Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 90


__ADS_3

"Astagfirullahaladzim," ujar Laura yang baru keluar dari kamar mandi, "Aliya ngapain sih kamu di kamar kakak?" tanya Laura kesal.


"Ihh jangan marah-marah atuh teh," jawab Aliya dengan sangat santai.


"Mau ngapain sih kamu Al disini?" tanya Laura sambil mendorong punggung Aliya agar segera keluar dari kamarnya.


"Ih kakak kayak ga kenal Aliya aja, biasa ngepoin kakak," jawab Aliya sambil mendongak ke belakang.


"Yaudah, yaudah nanti dulu kakak mau ganti baju dulu!" perintah Laura sambil menutup pintu kamarnya.


"Ihh jangan lama-lama atuh teh," sahut Aliya yang sudah berada didepan pintu kamar Laura.


Aliya pun langsung bersandar di depan pintu kamar Laura dengan menaikkan kaki kirinya agar menyentuh pintu kamar Laura.


"Udah belum teh?" tanya Aliya dengan volume suara dibesarkan.


"Belum Al, baru juga milih-milih," sahut Laura sambil memilih-milih piyamanya.


"Kak Laura mah kebiasaan kalau milih baju lama banget," celoteh Aliya yang masih bersandar di pintu.


Laura yang baru selesai memakai pakaiannya pun dengan penuh semangat membuka pintu kamarnya.


"Udah selesai," ucap Laura sambil membuka pintu kamarnya.


GUBRAAAKKKK....


Aliya pun terjatuh ke lantai, Laura yang melihatnya pun dengan spontan langsung menertawai Aliya.


"Aduuuhh," ucap Aliya meringis kesakitan sambil memegangi pinggangnya.


"Kak Laura bukannya bantuin malah ngetawain," ujar Aliya kesal.


"Yaudah yaudah sini Kakak bantuin," jawab Laura yang kemudian membantu Aliya untuk berdiri.


"Sakit tau Kak," rengek Aliya dengan wajahnya yang cemberut.


"Ya lagian salah kamu juga sih, siapa suruh nyandar di pintu," jawab Laura yang berusaha menahan tawanya mengingat kejadian tadi.


"Kayaknya kamu punya salah sama kakak, makanya kamu jatuh," lanjut Laura yang membuat Aliya terkejut.


"Wah, bahaya nih kalau kak Laura tau kotaknya gue ambil," ucap Aliya dalam hati.


"Kok diem?" tanya Laura yang membuat Aliya pucat.


"Hayooo, ngaku aja deh kamu nyembunyiin apa dari Kakak," ledek Laura yang membuat Aliya semakin panik, namun Aliya berusaha menyembunyikan kepanikannya.

__ADS_1


"Sebenarnya aku," ucap Aliya sambil menundukkan kepalanya membuat Laura benar-benar tak menyangka bahwa candaannya benar.


"Kamu kenapa Al?" tanya Laura yang benaran terkejut.


"Aku, aku," jawab Aliya yang membuat Laura semakin penasaran.


"Yaudah kita duduk dulu yuk!" ajak Laura sambil merangkul bahu Aliya.


"Sebenarnya aku..." jawab Aliya yang membuat Laura menatapnya dengan penuh keseriusan.


"Aku suka sama kak Dimas, kak. Aliya minta maaf ya kak," ucap Aliya sambil memegang kedua tangan Laura.


Mendengar ucapan Aliya seketika membuat hati Laura hancur. Laura tak menyangka dengan apa yang diucapkan oleh Aliya barusan. Dan tanpa Laura sadari air matanya menetes, sontak membuat Aliya begitu kaget.


"Kak Laura," tegur Aliya yang terkejut melihat Laura yang seketika menangis.


"Iya," jawab Laura sambil menghapus air matanya.


"Kak Laura jangan nangis dong, Aliya cuma bercada kok seriusan deh." Ucap Aliya sambil menunjuk simbol damai dan kemudian memeluk tubuh Laura.


"Kak Laura udah dong jangan nangis lagi, Aliya benaran ga tau bakalan jadi kayak gini tadi!" pinta Aliya yang kemudian melepaskan pelukan lalu memegang kedua tangan Laura.


Laura pun segera menghapus air matanya.


