
Randy, Laura dan Aliya pun menyantap makanan yang sudah terhidang di atas meja makan restoran mewah itu. Sekitar 5 menit terjadi keheningan diantara mereka bertiga, akhirnya Aliya berinisiatif untuk memecahkan keheningan yang terjadi.
"Ehem, mau sampai kapan sih diem-dieman kayak gini?" tanya Aliya sambil menyedot lemon tea miliknya.
"Ya lagian mau ngomong apa sih Al?" jawab Laura sambil melontarkan pertanyaan kembali.
"Ya bahas apa kek," jawab Aliya pasrah.
"Sebenarnya gue mau ngomong sesuatu sih sama lo Ra," ucap Randy yang seketika membuat Laura batuk akibat mendengar Randy yang tiba-tiba membuka suara.
"Uhuk uhuk," Laura langsung menyedot jus jeruk miliknya.
"Ngomong apa sih Ran?" tanya Laura sambil berusaha menyembunyikan kepanikannya.
"Ra, gue sebenarnya ga jadi nikah sama Chika," jawab Randy yang sontak membuat Aliya benar-benar kaget dengan yang diucapkan Randy.
"Hah, kok bisa kak?" tanya Aliya yang benar-benar tidak menyangka dengan apa yang Randy ucapkan.
"Iya, ketika 3 hari gue dan Chika mau akad tiba-tiba Shofia masuk rumah sakit," jawab Randy.
"Tapi sebelum gue lanjutin cerita ini gue mau telpon seseorang dulu untuk membantu gue jelasin semuanya ke lo Ra," lanjut Randy sambil meraih handphone nya yang berada diatas meja makan.
TUUTTT.... TUUUTTTT...
"Halo kak Rizky," ucap Randy, ya yang dimaksud Randy adalah Rizky suami Chika yang sekarang.
"Iya Ran, ada apa?" tanya Rizky.
"Kak, bisa bantu aku jelasin masalah kita dulu ga ke Laura sekarang, di restoran biasa kita makan?" tanya Randy tanpa banyak basa basi.
Rizky yang baru saja mau menjawab pertanyaan dari Randy, tiba-tiba terdiam sejenak karena ia mendengar seperti ada yang memanggilnya.
"PAPAAAA!" suara teriakan Chika yang berada di kamar Fia.
"PAPAAAA!" suara teriakan Chika membuat Rizky segera mematikan telponnya.
"Ran, nanti lagi kita lanjutin," ucap Rizky dengan sangat tergesa-gesa. Tanpa menunggu jawaban iya dari Randy, Rizky langsung mematikan telponnya.
Tut tut tut.. panggilan pun terputus.
__ADS_1
"PAAPAAAA, TOLONGIN FIA PA!" teriak Chika lagi yang membuat Rizky langsung berlari menuju kamar Fia.
"Fia bangun dong," ucap Chika dengan air mata yang mengalir cukup deras di pipinya
"Fia kenapa Ma?" tanya Rizky yang langsung memegang kepala Fia.
"Pa, ayo bawa Fia ke rumah sakit!" pinta Chika sambil menggendong tubuh mungil Fia yang sudah tidak sadarkan diri.
Tanpa pikir panjang Rizky dan Chika pun segera melarikan Fia menuju rumah sakit. Disepanjang perjalanan Chika tidak henti-hentinya menangis dan mencoba membangunkan Fia.
"Fia sayang bangun dong," ucap Chika dengan tangis yang tak henti-hentinya.
"Fia, Fia bangun dong, Papa mau main sama Fia nih," ujar Rizky yang sesekali melirik dan mengelus rambut Fia.
"Fia, tahan sebentar ya nak bentar lagi kita sampai rumah sakit kok," ucap Chika lagi.
15 menit kemudian pun akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Fia pun segera memasuki ruang PICU (tempat penanganan yang dituju untuk anak-anak dengan kondisi sakit parah atau kritis yang akan mendapatkan perawatan intensif dan pemantauan terus menerus dari tenaga medis). Pihak rumah sakit dengan sigap langsung menangani Fia yang sudah tidak sadarkan diri. Dania yang hari ini menggantikan Laura pun segera menelpon Laura karena Dania tak begitu yakin Fia bisa ia tangani sendiri.
DRIIIINGGGG... DRIIINGGG...
