Aku Pergi

Aku Pergi
Episode 27


__ADS_3

Angga lalu menunjuk ke arah kantin, “itu kantin, dan kamu datang dari sana,” ucap Angga dengan menunjuk ke arah berlawanan dengan kantin.


“Dari mana kamu? Kenapa ga izin dulu ke aku?” tanya Angga ketus.


Aliya menundukkan kepalanya, “aku dari taman,” jawab Aliya penuh dengan ketakutan.


“Ngapain kamu ke taman? Terus ke taman jumpai siapa?” tanya Angga tegas.


“Kamu nih kenapa sih, tiba-tiba prosesif gini?” jawab Aliya yang kembali melontarkan pertanyaan.


“Aku kayak gini karena aku khawatir sama kamu yank,” jawab Angga.


Aliya lalu berjalan meninggalkan Angga.


“Yank!”


“Aliya!”


“Apa lagi sih?” tanya Aliya kesal.


“Kamu belum jawab semua pertanyaan aku,” jawab Angga. Namun, Aliya sama sekali tak memperdulikannya.


Sesaat kemudian Aliya menghentikan langkahnya lalu berkata, “bahas masalah ini nanti aja di rumah, ga enak di liatin orang!” pinta Aliya.


Aliya dan Angga kini sudah berada di dalam mobil. Suasana yang sangat canggung terjadi diantara mereka berdua.


“Yank!” panggil Angga memecahkan keheningan.


“Hmm,” Aliya hanya berdehem.


“Kamu marah ya sama aku?” tanya Angga.


“Gimana ga marah, kamu tiba-tiba ketus ke aku, di kampus lagi,” jawab Aliya yang terfokus oleh gadgetnya.


Angga lalu mengambil gadget Aliya secara paksa, “kamu jumpai siapa ke taman tadi?” tanya Angga.


“Jumpai mbak Aulia, kenapa emangnya?” tanya Aliya kembali.


Angga menginjak pedal rem secara tiba-tiba, “apaan sih kamu tiba-tiba ngerem gitu?” tanya Aliya kesal.


Angga duduk menghadap Aliya, “yank udah berapa kali aku bilang, kamu jangan terlalu dekat dengan Aulia.”


“Kenapa? Kamu selalu bilang ga boleh, tapi kamu ga pernah kasih tau alasannya.”


“Lagian dia teman satu SMA kamu dulu, kan?” tanya Aliya.


“Yank, dia itu ga baik, jadi tolong kamu jauhin dia!” pinta Angga seraya memegang kedua tangan Aliya.


“Tapi aku senang berteman dengan mbak Aulia yank,” bantah Aliya.


“Yank, kamu harus nurut apa kata-kata aku!” pinta Angga.


“Dan kalau kemana-mana izin dulu ke aku biar aku ga kecarian kayak tadi yank!” perintah Angga.

__ADS_1


“Aku takut kamu ga bakalan ngizinin kalau ketemu mbak Aulia, makanya aku ga minta izin tadi,” ujar Aliya seraya menundukkan kepalanya, “maaf ya yank,” lanjutnya.


Angga lalu tersenyum dan mengelus kepala Aliya lembut, “iya, lain kali kamu harus tetap izin ya, diizinin atau tidak kewajiban kamu sebagai istri adalah menaati perintah suami.”


“Iya yank maaf.”


“Oh ya aku mau nanya sesuatu sama kamu,” ujar Angga yang membuat jantung Aliya berdebar-debar.


“Tanya apa?”


“Kamu tadi malam kenapa?” tanya Angga dengan nada yang sangat lembut.


“Hah? Aku ga kenapa-kenapa,” jawab Aliya dengan ekspresi kebingungan.


“Kamu jangan bohong sama aku yank. Tadi malam aku liat tisu bekas darah, itu darah apa yank?” tanya Angga khawatir.


“Darah?” tanya Aliya lagi.


“Iya darah, kamu kenapa? Apa yang luka? Kasih tau aku yank!”


“Aku cuma mimisan aja kok yank. Asal kecapean aku pasti mimisan,” jawab Aliya seraya tersenyum.


“Kamu udah pernah cek ke dokter?” tanya Angga seraya memegang pipi Aliya dengan kedua tangannya.


“Ih kamu apaan sih yank lebay banget, lagian cuma mimisan doang kok,” jawab Aliya terkekeh.


“Tapi yank, mimisan itu bisa jadi gejala dari suatu penyakit,” ujar Angga.