"Kakak benaran suka sama kak Dimas?" tanya Aliya sambil mengelus-elus tangan Laura.


"Terus kenapa sekarang kakak nangis lagi?" tanya Aliya dengan tatapan seriusnya.


"Kakak hanya takut kejadian dulu terulang lagi Al," jawab Laura sambil mencoba untuk tidak menangis lagi.


"Kak Laura, sekarang situasinya kan udah beda. Kalau dulu kan kakak ga direstui orang tua, kalau sekarang kan udah direstui." Ucap Aliya memberikan semangat kepada Laura.


"Semoga aja kali ini kakak ga gagal lagi ya Al," jawab Laura sambil merekahkan senyumannya dan menghapus air matanya.


"Aamiin, Aliya doain agar kak Laura sama kak Dimas jodoh," ucap Aliya yang membuat Laura semangat kembali.


"Aamiin, makasih ya Al kamu selalu dukung kakak," ujar Laura sambil tersenyum.


"Siapa bilang Aliya dukung kakak, Aliya dukung kak Dimas kok," jawab Aliya sambil menyulurkan lidahnya mengejek Laura.


"Apaan sih kamu Al," ucap Laura sambil menggelitik perut Aliya.


"Ahahaha, kak Laura geli," ucap Aliya sambil tertawa.


"Kak Laura ampun, ampun kak Laura!" pinta Aliya yang masih ketawa-ketiwi.

__ADS_1


"Bilang dulu ampun kakak cantik!" perintah Laura yang masih terus menggelitiki perut Aliya.


"Iya ampun kakak cantik, huff huff," jawab Aliya sambil mengatur napasnya yang tak beraturan.


Laura yang mendengar jawaban Aliya persis seperti jawabannya dulu ketika ia masih bersahabat dengan Randy. Sejenak Laura pun terdiam.


Flashback....


"Gue tu naksirnya sama abang - abang yang jadi bos di tempat Gym dekat rumah lu itu" lanjut Laura dengan nada yang sangat pelan.


"Eh Papa gue tu,  jangan macem - macem lu ya Ra," ucap Randy kesal sambil mengejar Laura yang sudah terlebih dahulu berlari keluar kelas meninggalkannya.


"Habisnya Papa lu ganteng sih Ran," ucap Laura sambil mengedipkan sebelah matanya didepan Randy.


"Enak aja lu ngomong Ra, bisa bisa di gantung lu sama Mama gue," ucap Randy yang kemudian menangkap Laura dan menggelitik perut Laura.


"Aaaa Randy geli, hihi... " teriak Laura sambil ketawa - ketiwi.


"Makanya lu jangan macem macem sama gue!" perintah Randy yang masih asik menggelitik perut Laura.


"Ampun Ran, Ampun," jawab Laura yang capek ketawa karena digelitik Randy.


"Bilang dulu ampun abang ganteng!" perintah Randy.


"Iya ampun abang ganteng, huff huff," jawab Laura yang ngos - ngosan seperti habis keliling lapangan bola 100 kali.


Skip...


Laura yang tiba-tiba teringat kenangannya dengan Randy ketika masih duduk di kelas 11 pun seketika meneteskan air matanya. Aliya yang melihat Laura tiba-tiba menangis lagi pun kembali bertanya-tanya.


"Kak, kak Laura," panggil Aliya sambil melambai-lambaikan tangannya di depan mata Laura.


"Kak Laura kenapa?" tanya Aliya yang mulai panik.


"KAK LAURA," teriak Aliya sambil mengoyang-goyangkan lengan atas Laura yang seketika membuat Laura terkejut dan langsung sadar. Laura yang sadar bahwa air matanya sudah mengalir pun langsung menghapusnya.


"Kak Laura kenapa lagi sih?" tanya Aliya yang ikut menangis.


"Kakak ga apa-apa kok Al," jawab Laura sambil tersenyum.


"Ga mungkin kakak ga kenapa-kenapa kalau kakak tiba-tiba nangis gini. Kak, kakak cerita dong sama Aliya," rengek Aliya yang mulai panik dengan Laura.


Segini dulu ya guys, 😊


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

__ADS_1


IG : @febiayeni


FB : Febi Ayeni


__ADS_2