
Sore ini kebetulan Randy tidak memiliki jadwal meeting. Randy yang tidak mau membuang-buang kesempatan lagi pun langsung mendatangi rumah Laura tanpa menemui Laura terlebih dahulu. Randy sangat berharap agar kedatangannya ke rumah Laura nanti bisa membuahkan hasil yang ia dambakan selama ini. Randy kini sudah berada di depan rumah Laura, dengan penuh keyakinan Randy pun menekan bel rumah Laura.
TING... NUNG... TING... NUNG...
Aliya yang sedang menoton bersama Echa pun, akhirnya berjalan untuk membukakan pintu.
KLEEKK,
"Eh Kak Randy, masuk dulu kak!" pinta Aliya sambil mempersilahkan Randy untuk masuk kerumah.
"Makasih Al," jawab Randy, "Assalammu'alakum," lanjut Randy yang kemudian melangkahkan kakinya kedalam rumah Laura.
"Wa'alaikumsalam, eh ada tamu silahkan duduk dulu," jawab Echa dengan mempersilahkan Randy untuk duduk di kursi.
"Temannya Aliya ya?" tanya Echa yang tidak menyadari bahwa itu adalah Randy.
"Bukan Ma," jawab Aliya sambil membawakan segelas minuman dan sepiring kue kering.
"Lah jadi siapa dong?" tanya Echa yang benar-benar kebingungan.
"Masa Mama ga ingat sih, yang dulu pernah daftar jadi tukang kebun dirumah kita dulu Ma," jawab Aliya sambil meletakkan segelas minuman dan sepiring kue kering di atas meja. Randy yang mendengar ucapan Aliya hanya tersenyum.
"Ah kamu bisa aja sih Al," ucap Randy malu-malu.
"Tapi Mama kok ga ingat ya nama kamu?" tanya Echa sambil mencoba mengingat-ngingat Randy.
"Mama ingat ga pas kak Laura masih kelas 8 SMP?" jawab Aliya dengan memberikan pertanyaan kembali.
"Ingat, yang sebelum Laura pindah sekolah kan?" tanya Echa lagi.
"Nah, coba deh Mama ingat-ingat lagi!" pinta Aliya dan Echa terdiam sejenak untuk mengingat masa-masa SMP Laura.
Flashback,
"Ih ayo Ran, gue kenalin lo ke Mama gue!" ajak Laura sambil menarik tangan Randy.
"Gue belum siap Ra," jawab Randy yang berusaha menahan Laura agar tidak terus menerus menarik tangannya.
"Ihh Randy, gue tu cuma mau ngenalin lo sebagai sahabat gue Randy," ucap Laura yang terus memaksa Randy agar terus mengikuti perintahnya.
"Emang lo ga siap apanya sih Ran?" tanya Laura.
"Gue belum siap kalau harus nikahin lo sekarang, gue masih sekolah Ra," jawab Randy santai. Laura yang mendengar jawaban Randy pun langsung tertawa sambil melepaskan tangannya yang memegang tangan Randy.
"Kok lo malah ketawa sih?" tanya Randy kesal.
"Ya kali gue mau nikah sama lo, gue juga masih sekolah kali Ran," jawab Laura sambil terus memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa.
__ADS_1
"Aduh duh ini ada apaan sih pada ribut-ribut?" tanya Echa yang baru keluar dari rumahnya. Laura yang masih sangat sakit perut tak mampu menjawab pertanyaan dari Echa.
"Ini siapa lagi?" tanya Echa yang baru kali ini melihat Laura membawa teman kerumahnya ditambah lagi teman laki-laki.
"Ma, kenalin Randy," ucap Laura sambil menunjuk Randy.
"Randy tante," ucap Randy sambil menjulurkan tangannya.
"Mama, tadi yang mau daftar jadi tukang kebunnya Mama udah nyampai katanya," teriak Aliya dari dalam rumah.
"Lah tukang kebunnya ini?" tanya Aliya sambil menunjuk Randy yang hanya memakai kaos oblong dengan ransel yang ia sandang.
"Kok tukang kebunnya masih muda banget sih Ma, malah ganteng lagi," ucap Aliya sambil senyum-senyum malu.
Laura yang melihat ceplas ceplos Aliya hanya bisa tertawa sejadi-jadinya, ditambah lagi tampang polos Randy yang kebingungan.
"Lah Randy ini yang mau daftar jadi tukang kebun tante?" tanya Echa polos. Sedangkan Laura hanya bisa tertawa terus menerus sambil duduk diatas rerumputan halaman rumahnya.