Aliya kemudian menurunkan tangan Angga dari pipinya, “yank, aku ga sakit apa-apa kok, lagian mimisan itu wajar apalagi karena kecapean."


Aliya lalu tersenyum sambil merapikan rambut Angga yang sedikit berantakan, “kamu tenang aja ya yank, aku ga apa-apa kok. Lagian aku juga udah pernah cek, tapi hasilnya ya hanya karena kecapean doang.”


“Serius udah pernah cek?” tanya Angga memastikan.


Aliya menganggukkan kepalanya, “iya sayang,” jawab Aliya dengan lembut, “yaudah yuk kita pulang!”


****


“Kamu janjian sama siapa sih yank disini?” tanya Angga seraya melirik kanan dan kiri cafe.


“Udah kamu tenang aja yank, kamu kenal kok,” jawab Aliya seraya memainkan kedua alis matanya.


Angga mendesis kesal sambil mengaduk-aduk jusnya dengan sedotan.


Tanpa menunggu waktu lama akhirnya orang yang sudah di tunggu-tunggu sampai juga.


“Eh, sorry-sorry aku telat, tadi macet banget soalnya,” ucap wanita itu yang tak lain adalah Aulia.


“Hah Aulia? ngapain sih Aliya pakai acara ngajak-ngajak Aulia segala?” tanya Angga dalam hati.


“Iya ga apa-apa kok mbak santai aja,” jawab Aliya, “duduk dulu mbak!” perintah Aliya dengan sangat ramah.


“Sebenarnya ada sih Al?” tanya Aulia.

__ADS_1


Aliya tersenyum lalu menggenggam tangan kanan Angga dengan kedua tangannya.


“Mas, aku mohon sama kamu, izinin aku dan mbak Aliya bersahabat!” pinta Aliya seraya menatap kedua bola mata Angga dan Aulia secara bergantian.


“Ya Allah yank, aku ga mungkin ngomong yang sebenarnya di depan Aulia,” ucap Angga dalam hati.


“Yank!”


“Sayang!” Aliya mulai kesal dengan sikap Angga yang tiba-tiba diam setelah mendengar permintaan.


“Mas Angga!” lagi-lagi Angga tak menyaut seruan Aliya.


“MAS ANGGA AL FARABI!” pekik Aliya yang membuat pengunjung cafe lainnya terkejut.


“Eh iya Li,” sahut Angga. Kedua bola mata Aliya dan Aulia seketika terbelalak mendengar ucapan Angga yang menyebut “LI” pada Aliya.


Aliya langsung melepaskan genggamannya, “hah Li?” tanya Aliya kebingungan.


“Siapa Li?” tanya Aliya lagi.


“Itu lho yank, Lee Woon Jae ternyata dia mualaf lho yank,” jawab Angga begitu antusias.


“Hah Lee Woon Jae? Siapa lagi?” tanya Aliya seraya mengerutkan alis matanya.


“Masa kamu ga tau sih yank? Timnas Korea Selatan?” jawab Angga yang kembali melontarkan pertanyaan kepada Aliya.


“Apaan sih mas, aku kan ga suka bola,” jawab Aliya menggerutu.


Aulia menghembus napas leganya ketika mengetahui Angga bukan bermaksud menyebut namanya.


“Hmm, oh ya Al, aku ga lama-lama nih disini,” ucap Aulia seraya menundukkan kepalanya, “soalnya aku baru ingat ada urusan keluarga.” Aulia terpaksa berbohong, karena ia tau betul bahwa Angga merasa risih dengan kehadirannya di tengah-tengah mereka berdua.


“Ck, yaahh ga asik banget sih Mbak,” Aliya berdecak kesal.


“Maaf ya Al, aku lupa ngabarin ke kamu tadi!” ucap Aulia sambil menangkupkan kedua tangannya.


“Hmm, yaudah deh lain kali aja ga apa-apa kok mbak,” jawab Aliya seraya tersenyum manis.


“Yaudah aku balik dulu ya!” Aulia beranjak dari tempat duduknya.


“Iya mbak, hati-hati ya!” pinta Aliya, Aulia hanya tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


Kira-kira maksud Aliya apa ya?


Apa jangan-jangan Aliya benaran sakit sehingga ia harus mempertemukan Angga dengan Aulia?


Hmm, tapi belum bisa di pastikan juga sih kebenarannya sebelum novel ini tamat☺.


SYUKRON, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRAN WA JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA, WASSALAMMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Jangan lupa di follow ya teman,


IG : @febiayeni21

__ADS_1


FB : Febi Ayeni


__ADS_2