang wanita hampir saja menabraknya.


"Ehh, maaf maaf," ucap wanita tersebut yang hampir saja menabrak Angga.


"Pak Angga, kok disini?" tanya wanita tersebut yang tak lain adalah Sinta musuhnya Aliya.


"Memang kalau jodoh ga kemana ya Pak, buktinya kita jumpa di sini," ucap Sinta sambil cengengesan. Angga yang tidak mau ambil pusing pun pergi mengambil roti yang ia cari lalu pergi meninggalkan Sinta yang masih berdiri di tempat itu.


"Pak Angga kenapa sih cuek amat?" tanya Sinta dengan memanyunkan bibirnya.


"Totalnya empat puluh empat ribu dua ratus rupiah," ucap kasir tersebut. Angga pun mengeluarkan uang senilai lima puluh ribu rupiah dan memberikannya kepada kasir tersebut lalu pergi tanpa mengambil kembaliannya.


"Kembalian Mas?" tanya kasir tersebut.


"Ambil aja," jawab Angga yang kemudian melanjutkan langkahnya.


"Makasih Pak Angga," jawab Sinta sambil senyum-senyum sedangkan kasir tersebut merengut karena seharusnya itu adalah jatahnya.


"Apa, ga seneng?" tanya Sinta judes dengan kasir tersebut.


"Ga kok," jawab kasir tersebut sambil tersenyum paksa.


Setelah membayar belanjaannya Sinta pun langsung mengejar Angga yang sudah berjalan cukup jauh darinya.


"Pak Angga tungguin," teriak Sinta manja.


"Pak Angga mau kemana sih, aku ikut ya," ucap Sinta yang sudah berjalan sejajar dengan Angga.


Maaf ya guys kalau ceritanya rumit, 🙏😊


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni

__ADS_1


__ADS_2