"Bu.. bukan tante," jawab Randy gugup.
Tiba-tiba Wawan supir dirumah ini pun datang dengan membawa seorang bapak-bapak paruh baya di tempat Echa dan anak-anaknya berkumpul.
"Maaf buk, ini yang tadi mau daftar jadi tukang kebun dirumah ini," ucap Wawan sambil menunjuk bapak-bapak itu.
"Lah bapak yang nelpon tadi?" tanya Aliya polos.
"Tampang lo sih Ran, mirip tukang kebun," ucap Laura yang kemudian mencoba mengontrol tawanya.
"Lah jadi nak Randy ini teman Laura?" tanya Echa terkejut.
"Hahaha, iya Ma. Randy sahabat Laura," jawab Laura sambil cengengesan.
"Maaf maaf Kak, Aliya ga tau!" ucap Aliya sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Iya ga apa-apa kok," jawab Randy sambil tersenyum.
"Maafin tante juga ya nak Randy," ucap Echa.
"Iya ga apa-apa kok tan," jawab Randy.
"Ma, kalau gitu kita belajar dulu dirumah ya!" pinta Laura sambil menggandeng tangan Randy.
"Iya iya," jawab Echa.
"Gara-gara lo sih ga langsung jelasin ke Mama lo kalau gue sahabat lo, bukan tukang kebun," ucap Randy kesal.
"Tapi wajar kok mereka mikir gitu, kan muka lo memang mirip tukang kebun," jawab Laura sambil tertawa kembali.
__ADS_1
Back,
"Ohh iya iya, kamu Randy kan yang dibilang Aliya tukang kebun?" tanya Echa sambil tersenyum.
"Benar tan," jawab Randy sambil tersenyum.
"Ya Allah nak Randy, beda banget soalnya dulu kamu masih lugu-lugu gitu," ucap Echa.
"Kamu kesini mau nyari Laura, kan?" tanya Echa.
"Iya sih tan, tapi pasti Laura belum pulang kan tan?" tanya Randy kembali.
"Laura kayaknya hari ini lembur deh, soalnya lusa dia mau tunangan," jawab Echa yang seketika membuat Randy sangat terkejut.
"Hah, tunangan? padahal hari ini gue mau minta izin ke Mamanya Laura buat ngelamar dia," ucap Randy dalam hati.
"Nak Randy kesini ada keperluan apa ya?" tanya Echa penasaran.
"Emm ga ada apa-apa kok tan, cuma mau ngobrol-ngobrol aja bareng Laura, kan kita udah lama ga jumpa," jawab Randy berbohong.
"Kalau gitu Randy balik dulu ya tan," ucap Randy yang langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Kok cepat banget, ga mau nunggu Laura pulang dulu?" tanya Echa yang ikutan berdiri.
"Ga usah deh tan, lagian Randy juga baru ingat ada janji sama teman," jawab Randy sambil tersenyum.
"Ohh yaudah kalau gitu. Kalau lagi ga sibuk main-main aja kesini, ngobrol-ngobrol gitu!" pinta Echa sambil tersenyum.
"Iya tan, Randy pulang dulu kalau gitu tan, Assalammu'alakum," ucap Randy berpamitan.
"Wa'alaikumsalam," jawab Echa dan Aliya secara bersamaan.
Aliya yang sangat mengerti dengan sikap Randy yang tiba-tiba menjadi canggung, ketika Randy mendengar Laura mau tunangan. Aliya pun mengintip Randy dari jendela.
Bagaikan disambar petir di siang bolong, hati Randy seketika sangat hancur saat ini. Randy pun mengambil sebuah kotak kecil yang berisi sebuah cincin berlian, yang seharusnya akan ia berikan untuk melamar Laura. Randy membuka kotak tersebut, dan dengan kekecewaan teramat dalam Randy pun membuang cincin tersebut ke hantaran rumput-rumput hijau di depan rumah Laura.
Oke guys segini dulu ya,😊
Terimakasih yang teramat dalam kepada teman-teman semua yang telah memberikan masukan untuk novel ini, dan saya sangat berharap siapapun yang pada akhirnya saya pasangkan untuk Laura, teman-teman semua akan selalu setia dengan novel ini, baik pada akhirnya Laura saya pasangkan sama Dimas maupun sama Randy, saya sangat berharap teman-teman semua mengerti.
Oke guys, selamat menikmati kerumitan novel ini ya, 😉
SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.
IG : @febiayeni
FB : Febi Ayeni
__ADS_1