Handphone Laura pun berdering tanda ada panggilan masuk. Laura yang melirik ke layar handphonenya yang sudah tertera jelas nama Dania pun dengan sigap langsung mengangkat telponnya.
"Halo Dan, ada apa?" tanya Laura dengan raut wajah yang mulai panik, karena ia begitu yakin ada yang tidak beres di rumah sakit.
"Oke oke gue langsung ke sana," jawab Laura yang terlihat sangat cemas.
"Ada apa Ra?" tanya Randy yang ikutan panik melihat Laura yang begitu tergesa-gesa.
"Ada pasien darurat yang harus gue tangani," jawab Laura yang langsung mengemasi semua barang-barangnya.
"Gue anter lo ya!" pinta Randy yang langsung berdiri dan memanggil pelayan untuk membayar makanan yang telah ia santap.
"Oke," jawab Laura tanpa pikir panjang.
Randy, Laura dan Aliya pun segera berlari menuju parkiran mobil. Setelah sampai diparkiran mobil tiba-tiba Aliya mendapatkan telpon dari Dona sahabatnya.
DRIIIINGGGG.... DRIIIINGGGG...
"Kak, kakak pergi sama kak Randy aja dulu nanti Aliya pulang bareng pak Wawan aja!" pinta Aliya yang tak mau membuat suasana saat ini menjadi runyam.
__ADS_1
"Yaudah, kalau gitu kakak pergi dulu," jawab Laura sambil menepuk punggung Aliya pelan.
"Yuk berangkat Ran!" ajak Laura sambil membuka pintu mobil Randy yang sudah berada di depannya.
"Iya kak hati-hati," ujar Aliya sambil melambaikan tangannya ke arah Laura dan Randy.
Randy dan Laura pun segera pergi meninggalkan Aliya yang masih berada di parkiran mobil. Dipertengahan jalan menuju rumah sakit tanpa disangka-sangka terjadi macet parah yang membuat Randy harus menurunkan kecepatan mobilnya.
"Aduuh, macet lagi Ra," ucap Randy yang kesal karena setaunya jalanan ini selalu aman dari macet tapi kali ini situasi jalanan sangat tidak bersahabat dengannya.
"Ra, Lo pesan ojek online aja dulu nanti gue nyusul aja!" perintah Randy yang tidak ingin melihat Laura bertambah panik.
"Oke Ran," jawab Laura yang langsung mencari-cari keberadaan handphonenya di seluruh saku dari pakaian yang ia kenakan hari ini.
"Yaahh, handphone gue ketinggalan di tas yang di bawa Aliya tadi," ujar Laura yang mulai patah semangat saat mengetahui handphone tertinggal di tasnya yang ia titipkan kepada Aliya tadi.
"Yaudah yaudah pakai handphone gue dulu aja!" perintah Randy sambil memberikan handphonenya kepada Laura.
Tanpa pikir panjang Laura langsung mengambil handphone Randy dan kemudian menghidupkan layar handphonenya. Betapa terkejutnya Laura ketika menghidupkan layar handphone Randy saat ia melihat fotonya menjadi wallpaper di handphone Randy. Setelah melihat itu Laura langsung melirik Randy.
"Sorry sorry Ra, nanti gue ganti wallpapernya," ucap Randy yang baru menyadari kalau handphonenya terdapat foto Laura yang sedang duduk mengenakan seragam dokternya.
"Ran, kenapa wallpaper handphone lo foto gue?" tanya Laura yang seketika membuat wajahnya yang panik berubah menjadi haru.
"Nanti gue ceritain, sekarang lo pesan aja dulu ojek online nya," jawab Randy yang tak mau ambil pusing.
"Lo benar Ran," jawab Laura yang kemudian membuka aplikasi ojek online milik Randy lalu memesannya.
Tidak menunggu waktu lama ojek online yang Laura pesan sudah sampai.
"Ran gue pergi dulu, makasih ya udah repot-repot bantuin gue," ucap Laura yang kemudian membuka pintu mobil Randy.
"Iya sama-sama Ra, ga apa-apa kok Ra, gue senang bisa bantu lo," jawab Randy sambil merekahkan senyuman manisnya.
Oke guys segini dulu ya, sorry typo guys.
Yuk pada masuk grub chat dong biar makin asik.
SYUKRON Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
__ADS_1
IG : @febiayeni
FB : Febi Ayeni